“RUMAH TUHAN”

Kalau tidak bisa tinggal di rumah, tinggallah di kontrakan, paviliun, rumah petak atau kosan. Ssmuanya bisa dikategorikan rumah. Kalau tidak sanggup bayar biaya kos, bisa menumpang tinggal sementara di rumah kerabat atau teman.

Yang pasti, “rumah Tuhan” tak tercakup dalam pengertian sejati “rumah”, karena sebutan itu adalah metafora. Andai pengertian rumah bagi masjid memang sejati, tetap tak layak diijadikan rumah oleh siapapun, karena itu adalah rumah Dia. Itulah “rumah-rumah yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang”. (QS. An-Nur: 36). Disebut “rumah Allah” karena di situlah nama-nama agungNya disebut dan dikumandangkan.

Mungkin sebagian pecandu parade ibadah tak memahami perbedaan makna primer dan makna sekunder alias metafora tapi tak tahan melihat mike dan kebelet ceramah.

Secara umum, rumah adalah bagunan beratap, berdinding dan berpintu yang didirikan tempat tinggal. Begitulah kira-kira definisinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed