SBY Memecah PAN Lewat Hatta Rajasa?

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu legislatif lalu tampaknya belum bisa memuaskan Susilo Bambang Yudhoyono yang akan dicalonkan PD sebagai presiden. Itu sebabnya, serangan untuk memecah belah partai-partai yang akan menjadi pesaingnya masih terus berlanjut.

“Kita sekarang melihat SBY tampaknya menggunakan Hatta Rajasa yang memang punya kedekatan khusus untuk memecah belah Partai Amanat Nasional,” ujar Direktur Eksekutif Pendidikan Pemberdayaan Anak Bangsa Santoso Arif Prihandoyo di Jakarta, Senin (20/4).

Menurut Santoso, Hatta Rajasa yang duduk di MPP PAN bersama tokoh pendiri PAN Amien Rais tampaknya berhasil melobi sejumlah pengurus DPW PAN untuk hadir di rumah Amien Rais dan menghasilkan keinginan untuk memunculkan Hatta Rajasa.

“Ini jelas permainan di luar partai yang menzalimi PAN sebagai partai, dan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir yang selama ini memang sudah berjuang untuk membesarkan PAN,” ujarnya.

Menurut Santoso, kalaupun hasil pemilu legislatif dipakai sebagai ukuran kegagalan, ternyata tidak terbukti karena PAN di bawah Soetrisno Bachir berhasil mempertahankan suara, bahkan masih terbuka kemungkinan untuk memperoleh tambahan kursi sehingga perolehan kursinya lebih besar ketimbang periode sebelumnya.(kompas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. lah bukannya dulu kalo pemilihan ketua umum mau fair yg menang itu Hatta bukannya Pak sutrisno..Kalau saja Pak Amin tdk campur tangan maka kemenangan mutlak ada di hatta bukan pak sutrisno.

    Kalo sekarang pak sutrisno mau dilengserkan sebenarnya sih ini tergantung Pak AR juga,..
    yg jadi pertanyaan adalah kenapa lokomotif demokrasi 98 kok jadi begini..?
    tanya knp ?…Apa krn sudah tdk nurut lagi ?

  2. lah bukannya dulu kalo pemilihan ketua umum mau fair yg menang itu Hatta bukannya Pak sutrisno..Kalau saja Pak Amin tdk campur tangan maka kemenangan mutlak ada di hatta bukan pak sutrisno.

    Kalo sekarang pak sutrisno mau dilengserkan sebenarnya sih ini tergantung Pak AR juga,..
    yg jadi pertanyaan adalah kenapa lokomotif demokrasi 98 kok jadi begini..?
    tanya knp ?…Apa krn sudah tdk nurut lagi ?

  3. As
    s. wr.
    wb
    Saya setuju bahwa ada tim yang bekerja “keras” memecah partai-partai politik pasca pileg. Saya melihat hal ini biasa saja dalam politik. Yang dikhawatirkan adalah jika skenario ini ditunggangi oleh pihak luar bagsa tercinta ini, yg membuat kita semua terbebani dengan berbagai macam konsekuensi konsekuensi yg harus dipikul oleh rakyat. Dan kita bisa lihat sekarang kualitas elite2 politik bangsa ini dgn jelas.

    Untuk Bapak Amien Rais yg dilobi oleh Hatta, kalaupun itu benar, maka kita tunggu manuver-manuver berikutnya dari beliau. Saya kira tokoh Reformasi itu mencari jalan yg tepat utk memperbaiki bangsa ini, saya yakin itu. Toh beliau menyatakan AKAN MENGUSULKAN…. artinya masih dalam tataran mungkin
    Wassalam
    FSM

  4. As
    s. wr.
    wb
    Saya setuju bahwa ada tim yang bekerja “keras” memecah partai-partai politik pasca pileg. Saya melihat hal ini biasa saja dalam politik. Yang dikhawatirkan adalah jika skenario ini ditunggangi oleh pihak luar bagsa tercinta ini, yg membuat kita semua terbebani dengan berbagai macam konsekuensi konsekuensi yg harus dipikul oleh rakyat. Dan kita bisa lihat sekarang kualitas elite2 politik bangsa ini dgn jelas.

    Untuk Bapak Amien Rais yg dilobi oleh Hatta, kalaupun itu benar, maka kita tunggu manuver-manuver berikutnya dari beliau. Saya kira tokoh Reformasi itu mencari jalan yg tepat utk memperbaiki bangsa ini, saya yakin itu. Toh beliau menyatakan AKAN MENGUSULKAN…. artinya masih dalam tataran mungkin
    Wassalam
    FSM

News Feed