SEKILAS TENTANG SALAF

Bila salaf wajib dipatuhi seperti Nabi, maka hanya ada 2 opsi; 1. Salaf dinaikkan setingkat Nabi; 2. Nabi diturunkan setingkat salaf.
Mereka menganggap agama hanya direpresentasi oleh salaf (dalam pengertian terbatas mereka) dan menganggap agama tidak diukur dengan logika.
Bila ditetapkan bahwa orang-orang terdahulu adalah generasi terbaik lalu secara gradual menurun ke generasi setelahnya, berapa presentase kebaikan generasi kini?
Problema keyakinan dan epistemologi tidak bisa diselesaikan hanya dengan “adalah”, “jalan ini adalah yang terbaik”. Perlu lebih dari sekedar predikasi.
Kebenaran tidak diukur dengan arah angin (Timur dan Barat dan sebagainya) juga tidak dipatok dengan daur waktu (dulu dan sekarang). Hanya karena lebih dulu hidup tak niscaya lebih baik.
Penetapan bahwa orang yang terdahulu (salaf) lebih baik & wajib diikuti orang yang hidup setelahnya (khalaf) adalah premis invalid karena elemen subjeknya tidak faktual.
Doktrin-doktrin mereka hanya kumpulan premis “adalah” dan “harus” tanpa “karena”.
Karena doktrin-doktrin mereka bugil dari spekulasi rasional dan hanya ditawarkan dengan gaya biner approach (sehingga terkesan aksiomatik bagi yang awam epistemologi).
[ads1]

 
Orang-orang yang belum lahir dan hidup belakangan (khalaf) apalagi belum beramal sudah ditetapkan tidak lebih baik dari yang sudah lahir dan hidup lebih dulu (salaf)?
Dagelan! Disini orang-orang anti nalar dan anti ayat basmalah ini bukannya dianggap sebagai kumpulan manusia intoleran, malah dianggap paling relijius.
Salaf, khalaf atau atribut mentereng apapun boleh dipakai. Tapi pandangan, karya dan prilaku adalah parameternya.
World view yang dibangun dengan penafsiran rasional teks-teks suci dan traktatatus bijkawan skolatik dan sufi Persia tidak cukup dihalau dengan T-Shirt sablon. https://t.co/OX5b6GUCBQ
Orang-orang yang digmborkan sebagai salaf yang harus diikuti adalah khalaf bagi generasi sebelumnya. Salaf sejati yang wajib diikuti adalah Nabi. Lalu buat apa menambah-nambah lagi?
Akan jadi negeri yang membosankan bila bangsa ini tidak mempertegas garis antara Islam dan tribalisme yang diimpor dari gurun.
Mengapa Syi’ah disesatkan? Bila Indonesia dan Iran erat, berarti 2 negara dengan penduduk Sunni terbesar & Syi’ah terbesar akan memimpin Dunia Islam.
Kreasi taqiyah sekte yang mensyirikkan karangan bunga untuk pahlawan ini cukup spektakuler, antara lain menyasar generasi muda penggemar musik rock.
Masjidnya banyak. Suara ngajinya juga merdu. Baju koko, mukena, sajadah & asesoris lainnya sudah bagus. Yang tersisa hanya sok suci dan intoleransi.
Agresi disebut jihad. Usil dibilang nahi munkar. Intoleran dianggap konsekuen. Tahlil dicap syirik. Yang bukan mereka dianggap kafir.
Anti pancasila, anggap pemerintah thaghut, syirikkan hormat bendera, tapi demi memenuhi syahwat kebencian teriak Syi’ah anti NKRI. Kurang gizi!
 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed