RAMBO DI SELAT HORMOUZ

Hampir tak ada yang tak mengenal Amerika Serikat. Ia bahkan terlihat sangat dekat karena selalu ada di rumah kita melalui televisi dan ponsel.Mungkin tak ada orang yang mau dianggap bodoh karena meragukan ketulusan AS mengamankan dunia dan menjaga perdamaian bangsa-bangsa, apalagi menganggap kekuatan dan kehebatan serta keunggulan militernya atas negara-negara pemilik nuklir apalagi gentar menghadapi negara yang sejak berdiri diembargo oleh hampir seluruh dunia dan diberi sanksi yang terus bertambah.

Bisa dipastikan Iran yang dikepung secara geografis oleh negara-negara Teluk sekutu AS dan tak bisa membeli dan menjual apapun secara terbuka bukanlah tandingan sepadan.Alhasil, negara yang dikucilkan secara multidimensional (ekonomi, diplomasi, politik, media dan lainnya) dalam hitungan statistik dan matematika mestinya sudah lama jadi debu dan rakyatnya jadi fosil.Anehnya negeri berpenduduk muslim yang dikafirkan oleh para kurir Saudi ini tetap bertahan dan makin bernyali.Di laut sekitar kawasan Teluk Persia, AS memantau dan mengebdalikan dan memantau semua pergerakan sekecil apapun dengan armada laut yang mengelingi kapal induknya yang mengangkut puluhan pesawat pembom dan peluncur misil yang tak terhitung biaya pembuatannya.Di udara di kawasan Teluk Persia, AS mengendalikan dan memantau semua pergerakan sekecil apapun dengan pesawat pengintai Awacs dan ratusan drone robotik super canggih yang tak terbayang harganya dan didukung oleh satelit yang dipancangnya di angkasa.

Di darat AS mengendalikan dan memantau pergerakan sekecil apapun dengan pangkalan militer yang mensiagakan ribuan pesonil perwira dan tentara multskill ala Rambo dan hero-hero Marvel yang terdidik dengan anggaran maha mahal dengan senjata-senjata super akurat di Qatar, Bahrain dan Saudi.

Bagi sebagian orang, mungkin AS cuma merendah ketika a) tak (mampu) mendeteksi terbakar dan meledaknya beberapa tanker yang bersandar di pelabuhan Fujaira UEA dan menyingkap misterinya apalagi memperlihatkan bukti pelakunya dan pihak yang mendalanginya hingga detik ini; b) tak melindungi Saudi dengan menangkal rudal-rudal dan drone pembom saat menghancurkan sasaran-sasaran vital di Riyad, Abha, Najran yang dikirimkan oleh pasukan sarung di Yaman; c) tak menyelamatkan drone-nya yang akan dipasarkan dan dipamerkan untuk dibeli rezim Saudi dan negara-negara Teluk lainnya dan hanya menebus malunya dengan gertak dan penambahan sanksi; d) tak mendeteksi hilangnya tanker berbendera Panama yang bergerak dari pelabuhan UEA saat melintasi Selat Hormouz, tak menemukan tempatnya dan tak mengungkap pelakunya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed