PREVIEW KAJIAN ONLINE LOGIKA PANDANGAN DUNIA (Bagian 3)

Kebertuhanan Prematur

Banyak orang mengira sosok abstrak yang tercetak pada layar pikirannya sebagai Tuhan yang asli seraya menganggap yang diyakini oleh penuhan lain bukanlah Tuhan atau tuhan palsu.

Padahal:
1. Sebagian besar orang yang merasa bertuhan dan merasa sebagai hamba tidak pernah memahami makna wujud, eksistensi dan realitas lalu mengkonsepsikannya secara luas kemudian mengamati segala yang dipikirkannya dan diinderakan kemudian membandingkan antar objek-objek terpikirkan juga objek-objek terinderakan dan membandingkan antara objek-objek terpikirkan dan objek-objek terinderakan sebelum memilah-milah setiap objek dengan ciri-cirinya masing-masing sebagai proses inteleksi untuk memetakan jagad eksistensi.
2. Sebagian besar orang yang merasa bertuhan seolah eksistensiNya lebih nyata dari dirinya dan objek fenomenal di hadapannya, melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap (hukum dan nilai yang diimaninya sebagai) ajaran Tuhan yang diklaimnya lebih nyata dan lebih dekat dari urat lehernya.
3. Sebagian besar orang yang merasa bertuhan seolah eksistensiNya lebih nyata dari dirinya dan objek fenomenal di hadapannya, melakukan dalam kesendirian perbuatan-perbuatan buruk yang memancing murka sosok abstrak yang selalu memantaunya tanpa kantuk.

Kesimpulan:
Sebelum merasa menjadi hambaNya, mestinya beriman kepadaNya. Sebelum merasa mengimaninya, mestinya memastikan adaNya. Sebelum mengimani adaNya, mestinya mengimani “ada”. Sebelum beriman, mesti berpengetahuan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed