Syafii Maarif: Kita Ini Dipimpin Maling

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif memberikan kritikan keras terhadap pemerintahan sekarang. Ia menyebut bangsa ini sekarang dipimpin para maling. “Nah kita di sini dipimpin oleh para maling dan para garong,” tandas Syafii.

Hal itu Syafii sampaikan dalam sambutannya di acara deklarasi Partai Matahari Bangsa, Yogyakarta Expo Centre Jl Raya Janti, Yogyakarta, Minggu (16/12/2007).

Syafii membeberkan, dulu ada teori pembangunan yang namanya trickle down, artinya besarkan kue nasional dulu, baru menetes ke bawah. Ternyata dalam prakteknya, kue tersebut tidak sampai ke bawah. Baru di tengah-tengah sudah digerogoti.

Pemerintah dan pengusaha saat ini bukannya tidak paham keadaan tersebut. Tapi mereka tidak berbuat banyak untuk memperbaikinya. Bahkan pemerintah atau pengusaha bukannya ingin membesarkan aset nasional tapi justru meggerogotinya.

Selain pemerintah, partai politik juga kena sentil Syafii. Bagi pria yang akrab disapa Buya ini, banyak parpol yang sekarang menggunakan Islam sebagai kendaraan politiknya. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap agama itu sendiri. Partai Matahari Bangsa (PMB) pun dianjurkan tidak ikut-ikutan.

“Saat ini banyak partai yang menggunakan Pancasila dan agama untuk komunitas politik dalam mencapai tujuan yang rendah. Ini merupakan pengkhianatan,” tandas Mantan Ketua Umum PP Muahammdiyah tersebut. (detikcom/6/12/2007 16:25 WIB)

Comment

Leave a Reply to zaid Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 comments

    1. Tobat, mas!! Anda baca ulang track record Buya Syafii. Apa seperti yang sampeyan persangkakan itu? Tobat, bercermin. Istighfaar.

  1. Saya sangat Setuju dengan Buya Syafii Ma”arif. Tapi ya… itulah realitas politik kerakyatan (quasi demokrasi) yang TIDAK DIPIMPIN oleh HIKMAH KEBIJAKSANAAN dalam (proses & sistem yang seolah-olah) permusyawaratan-perwakilan.

    Mudah-mudahan Buya tetap konsisten dengan ucapannya dan sikapnya sekiranya nanti ia dapat amanah kekuasaan.

  2. Menyedihkan memang kalo fasilitas dan kondisi kerja yang dijadikan motivasi menjabat, dan semakin kaya seseorang dengan jatah umat semakin bangga ia. Payah kalo begini….semoga kita ditunjukkan kemana harus berjalan daripada penyembahan kepada yang berakhir jadi debu

  3. Bagaimana negara ini tidak dipimpin oleh maling dan garong, itu inti masalahnya. Kalau anda berbicara di depan orang-orang partai percuma, karena mereka maling dan garong juga. Coba tanya latar belakang mereka membentuk partai dan berkegiatan didalamnya, dalam hati kecilnya mereka akan menjawab “gua gak ada kerjaan gua nganggur, anak bini butuh makan, kalau main di partai pasti dapet duit….”. Ingat ucapan John F Kennedy, “Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk negara”. Gak usah kakean cangkem lah, talk less do more…

News Feed