Adios, Castro…!

castro_2.jpg

Saksi Perang Dingin dan musuh Kapitalisme, Fidel Castro, mengundurkan diri dari jabatan presiden Kuba, setelah berkuasa hampir 50 tahun.

Seperti dilansir Kantor Berita AFP dari Havana, dalam suratnya yang dipublikasikan oleh situs Granma tertanggal 18 Februari, Castro menulis, dirinya tidak tertarik untuk menjabat lagi Presiden Dewan Negara dan panglima militer Cuba. Rencananya parlemen Cuba pada 24 Februari mendatang akan memilih anggota Dewan Negara, instansi tertinggi di dewan legislatif negara ini.

Venezuela dan Bolivia, Selasa (Rabu WIB), mengucapkan salam perpisahan kepada Fidel Castro, pria yang memberikan inspirasi terhadap perjuangan dan “revolusi” mereka, setelah pemimpin Kuba itu mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden.

Castro, 81 tahun, telah mencapai misinya, kata Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicolas Maduro, kepada stasiun televisi, Telesur, saat ia berkunjung ke Buenos Aires.

Keputusan pemimpin Kuba tersebut membuka satu proses dalam tatanan revolusi bagi negaranya,” kata Menteri Penerangan Venezuela, Andres Izarra, dalam siaran radio.

“Kami mengirim pelukan untuk mu dari sini, Fidel,” kata Izzara, seperti dilaporkan AFP.

Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang memiliki hubungan sangan dekat dengan Castro, tidak segera memberikan reaksi segera atas berita temannya dan juga sekaligus mentornya yang mengundurkan diri.

Venezuela, sama halnya dengan Kuba juga anti-Amerika mulai sejak di bawah kepemimpinan Chavez, membantu menyelamatkan ekonopmi Kuba dengan memasok 92 ribu barel minyak per hari.

Presiden Bolivia, Evo Morales berkata :”Bagi saya sungguh satu hal yang menyakitkan mengetahui bahwa presiden, komandan (panggilan kesayangan buat Castro dari kalangan dekatnya) telah meminta parlemen agar membebaskan dirinya dari urusan kepresidenan.

“Saya merasa banyak belajar tentang berbagai hal dari dirinya, yaitu bekerja dengan tujuan bersatu dan saling solidaritas.

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula yang mengunjungi Castro pada 15 Januari lalu menyambut baik keputusan Castro yang dianggapnya sebagai sahabatnya.

“Fidel adalah satu-satunya legenda hidup dari sejarah kemanusiaan ia telah membuat keputusan dan saya yakin akan membawa kebaikan bagi Kuba kata Lula kepada insan pers.”

Lula juga menambahkan bahwa seluruh rakyat Brazil merasa “bahagia” karena proses pergantian pemimpin di Kuba berjalan dengan damai dan tenang.

“Proses damai dan tenang itu sangat penting bagi kawasan Amerika Latin dan proses itu berjalan damai dengan inisiatif Fidel sendiri.

Comment

Leave a Reply to Frodo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. The Most I like from the old man, just say “No!!” to Amerika.

    Wha’da friendly he is …
    At least Amerika retrieved something (which is nothing) from him.
    How the hell he spend all this years with keep sayying NO. Well …
    Miss kind a guy …

News Feed