Syiqsyiqiyah

Demi Tuhan awan dan halilintar
jubahku dipakai gelandangan
puisiku dibaca orang-orang gila
rumahku dijarah penyamun sahara
tamanku dirusak kawanan srigala

Siapa rajawali, siapa kurcaci?
Siapa ksatria, siapa pecundang?
Mana samudra, mana gelembung buih?
Mana lelangit, mana lubang ular?

Perih, debu di mata
Nyeri, duri di rongga
Sesak, batu di dada
pangeran tak bermahkota
sebatang kara

Mestikah kutabuh genderang perang…
niscaya iringan keranda bersambung
Mestikah kutari-tarikan pedang…
dan menara masjid runtuh
Mestikah kuterjang…

aku hela napas
aku tengadahkan paras
aku labuhkan rasa
aku menangkan tabah
aku serahkan kepada sejarah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. salam…
    itulah yang terjadi sekarang
    kita tidak bisa membedakan mana polisi mana pencuri
    semua tampak samar
    g ada hitam g ada putih
    yg tampak hanya abu-abu

  2. Pingback: Islamprogresif

News Feed