SELAMAT JALAN, RUDI…

Jadi pencipta produk teknologi penting dan ilmuwan berkaliber internasional tak semudah jadi politikus, meski faktanya politikus memutus cita-cita besarnya untuk bangsa ini.

Reformasi mencetak banyak politikus dadakan tanpa komitmen ideologis tapi mengikuti pasar suara euforia musiman tapi krisis ilmuwan dan bijakawan.

Dia harus menerima dengan legawa meski sedih demokrasi angin-anginan yang tak selalu logis dan etis. Dia memang bagian dari rezim Orba tapi bukan karena kolusi dan nepotisme.

Kita sedih bukan hanya karena kepergiannya tapi karena politik kepentingan telah membuat banyak cita-cita besarnya untuk kemajuan bangsa ini tak terwujud.Justru bangsa lain mengabadikan kejeniusannya.

Gaya bicara, mimik wajah, gerak mata, bahasa tubuh dan pandangan cermerlang, kejeniusan serta prestasinya dalam ilmu pengetahuan dan kepemimpinan negara merupakan kombinasi komplit sosok sederhana, rendah hati, cerdas dan relijius moderat.

Tak hanya itu, dia menjadi prasasti cinta yang orisinal dan utuh di era supramodern yang mengganti esensinya dengan sederet digit dalam sistem algoritma.

Selamat jalan, Bacharuddin Jusuf Alwi Habibie…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed