Skip to main content

Secara etimologis takbir yang berasal dari kata kabbara berarti membesarkan dan pengagungan yang juga disebut glorifikasi.

Secara terminologis takbir adalah ucapan Allahu akbar yang merupakan salah satu zikir penting dan syiar agama.

Takbir merupakan syiar dalam bermacam tujuan, misalnya memotivasi kawan, menggentarkan lawan dan meluapkan gembira. Kemerdekaan bangsa Indonesia dan perlawanan terhadap penjajahan ditandai dengan takbir.

Hukum takbir sebagai berikut :

  1. Wajib, yaitu takbir diucapkan saat memulai shalat, disebut takbiratul ihram, yang membuat sejumlah aktivitas yang semula mubah jadi haram hingga taslim.
  2. Takbir mustahab, yaitu takbir yang diucapkan saat memulai sejumlah gerak dalam shalat seperti rukuk dan sujud dan pada hari idul fitri dan idul adha.

Mungkin bisa tambahkan takbir makruh dan bahkan takbir haraam atau dilarang diucapkan dalam tempat tertentu seperti toilet dan dalam situasi tertentu separti takbir yang diucapkan saat melakukan perbuatan nista.

Karena itu bila terdengar takbir, jangan keburu menganggapnya syiar pengagungan Allah tapi boleh diteriakkan dengan motif pengagungan diri dan penganiayaan, sebagaimana terjadi dalam aksi kekerasan terhadap seorang intelektual di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.

Kekerasan dan aksi penganiayaan meski dibarengi dengan takbir, tetaplah buruk dan biadab bahkan lebih buruk karena menjadikan syiar mulia ini sebagai bungkusnya. Takbir yang meluncur dari mulut para durjana pengklaim kebenaran tunggal lebih pantas diartikan sebagai mengagungkan diri sendiri.