Soeharto: Pahlawan Nasional Khusus Golkar?

Kontroversi wacana pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto terus berlanjut. Aktivis 80, Fadjroel Rachman melihat gelar pahlawan hanya untuk pahlawan nasional Partai Golkar.

“Soeharto cocoknya pahlawan nasional Partai Golkar, yakni partai yang membawa Soeharto selama 32 tahun. Jangan ajak-ajakan negara dan rakyat mengakuinya,” kata Fadjroel dalam pesan singkatnya kepada okezone, Kamis (31/1/2008).

Secara tegas, lanjutnya, dirinya menolak secara penuh atas usulan tersebut. “Kami jelas menolak 100%, Soeharto sebagai pahlawan nasional. Soeharto harus diadili korupsinya, adili keluarganya, serta pelanggaran HAM para loyalitasnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, usulan pemberian gelar pahlawan kepada penguasa Orde Baru ini dikemukakan Partai Golkar. Wacana tersebut akhirnya berkembang di masyarakat dan menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. (okezone) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Dari judulnya udah lumayan bikin geli…”Pahlawan Nasional Khusus Golkar”.
    Ini artinya memang hanya satu golongan yang diuntungkan oleh pribadi Suharto, yakni Golkar itu sendiri. Buktinya, hanya Golkar yg ngotot menjadikan Suharto pahlawan nasional.
    Bukannya pemimpin yang baik itu harus berdiri di atas golongan-golongan? Makanya, pemimpin RT mencakup seluruh RT, pemimpin kabupaten mencakup seluruh kabupaten, pemimpin nasional harus bisa mencakup seluruh negara, pemimpin agama mencakup seluruh umat agama, and so on…

  2. Pada Pemilu ke-sekian 1997, Harmoko yg juga Ketua Partai Golkar, Ketua MPR, menunjuk dgn AKLAMASI bahwa “H. Moeh Soeharto menjabat kembali Pres RI”…..Lewat penunjukan ini maka resmilah untu ke-sekian kalinya “KEDURJANAAN” berkuasa.

    Anehnya, detik2 menjelang (lengser=”terjungkal”) ROBOH’, ada pertemuan yang dipimpin oleh Harmoko (sekitar 20 mei 1998) yang meminta presiden untuk turun ? Katanya, rakyat tidak menghendakinya lagi ?
    Lho’ katanya aklamasi 1997 !! Harmoko (GOLKAR) waktu berbicara aklamasi sambil tersenyum khas kopi pagi. Senyum manis. Dan waktu meminta turun, bibirnya tersungging khas kopi kuwait. Senyum pahit.

    GOLKAR ini memang berubah2 terus seiring kepentingannya.

    Kalo memang dia mau jadikan Soeharto pahlawan, mendingan jangan pahlawan nasional. Pahlawan kopi !!

  3. HE…HE…HE…ADA-ADA SAJA !
    kALAU MAU MENGANGKAT PAHLAWAN,TUH ! PARA PETERAN YG HIDUPNYA MELARAT. KITA SEDIH MELIHAT PAHLAWAN SEJATI KELILING KAMPUNG JUAL KALENDER. SEHARUNYA MEREKA HIDUP SENANG,KARENA MEREKA TELAH BERJUANG DEMI NEGARA INI. MEMANG TERBALIK YG DULU PENGHIANAT SEKARANG HIDUP MEWAH.

News Feed