Rusia Kirimkan Paket Kedelapan Bahan Bakar Nuklir ke Iran

Iran menerima pengiriman bahan bakar nuklir terakhir untuk instalasi nuklir Bushehr dari Rusia. Perusahaan produksi dan pengembangan energi nuklir Iran, menambahkan, dengan sampainya pengiriman bahan bakar ini, keseluruhan baban bakar istalasi nuklir Bushehr mencapai 82 ton.

Instalasi ini tengah dalam pengoperasian dan sesuai rencana intalasi ini akan menyuplai aliran listrik di Iran 500 megawatt pada musim panas mendatang. Tehran berencana memproduksi 20.000 ribu megawatt listrik dalam jangka 20 tahun.

Sebagai anggota Taktat Non Proliferasi Nuklir (NPT), Iran berhak memiliki teknologi produksi bahan bakar nuklir sendiri, oleh karena itu Tehran merencanakan untuk memenuhi sendiri sebagian kebutuhan bahan bakar instalasi nuklirnya dengan menggunakan fasilitas dan teknologi dalam negeri. Sementara itu AS dan sejumlah negara Eropa berusaha menggulirkan resolusi anti-Iran, meski fakta membuktikan status damai nuklir Tehran. Zalmay Khalilzad, wakil AS di PBB mengklaim penyelidikan tim investigasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang program nuklir Iran sia-sia belaka. Adapun DK PBB tengah berusaha merilis kembali resolusi tentang penangguhan pengayaan uranium. Menyikapi pidato Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki di Konferensi Davos, Swiss, yang meminta agar Kelompok 5+1 bersabar untuk tidak mengeluarkan resolusi anti Iran, hingga setelah keluarnya laporan Muhammad ElBaredei, Dirjen IAEA, Khalilzad mengatakan, tidak peduli apa pun hasil penyelidikan tim investigasi IAEA, selama Tehran tidak menghentikan program pengayaan uraniumnya dan menjalankan resolusi DK-PBB, maka Tehran akan terus menghadapi tekanan DK-PBB.

Sementara itu draf resolusi ke tiga anti-Iran rencananya hari ini akan dikaji anggota DK-PBB. Koran Washington Post dalam analisa tendensiusnya menulis, AS mengharapkan ratifikasi resolusi ini akan merugikan pendukung Presiden Iran , Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilu kali ini. Di lain pihak, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, saat bertemu dengan George Bustin, Duta Besar baru Hongaria untuk Tehran, mengatakan, resolusi DK PBB sebelumnya terhadap Iran adalah ilegal dan irasional serta atas desakan AS. Ditegaskannya, jika Washington menilai resolusi ketiga dapat mempengaruhi pemilu di Iran, maka prediksi Gedung Putih adalah keliru. (irib, Monday, 28 January 2008 )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed