Stigma 'Aliran Sesat' Bisa Picu Anarkisme

Mengaku sebagai rasul dan membuat syahadat model baru dengan tetap mengaku Muslim memang bisa dianggap sebagai penodaan terhadap agama Islam.
Para ulama harus segera meninggalkan kebiasaan jual beli dukungan politik dan keluar dari arena dukung mendukung cabup dan cagub dan segera kembali melaksanakan tugas sebagai pengawal akidah masyarakat.
Tapi beberapa peristiwa pengeroyokan, aksi main hakim sendiri sampai pembakaran rumah yang belakangan sering menjadi berita langganan sejak mencuatnya kasus aliran sesat,  sungguh memprihatinkan.
Selain itu, bisa jadi aksi-aksi demikian disisipi dengan dendam pribadi, sebagaimana pernah terjadi pada peristiwa penumpasan PKI. Semoga saja.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah provokasi pihak-pihak tertentu untuk memasukkan kelompok yang tidak sesat sebagai dalam sitgma ‘aliran sesat’. Tanda-tanda generalisasi serampangan istilah ‘aliran sesat’ ini mulai terlihat di beberapa daerah.
Semoga aparat keamanan tidak berat sebelah dengan mengorbankan minoritas dengan alasan ‘meresahkan’.  Bila itu terjadi, maka mungkin kita perlu baca tahlil untuk negara ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. HUEHEHE….KALO UDAH NGA ADA LAGI YANG BISA DI TUDUH SESAT….. MAKA MEREKA2X AKAN KEMBALI KE SELERA ASAL……CAP SYIAH SESAT AKAN KEMBALI DI KUMANDANGKAN….HUEHEHE….MAKA DARI ITU BIARIN AJA MUNCUL PENYESAT2X VERSI AHLU SUNNAH….KITA KAN JADI AMAN…. BETUL nga KHO LABIB ?

News Feed