SATU LAWAN BANYAK

Banyak orang menilai sesuatu dari yang partikular. Sedikit orang menilai sesuatu dari yang universal.
Banyak orang menilai sesuatu dari akibat. Sedikit orang menilai sesuatu dari sebab.
Banyak orang menilai sesuatu dari “siapa”. Sedikit orang menilai sesuatu dari “apa”.
Banyak orang menilai sesuatu dari simbolnya (atribut, nama dan sebagainya). Sedikit orang menilai sesuatu dari substansinya.
Banyak orang menilai sesuatu dari yang konkret. Sedikit orang menilai sesuatu dari abstrak.
Banyak orang menilai sesuatu dari tujuannya. Sedikit orang menilai sesuatu dari caranya.
Banyak orang menilai sesuatu dari tujuannya. Sedikit orang menilai sesuatu dari caranya.
Banyak orang menilai sesuatu dari kata. Sedikit orang menilai sesuatu dari makna.
Banyak menilai sesuatu dari kegunaan (utilitas) Sedikit orang menilai sesuatu dari kebenaran (validitas) nya.
Banyak orang menilai sesuatu dari sumbernya. Sedikit orang menilai sesuatu dari muaranya.
Banyak orang menilai sesuatu dari kemunculannya. Sedikit orang menilai sesuatu dari prosesnya.
Banyak orang menilai sesuatu karena tidak memahaminya. Sedikit orang menilai sesuatu karena memahaminya.
Banyak menilai sesuatu dari kuantitasnya. Sedikit orang menilai sesuatu dari kualitasnya.
Banyak orang menilai sesuatu karena info yang diterimanya. Sedikit orang menilai sesuati karena info dicari (dan diperoleh)
Banyak orang menilai sesuatu dari opini tentangnya. Sedikit orang menilai sesuatu dari faktanya.
Banyak itu relatif. Satu itu mutlak.
Banyak itu lemah. Satu itu kuat.
Banyak itu terbatas. Satu itu tak terbatas.
Banyak itu menyusul. Satu itu memulai.
Banyak itu satu. Satu itu tidak banyak.
Banyak itu akibat. Satu itu sebab.
Banyak itu komplek. Satu itu simple.
Banyak itu predikatif (kopulatif). Satu itu subisatantif.
Banyak itu bising. Satu itu hening.
Banyak itu bermula. Satu itu tak bermula.
Banyak itu terpecah. Satu itu solid.
Banyak itu berakhir. Satu itu abadi.
Banyak itu heboh. Sedikit itu datar.
Banyak itu berjarak. Satu itu integral.
Banyak itu melenakan. Satu itu menyadarkan.
Banyak itu profan. Satu itu sakral.
Banyak itu berbagi. Satu itu membagi.
Banyak itu ragawi. Satu itu ruhani.
Banyak itu immanen. Satu itu transenden.
Banyak itu (dari) satu. Satu itu tidak (dari) banyak
Banyak itu kita. Satu itu Dia.
Banyak itu dependen. Satu itu independen.
Banyak itu persepsi. Satu itu iman.
Banyak itu mazhab. Satu itu Islam.
Banyak itu hushuli (representatif). Satu itu hudhuri (presentatif).
Banyak itu saintifik. Satu itu teosofik.
Banyak itu kompetisi. Satu itu supremasi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed