STUPIDITEOLOGI

Image by brandquarterly
 
Makanan enak ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Klepon yang sudah masak lalu digelindingkan di atas parutan kelapa agar melekat, sehingga klepon tampak berbalur parutan kelapa. Biasanya klepon diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun pisang.
 
Di Sumatra, Sulawesi, dan di Malaysia, klepon disebut “onde-onde”, sedangkan di Jawa dan bagian lain di Indonesia penganan yang disebut onde-onde adalah bola tepung beras berisi adonan kacang hijau yang dibaluri biji wijen. Perbedaan penyebutan antara di Jawa dan Sumatra-Malaysia ini sering kali menjadi penyebab kekeliruan dan kerancuan dalam mengartikan onde-onde.
 
Klepon biasa dijajakan dengan getuk dan cenil (juga disebut cetil) sebagai camilan di pagi atau sore hari. Warna klepon biasanya putih atau hijau tergantung selera. Untuk klepon dengan warna hijau, perlu ditambahkan bahan pewarna dari daun suji atau daun pandan. Klepon biasanya disandingkan dengan cenil, lupis dan gorok-gorok.
 
Kurma, (Arab: تمر‎, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia[1]. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal.
 
Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m.
 
Klepon adalah salah satu speies kue, sedangkan korma atau kurma adalah salah satu spesies buah. Keduanya berbeda kategori dan bertemu dalam genus besar “benda makanan”.
 
Kalau merasa punya cukup waktu untuk menjadikan kedua benda itu sebagai simbol konflik antara kaum konservatif dan progresif karena tersulut oleh meme yang tak jelas siapa pembuat dan penyebarnya, mestinya memahami ciri khas masing-masing agar bisa dijadikan sebagai ikon perlawanan ideologi atau polarisasi di-kardrun-kan dan meng-kadrun-kan yang meng-kadrun-kan misalnya klepon versus ka’ak yang merupakan salah satu menu andalan dalam ensiklopedia kuliner, atau korma versus juwet atau lainnya.
 
Tak perlu menghina korma atau buah apapun hanya karena ia tumbuh di wilayah non tropis hanya karena ada yang menganggap klepon sebagai makanan non islami. Tak perlu pula mengagung-agungkan klepon dan kue lainnya hanya karena kesal terhadap pernyataan satu orang bernama palsu akibat stupiditeologi atau tendensi terselubung lain menganggap klepon sebagai kue non islami.
 
Klepon, cenil, lupis dan kue-kue enak lainnya juga korma, juwet dan buah-buah lainnya tak perlu ditarik ke arena polemik. Banyak isu yang lebih penting untuk dibincangkan.
 
Kita yang berakal sehat tahu bahwa pernyataan “klepon itu non islami” adalah ngawur dan tahu bahwa pelontarnya adalah orang sinting, tapi pernyataan serampangan itu terlalu remeh untuk disikapi secara masif. Ia terlalu rendah untuk diviralkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed