Rizieq: Kami akan Bubarkan Gus Dur!

Gus Dur mendesak agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Ketua FPI Habib Rizieq berang mendengar seruan Gus Dur itu. Ketua FPI itu melontarkan ejekan terhadap mantan presiden RI itu.

“Waktu Gus Dur jadi Presiden, dia ingin membubarkan FPI tapi mengapa Gus Dur yang bubar. Bukan FPI yang akan bubar tapi kami yang akan membubarkan Gus Dur,” seru Habib di markas FPI di Jl Petamburan III, Slipi, Jakarta, Senin (2/6/2008).

Bahkan Habib menyebut Gus Dur sebagai antek-antek Yahudi. “Jangankan satu Gus Dur, satu juta Gus Dur akan kami lawan,” kata Habib berapi-api. Kata-katanya langsung disambut teriakan Allahuakbar sebanyak tiga kali oleh para pendukung FPI.

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur geram dengan aksi pemukulan yang dilakukan massa FPI terhadap puluhan anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, Jakarta.

Menurut Gus Dur, tindakan FPI sudah di luar batas dan telah mengoyak nilai-nilai luhur Pancasila. Gus Dur juga mendesak Polri agar menangkap Habib Rizieq. (detikcom, 02/06/2008 14:30 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 comments

  1. Maksudnya bubarkan Gus Dur itu apa?
    Eliminasi?
    Pembunuhan karakter?
    Dipecat dari keberadaannya di muka bumi?
    Atau maksudnya menghapus nama Gus Dur dari catatan sipil?
    Apakah ybs. melakukan ancaman tindakan kekerasan atas seorang Warga Negara yang dilindungi UU, atau tidak paham atas apa yang diucapkannya?
    Atau cuman sekadar ucapan tanpa arti?

  2. FPI = Front Preman Indonesia

    Dulu jaman Soeharto, gak pernah ada kepala Geng Preman, mau pake dasi keq, mau pake sorban keq, mau pake apapun…. yang berani nantang pemerintah kalo berani nangkapin anggotanya.

    Skrg, Pemerintah dah diancam ama si Habib Rizieq, SBY cuman berani mengecam doank. Presiden apaan nih? Takut ama preman bersorban? Katanya purnawirawan Jendral bintang 4. Mana tuh bintangnya. Masa takut ama organisasi Preman?

    Mau jadi apa negara kita kalo Presidennya aja bisa diancam ama Preman? Gak heran negara kita dihina pemimpin negara lain, kita diem aja. Soale ama Preman aja dah takut, apalagi pemimpin negara lain?

    Ohhh, Indonesia. Aku memimpikan kembali seorang Pemimpin yang tegas. Yang tidak hanya tahu berwacana dan “menyesalkan” saja.

  3. hehehehehe habib riziq lagi on gus dur kok mau di bubarin lagian kan tidak ada dari sono nya gus dur nama organisasi

  4. Free Pukul-pukulan Indonesia (FPI)…

    Maksud Gus Dur di bubarkan apa ywah?????

    tamat ga tuh sekolah dasar-nya Rizieq??? Habib Rizieq keturunan si Pitung,,,(suka berantem) bukan keturunan Nabi SAW..(habib palsu X ye…)

    FPI kaya belut susah ditangkap, tapi reaksi di daerah cukup bagus, penuntutan pembubaran FPI menguat di berbagai daerah,,,tapi tidak menutup kemungkinan muncul ormas Islam sejenis FPI,,,dengan nama lain,,,

  5. Maaf, FPI itu Front pembela Islam, atau from penipu Islam? riziq itu tidak layak menyandang julukan habib, terlalu suci kata “habib” disandangnya. Habib nama keagungan Rasulullah saw. Kl org doyan duit tdk usah menyandang kata “Habib” memalukan dan membuat sedih Rasulullah saw. Maaf, sy jg tidk membela gus dur. Dua2nya cari duit dan suka duit. tar dikasih duit pada diem mulutnya. Sy tdk yakin riziq dan gus dur pembela Islam, yg lebih pantas keduanya pembela uang dan keuasaan.

  6. Mungkin maksudnya buat lucu2an aja kali.. mau bubarkan gus dur.. hihihihi.. Riziq ini mau ngelawak.. yar pada tau klo yang bisa ngelawak bukan cuma gus dur…
    hihihihihihiihi.. tawa ah biar seneng dah usaha ngelawak kok…

  7. kok bisa ya,… bilang Allahu Akbar sambil mukulin orang, Islam yang mana yang dibela mereka…?
    begitulah kalau orang beragama bukan dengan nalar, tapi dengan nafsu dan dengan OKOL.

    Oh rizieq….rizieg…. dikau bukan habib, tapi lebih tepat demit,… engkau titisan si durna sang pendeta itu, yang tiap kali bicara sambil mendongak ke atas dan jari menunjuk.

    oh rizieq…rizieq….. urat lehermu bertonjolan seperti belut tiap kali dikau bicara, dengan tatapan mata liar nggak tahu sedang nyari apa,…..

    oh rizieq…rizieq…… butuh berapa banyak korban untuk implementasi rasa keberagamaanmu.

    menjijikkan….
    dan sungguh menjijiikkan
    lenyaplah nafsu kebinatangan berbungkus religi
    sesunguhnya lenyaplah…..

  8. Dear …

    Selain sekarang lagi nge-TREND habib2 yang bikin jalanan macet,
    muncul genererasi baru yang lebih nge-TOP dan nge-TOK yang bikin kepala orang benjol2.

    Bib .. bib .. nanti akan muncul suatu masa (seperti di mesir sana) dimana keturunan Nabi SUCI dikejar2 dan dibenci akibat tingkah polah mereka yang memalukan.

    Habib sekarang … kalo nggak bikin macet, yaa bikin rusuh. Sementara yang pinter-pinter lama2 MAJEDUB !!

    Alhamdulillah itu semua tergantung pribadinya. Kalo nggak mikir kesitu, pesimis rasanya.
    Alhamdulillah masih banyak habib yang mencerdaskan dan memberikan bimbingan ke jalan SUCI milik DATUK-DATUKnya yang MULIA.

    Hmmmmhhhh … (sambil ngaca’ dicermin menilai diri …)
    Al

  9. Alhamdulillah gak masuk FPI waktu itu ….. (celoteh Fulan)

    Kenapa ? (sambung si Fu’lan)

    Nggak, soalnya dulu aku gak ada kerjaan, lantas ditawari masuk ke situ. Katanya ada gajiannya, asal nunjukin paspor habib!! (Fulan)

    Lho, kok nggak diterima aja mumpung ngganggur ? (Fu’lan)

    Nggak kok, aku soalnya SUDAH ditawarin bikin “geng motor” !!!(Fulan)

    Oooo … pantesan !! (Fu’lan)

  10. KITA SEPAKAT BAHWA PANCASILA ADALAH HARGA MATI…
    FPI HARGA MATI UNTUK DIBUBARKAN…

    KALAU PEMERINTAH LAMBAN, MAKA BILA ADA KONFLIK HORIZONTAL ANTAR ANAK BANGSA, MAKA YANG BERTANGGUNG JAWAB ADALAH.. PRESIDEN, KAPOLRI, MENHANKAM, MENDAGRI, JAKSA AGUNG, MA, MK DLL.

    AKU GAK NGERTI FPI ITU ISLAM APA..? SIAPA NABI & RASULNYA..? SETAHU AKU ISLAM PEMBAWA RAHMAT DI MUKA BUMI INI, TETAPI FPI DAN MASYUMI…????

    SALAM SATU JIWA
    BRAVO AREMA

    EH..YA MUNAWARMAN (PANGLIMA KOMANDO JIHAD) ITU ANTEKNYA BIN YA, YG BUNUH MUNIR ITU…??? EMANG YA…MUNAFIK BANGET…

  11. Kita memang kurang setuju dengan kekerasan yang sering dilakukan oleh FPI di tengah masyarakat. Tetapi bagaimanapun FPI adalah elemen yang telah ada di antara kita dan menjadi elemen sosial. Dalam konteks sosial/masyarakat kita bukanlah ilmuwan di lab sbg subyek yg melkkn berbagai percobaan. Tetapi kita adlh obyek-obyek yg subyeknya adlh berbagai perspektif elemen masy. Termasuk FPI, Hukum tdk bs menentukan realitas sosial, krn hukum dibentuk oleh realitas sosial. kesepakatan hukum dibentuk setelah realitas sosial diobservasi tuntas. OKI pengobservasian sosial hrs terus menerus. Kesepakatan hukum hrs dinamis, sesuai dg pengobservasian sosial yg terus-menerus itu. Konflik horisontal ant FPI, dan NU tjd krn mandekny pengobservasian sosial dan dinamika kesepakatan. Dialog antar elemen bangsa mmg hrs selalu dilaksanakan. Bkn bermaksud membela FPI, ttp sekontroversi apapun tindakan mrk, ttp mrk adlh elemen masy yg memiliki kehendak. Pernahkah kita menggali latar belakang kehendak mrk ini? meminta mrk mengungkapkan kehendak mrk yg terdalam?

  12. Dlm konteks sosial, kita sbg org islam sebaikny tdk mlkkn justifikasi thd apa-apa yg tampak indera. termasuk misalnya salah satunya aksi2 anarkis FPI. Sosial mengisyaratkan pemahaman apa yg dirasakan oleh org lain melalui diri sendiri dg cara2 spt toleransi, empati, dan introspeksi. walaupun FPI sedikit kadar toleransiny, ttp kita jug akan spt FPI jika menjustifikasi sebelum dialog dg mrk.

  13. Kalo memang benar habib, kenapa hanya diskotik-diskotik yang tidak memebri upeti pada FPI saja yang selama ini dirazia? kelewatan!
    Mendingan jadikan seperti peristiwa Cecep bustami saja kalo FPI anarkis dan anarkis!!!

  14. nu penting mah urus masing 2 agama
    nu islam sing bener islam na
    nu kristen sing bener kristen na
    nu hindu sing bener hindu na
    pokona mah sing barener weh kabeh rakyat indonesia
    da urang mah yakin bararageur rakyat indonesia mah
    kecuali nu teu boga agama.
    sok lah sing jadi nu barageur

  15. buat denjaka,,,saya setuju, tapi diskusi dengan fpi,,,sama aja ngobrol dengan orang yang mengutamakan egoisme organisasinyaaa,,,liat aja beberapa acara debat di tv, spt di topik minggu ini di SCTV,,penjelasan/argumen pengacara FPI kaku, dan tidak logis alias ngomongnya ngalur ngidul,,,,sama halnya dengan munarman,,,,DASAR ORANG GA KOMITMEN DENGAN PERNYATAANNYA…..!! BIJEL ALIAS BELI JELAS!!!

    NKRI…HARGA MATI!!!
    PANCASILA….YES!!!
    FPI….BUBARKAN!!!!

  16. salam bagi seluruh makhluk..

    -Sang penyampai kabar-

    1.Dan ternyata dia tertipu..bahwa media bukan tuhan yg wajib di imani,bahwa sang penyampai tetaplah penyampai saja dan tuhan tetaplah mahasumber dari segala pesan,firman,sabda itu sendiri.
    2.ini hari kian banyak dalih dalih yg membenarkan kesalahan bahkan dipaksa untuk dipercayai..dengan alasan menjaga kehormatan negara,agama bahkan sudah dimulai di keluarga kecil!khusus soal agama rasa rasanya lucu saja di ujung jaman seperti ini versi makna dari sebuah kitab suci masih berganti ganti dan di cari cari..lalu gimana nasibnya orang orang yang blum sempat menikmati revisi makna kitab yg sudah ada sejak lama itu?apa sesungguhnya makna kehadiran sebuah kitab?apa pantas kemurnian sebuah kitab yg memuat pesan pesan tuhan di nodai oleh tangan tangan manusia,sekalipun seorang paman ,sepupu, atau handai tolannya tuhan sekalipun..
    3.nasionalis,humanis dan agamis..
    sejauh apa agama bisa diterapkan dalam sistem kebangsaan?yang ada hanya omong kosong!retorika para pemburu kekuasaan selalu fasih menjanjikan isu ga penting ini.islam tidak pernah mengenal sistem seperti ini,dan islam tidak pantas hanya menjadi bagian dari sistem..sebab islam adalah sistem itu sendiri!islam hanya mengenal kekhalifahan yang satu di muka bumi.maka ,saya pernah menanggapi radix nya aksi seorang teman di FPI dengan menertawainya..saya cuma katakan masih percuma menerapkan prinsip islam dengan tindakan represif di muka bumi nusantara ini selama kita masih rela menjadi bagian dari sempitnya nasionalisme.sungguh ini bukan usaha mematahkan semangat para aktivis aktivis islam disana.namun sudah seharusnya mereka menyadari arti kualitas ketimbang kuantitas!mulai mengarahkan jalur perjuangan kearah yang lebih berkelas.coba tanyakan pada umat,siapa yang merasa RUGI ketika Timor leste keluar dan menjadi negri katholik kedua di asia tenggara?yang pasti hanya soekarno di dalam makamnya..
    kita masih mau meneruskan jiwa soekarno yang bangga dengan semboyan ”dari sabang sampai meraukenya”.ambisi pribadi yang kemudian dicekoki”penasehat-penasehat”yang telah mencegah negri ini menjadi nusantara darussalam.(buka lagi sejarah siapa yg gencar men-delete “..serta kewajiban melaksanakan syariat islam bagi pemeluknya” dalam sila pertama pancasila?betapa soekarno tak rela bangsa ini terpecah belah,tapi beliau lebih ikhlas bangsa ini kemudian berlumuran darah akibat konflik yang nyata.ya..konflik yang sangat nyata dari semua ini adalah konflik antara pro islam dan anti islam..jangan pernah percaya pada alasan lain yg menyebabkan konflik di manapun di bumi ini,karna sesungguhnya semua itu berpangkal dari masalah agama secara semu atau nyata nyata!dan memang begitu seharusnya..sebab inilah dunia..
    lalu apa soekarno bukan islam?ya..soekarno itu islam,kemal attaturk islam,bahkan sumanto juga islam.tapi bukan itu ciri yang di jadikan indikasi.
    ketiganya adalah manusia yang menempatkan agama pada level/urutan yang bukan pada puncak kehidupannya,maka agama tak pantas di jadikan kambing hitam dalam hal ini!
    4.-JIL-apa ini?bisa apa mereka dalam mempengaruhi umat secara personal.isu basi!ada satu rumus pencegahan/perlawanan bagi hal hal yang bermaksud hina seperti ini.jangan biarkan terjadi kontak dalam perbandingan 1:2 atau 2:1(theory of eL kanaga) artinya..
    Gus dur akan di dengar oleh kumpulan orang orang,juga sebaliknya,kumpulan gusdur akan di dengar oleh seseorang..tapi rahasia orang orang seperti gus dur dan pemanfaat figur lainnya adalah,bahwa mereka tidak dengar jika behadapan orang per orang.
    Gusdur..so what?bahkan anak kecil pun kelak akan mampu bilang;gw denger omongan lu bukan karna lu bapak gw,tapi karna isi omongan lu bener..
    oke bos,sekian curhatnye..

  17. Assalamu’alaikum wr. Wb

    Kepada yth rekan-rekan pers,

    Mohon ini dijadikan sebagai bantahan saya dan tanggapan saya atas pernyataan sepihak bahwa saya melarikan diri.

    Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini saya belum datang ke Polda Metro Jaya adalah lebih disebabkan agar hukum dapat berjalan adil dan seimbang. Bukan bekerja atas tekanan dari pihak-pihak yang mengusasi dan mengendalikan arus informasi.

    Selain itu juga, sebagaimana pernyataan saya dalam berbagai konferensi pers terdahulu bahwa saya akan bertanggung jawab penuh atas peristiwa Monas walaupun secara hukum saya belum dinyatakan sebagai orang yang terbukti dinyatakan bersalah.

    Saya menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia sebagai pejabat publik nomor 1 di republik yang menggunakan prinsip negara hukum ini haruslah sebagai pihak pertama yang mencontohkan kepatuhan pada hukum dan perundang-undangan. Kepatuhan dan keterikatan presiden pada hukum dan perundang-undangan itu mestilah diwujudkan dan dibuktikan melalui kebiijakan dan tindakan yang sudah diatur dalam hukum dan per-undanng-undangan.

    Oleh karenanya, sebagai wujud kepatuhan dan keta’atan seorang presiden pada hukum tersebut harus segera diwujudkan dan dibuktikan dengan segera menerbitkan keputusan presiden tetang pembubaran organisasi Ahmadiyah dan menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah organisasi terlarang, karena tindak kriminal yang merupakan perbuatan pidana penodaan dan penyalahgunaan agama oleh Ahmadiyah tersebut, secara prosedur hukum telah ditetapkan melalui hasil penelitian Litbang Depag dan telah diputuskan dalam rapat Bakor Pakem. Ada aturan hukum positif yang berlaku secara yuridis formal dalam soal Ahmadiyah ini adalah Penetapan Presiden nomor 1 tahun 1965 jo UU no 5 tahun 1969.

    Selain itu juga, presiden harus segera menutup laboratorium Namru-2 milik Angkatan Laut Amerika Serikat karena laboratorium Namru-2 tersebut sejak tahun 2000 lalu tidak lagi memiliki dasar hukum untuk beroperasi di Indonesia.

    Kepatuhan dan keta’atan seorang presiden terhadap hukum dapat kiranya menjadi contoh nyata bagi saya untuk patuh dan ta’at pada hukum yang sama sama berlaku baik terhadap sorang presiden maupun terhadap seorang warga negara biasa seperti saya. Inilah yang dinamakan dengan prinsip supremacy of law dan equality before the law.

    Kepada pihak Kepolisian RI, saya minta untuk sedikit bersabar sedikit, bukan maksud saya untuk menghindar dari proses hukum apalagi bersikap sebagai pengecut yang lari dari tanggung jawab. Tapi saya menginginkan presiden juga memberi respon terhadap masalah yang paling fundamental dalam masalah akidah yang prosedur dan mekanismenya sudah diatur dengan jelas untuk mengambil keputusan tentang penodaan dan penyalahgunaan agama.

    Saya akan datang dengan senang hati ke Mabes Polri bila respon Presiden terhadap justice (keadilan) melalui penegakan prinsip supremacy of law dan equality before the law juga dilakukan terhadap masalah Ahmadiyah.

    Ya allah… Hanya kepada-Mu tempat aku meminta dan hanya kepada-Mu tempat aku berlindung… Engkaulah sebaik baiknya tempat berlindung dan tempat meminta pertolongan

    Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar

    Hormat saya

    Munarman ( asy / nrl )

    Best Regards,

  18. Ngakunya kiayi tapi nimba ilmunya di sekolah Ortodoks Kristen. Walaupun matanya “picek” tapi pemikirannya bisa merusak sampai generasi selanjutnya. Sudah saatnya gus dur di bungkam

  19. LUCUNYA GUS DUR….

    assalaamu’alaikum wr. wb.

    Seorang penulis pernah bilang bahwa Gus Dur ini memang tidak tanggung-tanggung kontroversialnya. Di satu sisi ia mengedepankan sekularisme, tapi di sisi lain ia habis-habisan menunggangi simbol-simbol keagamaan seperti pesantren, ke-kyai-annya, atau ke-Gus-annya. Di sana-sini ia berteriak agar jangan terlalu mengeksploitasi hukum Islam dalam kehidupan berbangsa yang pluralis, namun ketika ada yang hendak melengserkannya dari kursi kepresidenan, tiba-tiba muncul istilah “fiqih dalam menghadapi makar terhadap pemimpin umat”. Tiba-tiba saja ayat-ayat Al-Qur’an digunakan untuk mengecam orang-orang yang hendak menjatuhkan dirinya. Tapi itulah politik.

    Belum lama ini, situs resmi Jaringan Islam Liberal (JIL) memuat sebuah wawancara yang dilakukan oleh M. Guntur Romli dan Alif Nurlambang terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Pembicaraan seputar RUU APP yang memicu banyak perdebatan itu. Di dalamnya, lagi-lagi, muncul begitu banyak ‘kelucuan’ yang sebenarnya sudah menjadi ciri khas seorang Abdurrahman Wahid.

    Ketika dimintai komentar tentang Perda Tangerang yang melarang habis pelacuran, Gus Dur melihatnya dari ‘sisi lain’. Menurutnya, membuat aturan yang melarang pelacuran bukanlah prioritas utama. Di baliknya, masih ada persoalan ekonomi. Dengan kata lain, jika tidak ada peningkatan taraf kehidupan, maka pelacuran tidak akan bisa dihapuskan.

    Barangkali Gus Dur lupa bahwa pelacuran senantiasa ada meskipun di lingkungan orang-orang kaya. Memang gayanya beda, dan pelacur jenis ini tidak mejeng di pinggir jalan, melainkan menunggu telpon di rumah masing-masing. Bayarannya bukan dalam hitungan ratusan ribu rupiah, jutaan rupiah pun ada. Para pelacur ini juga bukan orang miskin, namun kaum perempuan hiperseks yang mau saja dijadikan komoditas bisnis dengan harga yang sangat tinggi. Tidak ada bukti bahwa pelacuran bisa dihapuskan ketika ekonomi rakyat membaik.

    Berikutnya, pewawancara meminta pendapat sang Gus tentang kesan ‘arabisasi’ dalam pelaksanaan RUU APP dan sejumlah perda syariat. Gus Dur membenarkan kesan tersebut dan tidak lupa mempertanyakan sikap ‘arabisasi’ tersebut.

    Pertanyaan usang soal ‘arabisasi’ ini sebenarnya sudah dijawab dengan sangat jitu oleh Mas Jonru, namun biarlah saya mengulangnya sedikit (dengan redaksi saya sendiri). Anggaplah kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menerima budaya lain yang akan mencemari kepribadian bangsa kita. Lalu apa sebenarnya yang selama ini terjadi di negeri ini pada era globalisasi? Kalau kita protes pada ‘arabisasi’, mengapa Gus Dur tidak pernah terdengar memprotes ‘westernisasi’, bahkan cenderung mendukungnya? Apakah orang Barat lebih baik daripada Arab?

    Tapi itu semua berasal dari sebuah asumsi bahwa RUU APP memang benar-benar sebuah proyek ‘arabisasi’. Padahal tidak demikian. Memang tidak ada perlunya mencontoh negara-negara Arab, karena mereka sendiri tidak melaksanakan ajaran Islam dengan benar. Negara manakah yang menjalankan ajaran Islam dengan sepenuhnya? Apakah negara kerajaan bisa dianggap telah meneladani kekhalifahan? Jelas tidak! Lagipula RUU APP tidak dibuat berdasarkan standar Islam. Tidak ada kewajiban menggunakan jilbab bagi perempuan di RUU tersebut. Tidak usah sampai begitu. Sesopan Siti Nurhaliza pun sudah cukup, kok! Karena itu, perlu dipertanyakan RUU manakah yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh Gus Dur ini?

    Untuk melengkapi keanehan itu, Gus Dur kemudian memberikan sebuah ‘contoh kasus’. Beginilah katanya : “Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha.”

    Sepertinya Gus Dur gagal membedakan antara pesantren dengan istilah pesantren itu sendiri. Pesantren memang sebuah lembaga Islam, tapi istilahnya tidak berasal dari ajaran Islam. Pesantren itu sendiri sebenarnya tidak berbeda dengan sebuah sekolah, hanya saja sangat kental diwarnai dengan pengajaran agama Islam. Mengenai istilah yang digunakan untuk melambangkan sekolah yang bernuansa Islami itu sendiri bebas menggunakan bahasa apa pun. Orang Nepal menggunakan bahasa Nepal, orang Meksiko menggunakan bahasanya sendiri, dan orang Brasil tidak mesti menggunakan bahasa Perancis. Kalau orang Indonesia menggunakan bahasa nenek moyangnya dahulu, apa salahnya? Toh penamaan itu tidak mempengaruhi isi ajarannya.

    Entah kelepasan atau tidak, Gus Dur kemudian bahkan menegaskan bahwa kita tidak bisa menerapkan syariat Islam jika bertentangan dengan UUD 45. Pertanyaannya, apakah agamanya : Islam atau Indonesia? Siapakah Rasul yang ditaatinya : Muhammad saw. atau para penyusun UUD 45 itu? Mengapa seorang Gus bisa memberi harga yang demikian rendah terhadap agamanya sendiri? Entahlah.

    Berikutnya, sang narasumber menegaskan bahwa standar moralitas berubah dari waktu ke waktu dan bisa juga berlainan di masing-masing tempat. Menurutnya, apa yang dianggap tidak senonoh di masa lalu bisa jadi wajar di masa sekarang. Selain itu, apa yang dianggap cabul di suatu tempat bisa jadi hanyalah sebuah tradisi yang wajar bagi yang lainnya.

    Pertanyaannya sekarang : jujurkah mereka yang mengatakan bahwa standar moralitas itu telah berubah? Pertama, apa betul mereka tidak merasa terangsang sedikit pun melihat pengumbaran aurat di tempat-tempat umum di masa sekarang ini? Hanya sekedar kata-kata dari lidah tidak bisa menjamin apa-apa. Siapa pun bisa berbohong dengan mengatakan dirinya tidak terangsang agar kaum perempuan tidak ragu lagi untuk menambah rangsangan itu. Seharusnya kita menggunakan lie detector.

    Kedua, apa betul standar moralitas berubah? Pornoaksi sudah ada sejak dahulu kala, tidak ada yang berubah. Tari-tari erotis sudah ada sejak dahulu kala. Pelacuran sudah ada sejak jaman para Nabi, dan homoseksualitas juga sudah ada, paling tidak sejak jaman Nabi Luth as. Dan sejak dahulu pula, semua hal tersebut sudah merongrong kehidupan manusia. Jadi, kata siapa standar moralitas telah berubah?

    Ketika bicara tentang sastra Islam, lagi-lagi Gus Dur gagal membedakan antara ‘sastra Islami’ dengan ‘sastra yang dibuat oleh sastrawan yang beragama Islam’. Ia menceritakan sebuah novel karangan Naguib Mahfouz yang bercerita tentang pergulatan batin seorang pelacur. Menurut Gus Dur, sastra itu jelas tidak bisa dianggap sebagai sastra non-Islam karena jelas-jelas penulisnya adalah Muslim. Sudah jelas dimana kekeliruannya, bukan?

    ‘Kenakalan’ Gus Dur yang paling parah adalah ketika ia menyebut Al-Qur’an sebagai kitab yang paling porno. Begini cetusnya : “Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…”

    Pertama, masalah menyusui anak bukanlah perkara cabul. Kalau Al-Qur’an tidak memotivasi kaum ibu untuk menyusui anaknya hingga waktu yang optimal, barangkali generasi muda umat Islam akan berkembang dengan tidak cukup baik. Apakah perkara menyusui anak harus diabaikan lantaran berkaitan dengan organ payudara? Kasihan sekali anak-anak, jika memang demikian. Untung Al-Qur’an tidak ditulis oleh Gus Dur.

    Kedua, sebenarnya Gus Dur sendiri yang menyusahkan dirinya dengan definisi cabul yang terlalu jauh. Tidak ada yang mengatakan bahwa seorang ibu yang menyusui anaknya itu telah berbuat cabul. RUU APP pun jelas tidak melarang ibu mana pun untuk menyusui anaknya. Bahkan hanya orang gila yang akan melarang peristiwa alamiah yang amat bermanfaat bagi bayi, baik dari segi medis maupun psikis tersebut.

    Ketiga, apa yang Gus Dur maksud dengan Injil? Apakah ia pernah melihat Injil yang masih asli? Umat Islam pasti beriman pada Injil, hanya saja kita tidak pernah lagi menemukan Injil yang asli. Injil yang benar pasti sejalan dengan Al-Qur’an. Kalau yang dimaksud adalah Bibel (Kitab Suci yang digunakan oleh umat Kristiani sekarang), maka kita tidak boleh menyebutnya sebagai Injil, karena Al-Qur’an dan Al-Hadits telah menegaskan bahwa umat Nasrani telah mengubah-ubah Injil menurut kehendaknya sendiri.

    Keempat, anggaplah kita menerima istilah ‘Injil’ untuk Kitab Suci umat Kristiani jaman sekarang. Apakah di sana tidak ada ayat-ayat yang berbau cabul? Saya rasa Gus Dur harus diperkenalkan pada sebuah masterpiece karya seorang ulama besar yang bernama Ahmad Deedat (semoga Allah SWT ridha kepadanya). Cukuplah buku The Choice sebagai referensi atas ‘keanehan-keanehan’ (termasuk ayat-ayat porno) di dalam ‘Injil’ tersebut.

    Berikutnya, Gus Dur mengulang sebuah pernyataan klise tentang ‘dipojokkannya’ kaum perempuan dalam masalah moralitas bangsa. Menurutnya, perempuan tidak perlu ‘dipersalahkan’ dan ‘dituduh’ sebagai oknum yang menyebabkan munculnya rangsangan bagi kaum laki-laki. Laki-lakilah yang salah karena seringkali menganggap perempuan sebagai objek seksual.

    Gus Dur lupa bahwa standar aurat untuk lelaki dan perempuan itu berbeda. Kalau kita menggunakan standar itu, maka jelaslah bahwa populasi laki-laki dewasa yang menutup aurat lebih banyak daripada populasi perempuan yang menutup aurat. Kalau Gus Dur tidak merasa terangsang, baguslah! Tapi tidak semua orang seperti itu. Aturan menutup aurat diberlakukan untuk menjaga ketertiban, bukan mendiskreditkan perempuan.

    Lalu muncullah sebuah klise yang lain : Tuhan tidak perlu dibela! Benar sekali, Tuhan tidak butuh dibela, bahkan Dia tidak membutuhkan apa-apa dari siapa pun. Seluruh umat manusia kafir atau beriman tidak akan memberikan untung atau rugi pada-Nya. Itulah kenyataanya. Akan tetapi, manusialah yang perlu melakukan ‘pembelaan’ itu. Kalau kita diam saja ketika Tuhan dihina, maka kita harus khawatir di akhirat nanti kita dimasukkan ke dalam kelompok orang-orang yang komitmennya terhadap agama lemah.

    Gus Dur juga menganggap bahwa inti ajaran kejawen itu sama dengan Islam. Pernyataan ini tidak ilmiah karena tidak mengandung bukti apa pun. Lagi pula, kesamaan inti ajaran saja belum bisa memenuhi syarat di hadapan Allah. Kalau Allah telah menetapkan syariat yang diridhai-Nya, lalu bagaimana? Apakah kita masih merasa bebas menjalankan agama dengan selera kita masing-masing? Apakah ketetapan Allah bisa diubah dengan kesepakatan manusia? Betapa lemahnya Allah di mata Anda, Gus!

    Melihat betapa lucunya tokoh yang satu ini, kita bisa meramalkan bahwa JIL masih akan menjadikannya sebagai narasumber di masa depan. Sebagaimana Gus Dur, JIL pun penuh dengan dagelan. Karena itu, tidak usah ditanggapi dengan terlalu serius. Santai dan tertawa sajalah. Tapi jangan lupa di-counter ya…

    wassalaamu’alaikum wr. wb.

  20. Assalamualaikum.
    Salam damai semua, smg Fpi tetap jaya dan menguasai indonesia, krn jika tdk ada yg membela islam lg yg utuh, maka tunggulah laknat Allah, sbgmana Allah telah melaknat dan menghancurkan kaum2 terdahulu.
    He he moga moga indonesia itu damai royo2 ya!
    Jika km melihat kemungkaran maka cegahlah dg tanganmu, jk tdk mampu dg lisanmu, jk tdk mampu jg dg hatimu, dan itulah selemah2 iman.
    Tp kalo ada orang mencegah kemungkaran. Terus tdk senang kan kebalikannya, he he alias no faith kali ye. . . .

  21. Wah saya sangat setuju….bungkam saja orang gila yang bemata satu itu, bungkam mulutnya aja, kan matanya udah rusak. ngakunya islam, tapi perilakuya seperti anjing laknatullah. Bagi para pendukung orang gila ini, emang kalian siapa ??? ngga penting banget kali…saya yakin kalau anda (gus dur) tidak bertaubat maka tunggu aja azab yang akan menimpa anda.
    Hidup FPI , TERKUTUKLAH SI IDIOT MATA SATU.

  22. Gus dur banyak memberikan sumbangsih bagi bangsa kita. selain itu Gus Dur lah yang menaikkan derajat dan kesejahteraan pesantren-pesantren di indonesia. Untuk orang-orang tidak suka sama Gus Dur bacalah buku-buku dan artikelnya, kemudian baru kasih komentar. Gus Dur merupakan cucu dari Waliyullah Hasyim Asyarie, tidak mungkin cucu seorang Haysim Syarie pasti tidak benar. Gus Dur orang tercerdas di Indonesia dan dia merupakan Ulama yang mempunyai kemampuan politik luar biasa.

  23. Gusdur pernah usul untuk membubarkan parlemen (DPR).
    Sekarang lihat apa yang dilakukan oleh DPR yang (katanya) terhormat itu!!! Rasanya sangat pantas jika mereka dibubarkan saja!!!

    Gusdur memberhentikan SBY sewaktu dia (SBY) masih duduk di Kabinet Gusdur.
    Sekarang lihat SBY dalam memimpin negara ini (yang “kabarnya” dipilih dan dicintai oleh 60% penduduk negara ini)!!! Rasanya sangat pantas jika sebaiknya SBY diberhentikan saja!!!

    Habib Rizieq…. FPI???
    Ramadlan tahun ini, masih banyak tempat mesum yang buka dengan terang²an. Salah satunya Hotel Travel!!! Kenapa tidak disweeping / dibubarkan!!! Karena tidak tahu? Atau karena banyak “orang penting” di situ? Atau karena sudah bayar upeti???

  24. he..he..he..mari bubarkan FPI dan sejenisnya, serta berangus aksi2 yang ingin memurnikan agama…” AGAMA ITU CANDU…!!!!”

News Feed