Skenario Besar AS Jepit Iran: Persiapan The Last Battle

Belakangan ini terlihat Amerika Serikat mengintensifkan upaya-upaya politik di Timur Tengah guna mempersiapkan kondisi yang tepat untuk melemahkan Iran secara ekonomi, politik dan militer.

Sebagian upaya itu tak terduga sebelumnya, antara lain menggoda Suriah, sekutu strategis Iran, yang menyediakan jalur dukungan ke Hezbollah, untuk berdamai dengan Isarel dengan imbalan pengembalian dataran tinggi Golan. Ada beberapa indikasi tentang respon ‘malu-malu’ Suriah terhadap ini. Pertemuan tidak langsung itu pun berlanjut.

Dalam rangka memunculkan mimpinya menciptakan “Timur Tengah Baru” seperti yang dinyatakan Condoleezzaa Rice saat Perang Lebanon 2006 masih terus berlangsung, sejumlah upaya intensif demi mengeliminasi pengaruh geopolitik Iran di kawasan lewat upaya-upaya sebagai berikut:

Pertama:

Menjelang berakhirnya mandat PBB bagi keberadaan pasukan multinasional di Irak pada 31 Desember 2008, AS mengajukan pakta keamanan AS-Irak, yang dinamakan Status of Forces Agreement (SOFA), untuk disetujui pemerintah Irak, sesuai dengan yang disyaratkan mandat PBB. SOFA diharapkan AS untuk mempertahankan keberadaan pasukan mereka di Irak sekaligus mengekspansi adventurisme militer mereka di kawasan, karena berisikan:

  1. AS bisa menempatkan lebih daripada 50 basis militer di Irak;
  2. AS diberi wewenang untuk mengendalikan wilayah udara Irak di bawah 29.000 kaki;
  3. AS bebas meluncurkan operasi-operasi militer di bawah tema ”perang melawan teror” dari basis-basis tersebut terhadap siapa pun dan negara manapun yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional negeri Paman Sam itu, tanpa harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Baghdad;
  4. Personil militer, kontraktor keamanan partikelir, dan politikus sipil AS mendapatkan imunitas dari hukum Irak;
  5. Institusi-institusi keamanan, seperti Dephan, Depdagri, dan Kementerian Keamanan Nasional, serta juga kontrak-kontrak pengadaan senjata akan berada di bawah supervisi AS selama 10 tahun.

Kedua:

Demi menggolkan SOFA, pemerintah Bush melakukan segala macam cara:

  1. menyuap setiap anggota parlemen Irak sebesar 3 juta US dolar.
  2. menahan dana milik Irak sebesar 50 milyar US dolar yang ada di Federal Reserve Bank of New York, dengan alasan bahwa Irak masih dipandang sebagai ancaman bagi keamanan internasional berdasarkan atas Pasal Tujuh Piagam PBB (ditetapkan saat Saddam menginvasi Kuwait). Syarat agar Irak keluar dari kategori itu, menurut negosiator AS, adalah dengan menandatangani SOFA.
  3. DPR AS mengeluarkan resolusi yang menuntut Irak untuk mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv. Jika tidak, maka Irak akan kehilangan bantuan milyaran US dolar dari bantuan AS kepada Baghdad.

Ketiga:

Membujuk sekutu-sekutu di Eropa untuk membekukan dana dan aset perusahaan dan bank Iran yang ada di negara-negara Eropa.

  1. Dari dalam negeri, DPR AS mencabut pasal yang mensyaratkan persetujuan Kongres bagi pemerintahan AS untuk menyerang Iran.
  2. b. DPR AS juga mengeluarkan resolusi yang mendorong pemerintahnya untuk menerapkan blokade laut atas Iran.

Keempat:

Atas saran Koalisi 14 Maret, pemerintah AS akan mendesak Israel untuk berunding dengan Lebanon dalam soal pengembalian tanah pertanian Sheba. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan popularitas pemerintahan Siniora sekaligus menghilangkan dalih bagi Hizbullah untuk mempertahankan senjatanya.

Kelima:

Merayu Israel berunding dengan Hizbullah untuk melakukan pertukaran tawanan. Tindakan ini tentu saja tidak ditolak oleh Hizbullah yang sejak lama menginginkannya. Olmert melakukan hal ini demi mengurangi tekanan politik dalam negeri atas dirinya yang terlibat skandal suap dari pengusaha Yahudi asal Amerika.

Keenam:

Lewat mediasi Turki, Israel mulai mencoba mendekati Suriah dengan isu pengembalian Dataran Tinggi Golan yang ia aneksasi pasca Perang 1967. Ini dimaksudkan untuk menarik Suriah dari kedekatannya dengan Iran, Hizbullah, dan Hamas. Sejauh ini, belum terjadi pembicaraan langsung antara pejabat Suriah dengan Israel.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 comments

  1. “maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari,”

    “Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.”

    Maha Benar Allah atas Segala Firman-Nya..

  2. Tidak terduga Suriah akan tergoda?
    Hmmm ngak juga sih….dari dulu faktor “Suriah” emang udah menjadi weak-link segitiga Iran-Suriah-Hizbullah (agak kurang pas ya kategorisasi-nya). Dan darimanakah “Sufyani” ini akan muncul?

    Insya Allah…skenarion penghancuran AS juga sedang berjalan
    “Dan mereka berbuat makar terhadap Allah, namun Allah juga sedang berbuat makar kepada mereka. Sungguh Allah adalah sebaik-baik pembuat makar” (Al-Qur’an)

  3. Ya Allah lindungilah dan kuatkanlah saudara-saudara kami di timur tengah syiah dan sunni maupun islam lain yang berjuang demi menjaga agama-Mu.
    Ya Rasulullah mintakanlah pada Allah keterkabulan doa kami ini.
    Ya Allah jadikanlah mereka tabah menjaga ukhuwah diantara mereka dan tidak tercerai-berai dan saling memusuhi.
    Ya Rasulullah mintakanlah pada Allah keterkabulan doa kami ini.
    Kepada saudara-saudara seiman di Indonesia ayo kita doakan mereka setiap hari, saya yakin mereka lebih membutuhkan ketulusan doa kita daripada partisipasi lainnya. Semoga mereka diberi-Nya melalui syafaat Rasulullah untuk kuat menjaga ukhuwah dan kesabaran menghadapi kesyahidan.
    Adrikni Ya Mahdi

  4. Kemungkinan Besar =/- 99,99% usaha menggoda Suriah tdk akan berhasil untuk dijadikan “antek” Hajatan US & Sekutunya. adikarenakan pemerintahan suriah sangat menjaga sistem pengamanan komunikasi dan informasinya. Apabila pihak Suriah mengabulkan nya maka hal ini akan membuka kondisi sistem pertahanannya, karena pihak asing bisa mendirikan basis militer di wilayah tersebut dan hal ini sangat bertentangan dengan kebijakan Sistem Kerahasiaan Militer Syria.

  5. Mungkin dugaan saya yang dimaksud Sufyani muncul dari arah Syam ini adalah Israel sekarang ini ya?
    Karena pada zaman Umayyah dan Abbasid, Syam itu meliputi Suriah, Palestina, Libanon, sebagian Yordania dan Israel sekarang.
    Jadi Sufyani itu nantinya mengaku dari org islam tapi dididik oleh yahudi dan secara hedonisme yahudi. Ia dan pengikutnya akan menuju kumpulan org islam, tetapi ia sebenarnya bukan dari golongan islam. (krn ia tdk pernah mengucapkan syahadat). Tetapi banyak org2 islam tidak mengetahuinya dan percaya kepadanya. Sedangkan Dajjal adalah seorang Bani Israil yg akan menjadi partnernya.

  6. Bisa juga Sufyani ini artinya orang Palestina yang berkhianat….
    Kemungkinannya banyak….
    Siap-2 aja lah.
    Semoga Allah menyegerakan kemunculan Imam Mahdi AS

  7. Smg dg berkah kemuliaan bln Rajab, yg sbntr lagi akan tiba, para pemimpin negeri tercinta Iran mendapat bantuan istiwewa dari Allah swt shingga dpt melumpuhkan lobbi musuh2 Islam, terutama AS dan israel.

    Sebentar lagi (4 Juli) kita akan memasuki bulan yang penuh berkah yaitu bulan Rajab, di dalamnya banyak keutamaan, amalan2 utama dan doa2, khususnya doa Ummu Dawud yang memiliki keajaiban, kisah keajaibannya, silahkan klik disini:
    http://islampraktis.wordpress.com
    http://syamsuri149.wordpress.com

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

News Feed