SHALAT 3 ATAU 5 WAKTU?

Ada 2 macam batas waktu, yaitu 1) batas dinamis yang mengikuti peredaran matahari; 2) Batas statis yang didasarkan atas penetapan.

Batas dinamis waktu shalat wajib harian adalah saat matahari terbit di timur, saat tergelincir dan saat terbenam.

Batas statis shalat wajib harian berjumlah 5.

Sebenarnya kata “Jama’ Shalat” tidaklah berarti secara harfiah. Ia muncul dalam pengertian waktu dengan batas-batas statis.

Bila waktu dimaknai secara dinamis, “jamak” (penggabungan) kehilangan makna harfiahnya, karena setiap shalat punya waktu sendiri.

Waktu shalat dhuhur dimulai stlh matahari tergelincir. Setelah melaksanakannya tibalah waktu shalat asar.

Dalam fikih Imamiyah, ada dua macam kategori waktu shalat, yaitu waktu gabungan dan waktu khusus.

Waktu gabungan, yang disebut “waqt mysytarak”, adalah waktu yang cukup untuk melakukan shalat dhuhur dan asar juga magrib dan isyak masing-masing secara berurutan.

Waktu khusus, lazim disebut “waqt khash” adalah waktu yang tidak bisa dilakukan shalat duhur dan asar juga magrib dan isya’.

Waktu khusus shalat magrib adalah saat matahari tenggelam di 4.5 derajat di bawah ufuk yang diketahui dari hilangnya mega merah di sisi hingga melewati atas kepala kita ke sisi barat.

Waktu khusus shalat isya adalah 4 menit sebelum tengah malam (kira-kira pukul 23.30)

Bila belum shalat magrib & isya pada waktu yang hanya cukup untuk 1 shalat, itulah waktu khusus isya dan anda kehilangan magrib.

Waktu khusus shalat dhuhur dimulai dari tergelincirnya matahari, yaitu setelah melewati atas kepala kita dan menimbulkan bayangan di sisi timur.

Waktu khusus shalat asar adalah waktu yang hanya cukup untuk 4 rakaat atau 2 rakaat bagi musafir sebelum tiba waktu magrib.

Bila belum shalat dhuhur & asar pada waktu yang hanya cukup untuk 1 shalat, itulah waktu khusus asar dan anda kehilangan dhuhur.

Bila menunda shalat di tempat publik karena mau shalat di (bangunan) masjid lalu habis waktunya, bisa dianggap sengaja tak shalat.

Tak ada mazhab yang lebih disiplin soal shalat dan waktunya dari mazhab yang mewajibkan qadha setiap shalat yang tertinggal ini.

Karena tak mentolerir pengabaian shalat, mazhab ini memilih batas natural waktu agar dalih tak shalat karena habis waktunya lenyap.

Melakukan shalat dhuhur dan asar 2 kali 4 rakaat terpisah dengan salam ketiga (Mohon diingat ada 3 ucapan salam tasyahhud) berarti tak menjamak shalat dalam arti harfiah.

loading…


News Feed