Sayap Kanan Kritik Menlu Swis Pakai Jilbab selama di Iran

2008_04_03_20080403094501_photo10011.jpg

Telivisi al-alam melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Swis Micheline Calmy-Rey Kamis (03/4/2008) menangkis kritis-kritik yang dilancarkan pihak Amerika Serikat, Isarel dan para politisi sayap kanan Swis.

Menurutnya, negaranya berhak mempertahankan kepentingan strategisnya dan hubungannya yang sangat baik dengan Iran.

Kritik Amerika terkait dengan kesepakatan kedua negara tentang pembelian gas Iran oleh Swis. Seorang pejabat Gedung Putih menyesalkan perjanjian itu karena itu berarti mengabaikan sanksi PBB yang diprakarasai Amerika. “Investasi di Iran saat ini tidak tepat,” katanya.

Yang menggelikan, para pendukung sayap kanan Swis mengkritiknya bukan karena perjanjian soal pembelian gas Iran, namun karena menteri perempuan itu mengenakan jilbab, pakaian dengan kepala tertutup, yang merupakan aturan konstitusional dan protokoler bagi pejabat wanita tamu yang berkunjung ke Iran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Dari sisi politik ini sangat penting sebagai “ice breaker” embargo, keikutsertaan negara eropah dan amerika lain dengan dalil kepentingan ekonomi adalah sebuah keniscayaan, sekaligus menunjukkan kerjasama akal sehat diatas aliansi “kebencian”

  2. Ya, itulah amerika,, yang sok berkuasa,, saya kira memang pada dasarnya amerika menginginkan kejelekan pada setiap “musuh”nya,, dan untuk iran sendiri dan swis,, kerjasama yang demikian sangat penting, karena ini menyangkut hak negara swiss untuk melakukan hubungan diplomatik,, mengenai PBB, sama aja karena pada dasarnya PBB itu “antek” amerika biang keladi perang…..

News Feed