Sang Provokator Sektarian

dulaimi.jpg

Dalam sebuah surat yang dirilis pada Senin (12/8), Adnan al-Dulaimi, politikus senior Suni Irak dan pemimpin Majelis Umum Rakyat Irak, salah satu komponen utama Fron Persatuan Irak (Iraqi Accord Front, atau Tawafuq Front)—sebuah koalisi besar blok Suni di parlemen Irak—menuding Iran mensponsori milisi-milisi Syiah Irak dan merencanakan “genosida” terhadap Suni Arab .

Meski bukan yang pertama, pernyataan kali ini terasa begitu kasar ketika al-Dulaimi menyebut para “Safawi”—terminologi kaum Salafi ekstrimis dalam menyebut Syiah non Arab (Iran)—tengah mengancam rezim-rezim Arab Timur Tengah. “Ini adalah perang yang telah dimulai di Baghdad, dan mereka tidak akan berhenti tetapi akan menyerbarluaskannya ke seluruh negeri-negeri Arab,” tulis al-Dulaimi dalam surat itu seraya menyerukan negara-negara Arab di kawasan untuk berperang menghadapi para “Safawi” dan antek-anteknya di Irak.

Al-Dulaimi bukanlah pemain baru dalam hal lontar-melontar provokasi sektarian. Bahkan, pada April 2007, Mahkamah Agung Irak meminta Dewan Perwakilan Iran untuk mencabut hak imunitas parlementer dari al-Dulaimi hingga ia bisa diperiksa seputar beberapa kesaksian, yang menyatakan bahwa al-Dulaimi telah memerintahkan pembunuhan dan pengusiran sektarian di barat Baghdad . Tuduhan tersebut sejauh ini belum dapat dibuktikan karena hak imunitas atas al-Dulaimi belum juga dibatalkan.

Al-Dulaimi juga terkenal sangat anti-Iran. Pada awal 2007 di Brussels, al-Dulaimi bersama sejumlah politisi Tawafuq Front lainnya bertemu dengan perwakilan Mujahidin Khalq Organization (MKO), sebuah kelompok separatis Iran yang masuk dalam daftar hitam “teroris” Amerika Serikat dan Uni Eropa . Dalam pertemuan itu, Khalaf al-Alayan, sekutu dekat al-Dulaimi dari faksi Majelis Dialog Nasional Irak, bahkan menyebut MKO sebagai “saudara-saudara kami”.

Selama provokator sektarian masih gentayangan di Irak, nampaknya masa depan Irak yang damai makin jauh.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Yang harus digarisbawahi di sini bukan “Suni”, tetapi “Arab”. Tetapi apapun, fanatisme macam ini lebih mirip ungkapan2 fasisme ala Hitler, bikin pegel.

News Feed