Tentara AS Siksa Wartawan Press TV di Afghanistan

 presstv_ir.jpg

Tentara AS di Afghanistan menyiksa wartawan Press TV. Khurshid Fayez dalam wawancara dengan Televisi Press TV menyatakan bahwa dirinya diculik oleh tentara AS di Kabul saat dalam perjalanan ke rumah. Setelah penculikan ia dibius dan dipindahkan ke suatu tempat untuk diinterogasi.

Lebih lanjut Khurshid mengatakan bahwa saat diinterogasi, seorang perwira AS mendudukkannya di sebuah kursi beraliran listrik seraya memukul dengan pentungan dan kejutan listrik di bagian kepala. Dikatakan pula, tentara AS mengancam akan terus melakukan penyiksaan bila dirinya tetap menjalin hubungan dengan Press TV. Wartawan Press TV ini dibebaskan setelah ditahan dan disiksa selama 18 jam.

Setelah dibebaskan, Khurshid menegaskan bahwa ia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada dunia mengenai apa yang terjadi di Afghanistan dan mengungkap berbagai problema di negara ini yang disebabkan oleh tentara AS. Khurshid dalam laporan terbarunya mengatakan bahwa keberadaan tentara AS di Afghanistan merupakan penyebab utama instabilitas di negara itu. Dikatakannya, para pejabat Afghanistan menerima instruksi dari pihak asing untuk menangkap para warga Afghanistan yang menyuarakan sentimen anti Zionis dan AS.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Tanpa pesan dari Khurshidpun dunia tahu persis kiprah dan sepak terjang AS dan Zionis dibelahan bumi manapun di dunia karena dia tercipta untuk jadi trouble maker, tapi yang patut dicatat bahwa kasus Khursid akan jadi barang bukti sejarah bagaimana jejak generasi ditapaki sekaligus dinodai oleh sebuah hegemoni yang menamakan diri polisi dunia…

News Feed