Pencurian Sepatu di Masjid Meningkat Selama Ramadhan

Selama bulan Ramadan, tingkat pencurian di Masjid Al-Falah mengalami peningkatan. Hal ini diketahui, setelah Polsekta Wonokromo menangkap 4 pencuri sepatu selama kurun bulan Ramadan.

“Dari keempat tersangka ini, kebanyakan mereka mengaku mengambil sepatu digunakan untuk Lebaran,” kata Kapolsek Wonokromo, AKP Nuryadi.

Dibandingkan dengan hari-hari biasa, sangat berbeda. Pencuri sepatu di masjid bisa ditangkap dalam 3 bulan sekali.

Modus-modus yang dilakukan pencuri sepatu di masjid, jelas dia, yakni, masuk ke masjid dan solat. Seusai solat, mereka langsung keluar dan menukar sepatu yang sebelumnya sudah dibawa.

Pencuri sengaja datang dan mencuri di siang hari, sebab pada bulan puasa, banyak orang beristirahat di masjid.

“Rata-rata mereka mengambil sepatu kulit yang tidak dititipkan kepada petugas jaga,” tambahnya.

Seperti yang diakui salah satu tersangka, Muniri (40) warga Sidotopo Sekolahan. Dirinya mengambil sepatu di masjid untuk membelikan baju taqwa anaknya yang ke-4. Sementara penghasilan sebagai makelar emas sehari-hari tidak mencukupi.

“Saya hanya berpenghasilan Rp 15 ribu perhari. Jadi saya tidak mampu membeli baju taqwa untuk Lebaran bagi anak saya,” tambahnya.

Duda beranak enam ini mengaku baru sekali melakukan pencurian sepatu di masjid. Rencananya, hasil curian akan dijual ke Pasar Gembong. “Saya akan menjualnya sebesar Rp 45 ribu,” tegasnya.

Sedangkan 4 tersangka lain yang berhasil ditangkap yakni, Syaiful (28) warga kencong Jember, Mat Fahri (30) asal Sampang dan Zubairi (32) warga Pasuruan.

Tersangka ini akan dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (/DetikSurabaya)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed