SATU TITIK KECIL

Berbicara tentang sesuatu yang positif akan berefek positif bila bebas dari tendensi negatif seperti menyelipkan kata yang terkesan memvonis orang lain seolah tak memikirkan dan tak melakukan seperti yang kamu pikirkan dan lakukan.

Tak mengetahui dan tak menemukan seseorang melakukan perbuatan yang kamu anggap baik bahkan penting tak berarti tak ada yang melakukannya. Satu orang hanyalah sebuah titik kecil di tengah bilayaran titik di kanvas alam.

Taburkan ajaran kebaikan tanpa menduga orang lain tak melakukannya dan tanpa memberi kesan bahwa anda telah melakukannya hanya dengan menulis atau menyebarkannya.

Ungkaplah kebaikan dan sebarkan kebijakan tentang sesuatu yang nyata telah kau laksanakan dengan kejujuran tanpa mencemooh kebaikan orang lain yang mungkin belum mencapai tingkat kebaikanmu dan tanpa secuilpun keinginan dianggap oleh orang lain bahwa kamu telah melaksanakannya.

Sekadar menyampaikan dan menyebarkan berita atau inisiatif baik tak niscaya telah melaksanakannya meski mungkin banyak orang menyangka penyampai kebaikan telah melaksanakannya sebelum menyampaikannya, karena mereka selalu mendahulukan sangka baik.

Lakukanlah apapun yang kamu pastikan baik bahkan penting tanpa disertai vonis, klaim keunggulan moral dan tendensi meremehkan siapapun. Sesuatu dianggap baik secara paripurna bukan karena aspek konkretnya namun juga karena aspek abstraknya, alias pikiran dan tendensi pelakunya.

Sebarkanlah kebaikan karena itu kesempurnaan, bukan karena kau mengira tak ada yang melakukannya sebelummu, bukan karena mencari alasan merendahkan atau karena ingin mencibir orang-orang yang terlihat tak melakukannya. Berbuat baik tak lebih sulit dari berpikir baik.

Jangan memanerkan kedermawanan di hadapan siapapun dengan kedok alasan bersyukur atau alasan demi memancing orang lain untuk meniru kedermawananmu. Pahala kedermawanan takkan sepadan dengan dosa kesombongan, yang bersyarat merendahkan orang lain.

Jangan menyindir orang lain demi merendahkannya di hadapan publik dengan dalih menegurnya dan menyuruhnya meninggalkan keburukan atau mendorongnya melakukan kebaikan seolan kamu memantau hidupnya dalam kebersamaan dan kesendirian.

Jangan pernah merasa lebih baik dari semua orang yang kamu kenal karena mereka tak merasa perlu melaporkan kebaikan-kebaikannya kepadamu dan orang lain agar ditetapkan sebagai baik seolah kamu adalah jurinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed