SANGKA BAIK YANG SALAH DAN SANGKA BURUK YANG BENAR

Menyangka adalah aksi pikiran. Saat diekspresikan berupa pengucapan dan penulisan ia bisa dianggap penghargaan bila baik dan benar juga bisa dianggap sebagai penuduhan bila buruk dan salah. Karena itu sangka harus baik juga benar. Dan sebuah sangkaan bisa dianggap buruk bila terbukti salah.

Sebagian dugaan itu berpahala karena 1) Bila dugaannya baik, dan yang diduga baik terbukti baik, maka itu sama dengan menyebarkan kebaikan. 2) Bila dugaannya buruk, dan yang diduga buruk terbukti buruk, maka itu sama dengan mencegah keburukan.

Kadang sangka baik tanpa kewaspadaan adalah sangka baik yang salah. Kadang sangka buruk yang didasarkan pada bukti-bukti kuat adalah sangka buruk yang benar, karena sebagian sangka itu berdosa dan sebagian lain berpahala.

Ada dua macam sangka, horisontal dan vertikal. Berikhtiar adalah salah satu bukti sangka baik horisontal yang benar karena bersumber dari sangka baik kepada manusia. Berdoa adalah salah satu bukti sangka baik vertikal karena bersumber dari sangka baik yang benar kepada Tuhan. Dengan kata lain, sebagian sangka baik dan sebagian sangka buruk bersifat horisontal dan bersifat vertikal.

Sangka baik yang benar adalah yang besih dari penuduhan tanpa bukti dan diungkapkan dengan cara yang benar. Sangka buruk yang salah adalah yang ternoda dengan penuduhan tanpa bukti dan diungkapkan dengan cara yang salah.

Curiga sebagai sikap waspada bukanlah sangka buruk bila tidak diungkap dalam perkataan dan tidak disertai dengan penyebutan spesifik.

Secara umum, sangka baik yang benar dan sangka buruk yang salah memberikan efek-efek sebagai berikut:
1. Sangka baik mengurangi lawan. Sangka buruk mengurangi kawan.
2. Sangka baik menuai apresiasi. Sangka buruk mengundang klarifikasi.
3. Sangka baik memperbaiki diri. Sangka buruk memperburuk diri.
4. Menyebarkan dugaan buruk yang belum terverifikasi bukan hanya sangka buruk yang salah tapi fitnah, meski tak disadari.
5. Menyangka orang lain bersangka buruk terhadapnya adalah sangka buruk ganda.

Menanggapi desas desus atau info yang simpang siur, berdiam adalah langkah awal yang aman dan menyehatkan. Bila peduli terhadap kemungkinan efek baik atau buruknya atau penasaran, kumpulkan data-data valid dan bersiaplah lelah guna mempertanggungjawabkan sikap. Bila ingin hidup tenang dan menyibukkan diri dengan agenda-agenda yang anda prioritaskan, abaikan. Sikap paling bijak adalah mempertemukan dua pihak yang berselisih sekaligus mendamaikan dengan menyadarkan keduanya tentang kesamaan-kesamaan prinsipal dan dampak buruknya dalam skala yang sangat luas dengan tetap menegaskan asas kebenaran.

News Feed