TEMAN YANG BODOH

Seorang Muslim tidak mungkin mencemooh agamanya, tapi sangat mungkin bermaksud mengkritik kelompok intoleran yang selalu mengklaim sebagai penganut sejati Islam, namun akibat kurang tenang dan waspada, salah pilih kata. Maksud hati mengkrim Muslim, malah terkesan menghina Islam.

Boleh jadi, karena sibuk mengkritisi kaum intoleran tak punya waktu untuk belajar dan mengupgrade diri dengan bekal pengetahuan yang cukup. Itulah sumber masalah.

Maksud hati mengkritisi kaum intoleran dan membela pandangan moderat, malah mengundang kritik kaum intoleran dan kaum moderat.

Maksud hati mengagungkan budaya lokal, malah menghina budaya lain yang diagungkan oleh bangsa lain di tempat lain. Maksud hati menjadi nasionalis, malah terkesan jadi fasis, chauvinis dan rasis.

Syukurlah pernyataan nggemblar itu segera dianulir. Semoga tak terulang agar tak jadi teman yang lebih merepotkan dari pembenci.

“Teman yang bodoh lebih berbahaya dari musuh yang cerdas.”
(Ali bin Abi Talib).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed