TEGURAN TUHAN

Salah satu bagian terindah masa kecil di kota kelahiran yang hingga kini lestari adalah lantunan surah al-Hujurat dengan suara merdu dan bariton Syekh Mahmud al-Hushari yang dikemundangkan dari semua masjid jelang azan shalat.

Kali ini saya tak hanya menikmati suaranya, tapi menyimak satu demi satu ayat yang berisi teguran keras atas prilaku dan sikap tak etis orang-orang terhadap Nabi teragung.

Al-Hujurat berarti kamar-kamar atau ruangan-ruangan. Bentuk singularnya adalah hujrah. Nama ini dipilih karena mayoritas konten isinya terkait dengan prilaku buruk dan etika menjaga privasi.

Teguran tak sama bobotnya dengan peringatan dan nasihat. Teguran adalah sanksi atau hukuman moral atas sebuah pelanggaran atau perbuatan negatif yang telah dilakukan. Peringatan adalah edukasi agar tak melalukan perbuatan negatif yang belum dilakukan.

Prilaku dan sikap tak sopan (yang sebagian merupakan sisa karakter dan budaya pra Islam) terhadap Nabi SAW diabadikan dalam beberapa surah al-Quran, antara lain al-Hujurat dan al-Ahzab.

Ada banyak riwayat dalam kitab-kitab hadis dan tarikh Ahlussunah yang menguak aneka versi kronologi dan latar belakang peristiwa prilaku negatif sebagian anggota masyarakat di balik setiap ayat. Namun bila diperhatikan secara seksama isi setiap ayat dalam al-Hujurat tersebut, siapapun dapat memahami yang tersurat dan yang tersirat serta menangkap substansi pemahaman teologis yang rasional, fair dan manusiawi.

Teguran-teguran dalam al-Hujurat berisi sebagai berikut:

Teguran pertama
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya* dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujurat: 1).

Teguran kedua:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari“. (QS. Al-Hujurat: 2).

Teguran ketiga
“Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang Telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Hujurat: 3).

Teguran keempat
“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.” (QS. Al-Hujurat: 4).

Teguran kelima
“Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka Sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 5).

News Feed