Putin: Tak Ada Bukti Iran Kembangkan Senjata Nuklir

Rusia menyatakan tak memiliki bukti bahwa Iran mencoba membuat senjata nuklir. ”Kami tak memiliki bukti dan kami bersikap berdasarkan prinsip bahwa Iran tak berencana membuat senjata nuklir,” kata Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam konferensi pers di Moskow setelah bertemu dengan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, Rabu (10/10).

Putin juga mengatakan Iran selama ini memperlihatkan sikap kerja sama. Iran telah melakukan sejumlah langkah sesuai dengan keinginan komunitas internasional. Walau demikian, Putin mendesak Iran untuk lebih transparan terkait pengembangan program nuklirnya.

Sarkozy, usia menghadiri jamuan makan malam dengan Putin pada Selasa (9/10) malam, menyatakan dirinya dan Putin berhasil menjembatani sejumlah perbedaan pandangan mengenai bagaimana seharusnya dunia internasional merespons program nuklir Iran. Namun demikian, ia tak memberikan penjelasan detail mengenai hal itu.

Tak seperti pendahulunya, pemerintah Sarkozy semakin gencar memberikan tekanan terhadap Iran. Prancis dan Amerika Serikat (AS) bahkan memiliki satu sikap agar Dewan Keamanan (DK) PBB segera menjatuhkan sanksi lanjutan bagi Iran. Beberapa waktu lalu, Prancis sempat menjadi sorotan setelah menteri luar negerinya mengungkapkan kemungkinan terjadinya perang dengan Iran.

Terkait dengan rencana kunjungan Putin ke Iran pekan depan, Sarkozy berharap kunjungan tersebut akan memberikan manfaat. Ia mengatakan dalam pembicaraan dengan Putin dirinya menyinggung keberhasilan langkah diplomatik dalam penyelesaian masalah nuklir Korea Utara (Korut). Ia menyatakan Korut bisa menjadi contoh untuk penyelesaian Iran. Ia mengatakan Cina memainkan peran besar dalam penyelesaian masalah nuklir Korut, hingga Korut bersedia untuk menghentikan program nuklirnya.

Sementara itu, sejak Selasa (9/10) lalu, delegasi Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melakukan pembicaraan yang rencananya berlangsung dua hingga tiga hari. Delegasi Iran dipimpin oleh wakil negosiator nuklirnya, Javad Vaidi, sedangkan delegasi IAEA dipimpin oleh Olli Heinonen, deputi sekjen IAEA masalah keamanan. Pembicaraan ini meliputi seluruh program nuklir dan fasilitas nuklir yang dimiliki Iran. IAEA berharap Iran lebih transparan mengenai program nuklirnya. (ap/afp/fer /Republika Kamis, 11 Oktober 2007)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed