Rakyat Gaza Dibantai, Sebuah Media Online Indonesia Teksesan Mensyukuri

Sejak lama saya mencium aroma zionisme dalam berita-berita yang dikemas secara tendesius. Modus pengemasan propoaganda berkedok berita sudah lama dipakai oleh Foxnews, CNN dan sejumlah media massa utama di dunia. Di Indonesia sejumlah media massa menjadi latah. Salah satu contohnya adalah sebagai berkut:

Serangan Israel Pelajaran untuk Hamas

Sabtu, 27 Desember 2008 – 18:16 wib

Anton Suhartono – Okezone

JALUR GAZA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam keterangan resminya mengatakan, serangan besar-besaran di Jalur Gaza Palestina Sabtu ini, ditujukan untuk Hamas.

Selain menyerang lokasi yang diduga kediaman pemimpin Hamas, serangan udara yang menggunakan jet-jet tempur itu, juga diarahkan ke beberapa fasilitas umum.

Beberapa wartawan berkomentar serangan ini merupakan yang terbesar selama beberapa dekade terakhir. Siaran televisi CNN melaporkan, korban tewas sudah mencapai 150 orang. Di antara korban, adalah Kepala Polisi Hamas.

CNN juga melaporkan selain korban tewas, sebanyak 250 lainnya luka-luka. Israel mengkaliam serangan ini merupakan balasan dari serangan roket Hamas ke wilayah pemukiman Israel.

Sebelumnya, kabinet Israel mengadakan rapat dan memutuskan untuk mengadakan operasi militer ke Gaza setelah musim dingin. Israel juga baru membuka perbatasan untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza kemarin.

Jalur Gaza dikuasai Hamas sejak Juni 2007 lalu dari pemerintahan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Abbas juga sudah mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan itu. (ton)

http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/12/27/18/177412/serangan-israel-pelajaran-untuk-hamas)


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. kan okezone adalah anak perusahaan MNC yang juga berjaringan dengan RCTI,TPI dan GLOBAL, dan SunTV sementara modalnya…konon berasal dari George Soros( zionis totok yang pernah membuat indonesia krisis) yang ditipkan melalui Harry Tanujaya dan Harry tanujayalah yang bermain di bisnis media untuk membungkam media-media lain yang agak Nasionalis untuk memuluskan bisnisnya dan bisnis Zionisnya.

News Feed