SETIAP ORANG BISA JADI GURU

Kita perlu meluaskan pengertian “guru” agar dapat bersikap adil dan apresiatif terhadap jasa baik sesama. Ada dua tipe guru, yaitu guru; profesional dan non profesional.

Guru profesional adalah orang yang mempunyai profesi dengan semua syarat dan rincian nya sebagai penyampai pengetahuan.

Guru non profesional adalah Siapapun yang menyampaikan info tentang apapun yang benar, baik dan bermanfaat.

Bila disebut “menyampaikan”, maka harus memuat unsur-unsur pentingnya, yaitu subjek atau pihak yang memberikan, objek atau pihak penerima dan sesuatu yang disampaikan atau info. Agar sampai dan tersampaikan, penyampai atau pemberi dan penerima harus melaksanakan tugas masing-masing secara benar. Agar tersampaikan, diperlukan beberapa syarat penunjang, seperti sarana, cara dan lainnya.

Ibu, ayah, teman atau siapapun tua maupun muda, laki maupun perempuan, dikenal naupun tak dikenal, berpendidikan tinggi maupun rendah, sekeyakinan maupun beda keyakinan
yang memberikan sebuah info berguna berupa ilmu, nasihat, tips, hikmah dan lainnya adalah guru. Di puncak itu semua, Nabi Muhammad SAW adalah guru petama bagi semua manusia. Ibu adalah guru pertama bagi setiap anaknya.

Sayangnya, kata dan profesi guru kerap dijadikan bahan kampanye dan isu politik yang justru dikhawatirkan bisa mereduksi esensi dan kesakralan guru karena diasosiakan dengan honor, kesejahteraan fisikal dan apapun yang takkan bisa mengganti jasanya.

Selamat Hari Nasional Guru.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed