TENTANG DENGKI

Pemasok utama bahan bakar kebencian adalah dengki.
Dengki adalah produk oleh kehendak meraih dominasi dan mempertahankan.
Dengki yang diproduksi kehendak dominasi adalah deklarasi (tak sadar) ketidakmampuan diri mengukir prestasi orang lain.
Agar ketidakmampuannya tak terlihat, pendengki mengalihkan perhatian dengan menjelekkan orang lain.
Karena kerap menjangkiti orang pandai dan terutama agamawan, dengki sering muncul dalam bentuk kritik yang dipaksakan adengan tujuan pembunuhan karakter.
Cara mudah menghindari dengki adalah menghormati diri sendiri, mensyukuri potensi dan meningkatkan prestasi.
Tanda-tanda kemungkinan dengki : 1. Objek berprestasi, Subjek mencari-cari alasan mengkritik, 3. Subjek memiliki kesamaan profesi atau bidang dengan objek.
Dengki adalah produk kehendak meraih dominasi dan mempertahankannya.
Dengki tidak mudah lenyap dengan mengingatkan subjek tentang dosa tapi harus disadarkan tentang efeknya terhadap lenyapnya akseptabilitas dalam interaksi interpersonal.
Kehendak dominasi adalah mekanisne purba survive dalam sistem sosial eatwa. Dominasi dimaknai sebagai cara tunggal untuk berada dalam mata rantai makan.
Dusta dengan kesantunan lebih diterima publik dari jujur tanpa basa basi.
Keyakinan tentang apapun tidak akan menguat hanya dengan mengagresi keyakinan orang lain. Keyakinan orang lain tidak akan melemah hanya dengan menyerangnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed