Dahsyat! Setelah Luncurkan Satelit, Iran Akan Resmikan Bursa Minyak Non Dolar

Keinginan Iran menjadi salah satu superpower nampaknya bukan hanya sesumbar. Iranian Oil Bourse (IOB), tempat transaksi minyak, petrokimia, dan gas dalam berbagai mata uang non-dolar, yang lama dinantikan akan segera dibuka oleh pemerintah Iran. Beberapa ahli yakin bahwa peluncuran IOB akan semakin mendevaluasi dolar.

Menteri Keuangan Republik Islam Iran, Davoud Danesh-Jafari, mengatakan kepada para wartawan bahwa IOB akan diresmikan pada awal Februari sekaligus menandai peringatan Revolusi Islam ke-29.

IOB berlokasi di Kish, sebuah pulau di Teluk Persia, yang ditetapkan Tehran sebagai “zona perdagangan bebas”.

Setelah beberapa kali mengalami penundaan sejak 2005, jika peluncuran kali ini terjadi, maka bisa dipastikan bahwa IOB akan membentuk satu-satunya jenis minyak mentah yang diperdagangkan dengan mata uang non-dolar. Tiga jenis minyak mentah lainnya yang diperdagangkan di dua bursa ternama dunia, New York Mercantile Exchange (NYMEX) di New York City dan International Petroleum Exchange (IPE) di London menggunakan dolar sebagai alat transaksi.

Sebelumnya, pada Maret 2007, Zhuhai Zhenrong Crop., pembeli terbesar minyak mentah Iran asal Cina telah mulai membayar minyaknya dengan euro alih-alih dolar. Pada September 2007, giliran Japan’s Nippon Oil yang sepakat membayar minyak Iran dengan yen.

Tak ayal sebagian pengamat perminyakan menilai bahwa dibukanya IOB akan semakin menjatuhkan nilai dolar yang kini sudah terpuruk.

Namun bagi Chris Cook, mantan direktur International Petroleum Exchange (IPE) asal Inggris yang terlibat membuatkan cetak biru IOB bagi Iran, mengatakan bahwa mata uang bukanlah pertimbangan utama dalam pembentukan IOB meskipun jelas bahwa bursa itu akan sepenuhnya meninggalkan dolar.

Yang lebih penting adalah konsepnya. IOB memiliki konsep yang baru di dalam pasar minyak walaupun konsep ini sudah beroperasi dalam bidang-bidang yang lain. Para pembeli dan penjual akan berhubungan via internet di dalam pasar yang beroperasi per-to-peer. Tidak akan ada perantara perdagangan, seperti bank-bank investasi, yang seringkali mengambil keuntungan yang besar.

Sementara harga minyak global ditentukan oleh permintaan dan penawaran, Cook percaya bahwa struktur yang ditawarkan IOB akan menghilangkan sebagian besar ketidakpastian harga yang disebabkan oleh kombinasi beracun dari spekulasi dan manipulasi pasar para perantara perdagangan.[icc-jakarta Selasa, 05 Pebruari 2008]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments

  1. Tamat sudah US $$$$$$$, kalau mau tidak tamat dolarnya, ganti gambarnya kepala suku Apache atau Sioux……. he he he

  2. Saatnya Umat Islam bersinergi dengan entry point berbasis “Strategic Planning” pada semua aspek kehidupan. Iran di tengah carut marutnya wajah perpolitikan dunia Islam, bisa menjadi harapan membangkitkan Izzah Muslim secara global. Ketika Israel, didukung dengan setia oleh kekuatan Strategi Global USA yang terobsesi mewujudkan “Novus Ordo Seclorum”, maka Islam tampil sebagai “Rahmatan lil alamin”. Persatuan adalah kunci sukses. dengan ragam perbedaan dalam tubuh umat Islam, merupakan INCARAN UTAMA dan ABADI untuk mengadu domba yang berujung pada kelemahan dan ketidakberdayaan “Islam” di mata dunia. Wassalam !

  3. Alhamdulillah, maju terus bangsa Islam, Semoga umat Islam diridhoi dan dilindungi Allah SWT. Amin.

  4. Tahun 2009 ini saatnya kaum muslimin negeri ini merenung guna memilih pemimpin Muslim yang sebenarnya jangan sampai salah pilih lagi Insya Allah janjiNya akan segera diturunkan di bumi yang kaya ini. Aamien

    Tapi siapa ya……?

  5. Wah Bagus tuu ..Iran yang telah buat terobasan dan inovasi baru. Kita perlu mencontahnya buat inovasi bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, karena merosotnya dollar sangat berdampak pada ekonomi kita.

  6. Hidup Iran, maju terus pantang mundur dan jangan pernah loyo hadapi USA n sekutunya!!!
    Buat Indonesia mending duduk manis aja, nonton aksi2 yang dilakukan Iran.. kan cuma itu aja yang bisa dilakukan Indonesia!!!
    Sayang seribu sayang, Indonesia yang komunitas Islam terbesar didunia cuma bisanya nonton dan mengomentari aja…….

News Feed