STRATEGI SUKSES WAHABISME DAN GEROMBOLAN KHILAFAH

Salah satu faktor yang membuat takfirisme dan radikalisme (wahabisme) menyebar cepat dan luas adalah strategi mencatut klaim “Ahlussunnah” yang terkesan sama dengan pandangan Islam mainstream di Indonesia, padahal sangat kontras dengan NU sebagai representasi Ahlussunnah.

Faktor lain menyebarnya wahabisme secara cepat dan luas adalah membenturkan Teks suci dengan akal (logika). Karena menolak dianggap liberal, banyak orang menyerahkan kepala untuk diisi dengan doktrin ujaran kebencian dan takfirisme.

Faktor lain menyebarnya wahabisme adalah penetrasi daerah-daerah Mataram yang dulu dikenal sebagai basis abangan sehingga tak terdeteksi pada awal kemunculannya.

Sejumlah lembaga berpapan pendidikan tahfiz yang dikelola oleh penyebar mimpi khilafah berpotensi menjadi wadah penangkaran agen-agen radikalisme.

Banyak LSM pencari sumbangan korban bencana, zakat, infak, qurban dan yang bertajuk bantuan untuk umat dikelola oleh agen-agen khilafah.

Sejumlah lembaga bimbingan belajar jadi tempat perekrutan tunas-tunas unggul sebagai marketer khilafah yang mendominasi banyak universitas terkemuka.

Banyak sekolah berpapan “Islam Terpadu” menjadi pusat pembentukan kader-kader pemimpi khilafah dan wahabisme.

Banyak ruko dan kios herbal, hijamah dan terapi ruqyah menjadi tempat pemasaran doktrin takfirisme dan khilafah.

Banyak pusat penyebaran wahabisme berkedok lembaga pendidikan bahasa Arab gratis dengan support dana rezim penjajah Yaman.

Banyak event bernuansa anak band, underground dan generasi millenial yang dimotori seleb terkontaminasi wahabisme dan dikelola takfiris muda dengan tujuan mencetak jumuder dengan tawaran “hijrah” dan jargon anti JIL, Komunis dll.

Banyak bisnis persewaan hosting web yang didominasi para agen takfiri yang mengawasi dan menstabotase web-web pro toleransi dan menjadi admin wikipedia.

Banyak klub motor, airsoft gun dll dijadikan sebagai sarana inkubasi doktrin “anti agama lain”.

Banyak home schooling dan sekolah swasta full day sampai selesai asar berjamaah. Terdengar menenangkan bagi orangtua tapi sangat mungkin tersusupi agen takfirisme.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed