‘Rental Shalat dan Puasa’

Di tengah kita banyak orang yang tidak mengeluh meski keadaan ekonominya sangat menyedihkan. Mereka tidak dapat dikenali dengan baik karena tidak pernah menunjukkan kefakiran. Betapapun demikian, mereka tidak kendur melaksanakan perintah-perintah agama, terutama shalat dan puasa, bahkan nyaris tidak pernah meninggalkannya sejak menjadi balig. Kalaupun terpaksa meninggalkannya karena halangan syar’i, maka mereka menggantinya (mengqadha’nya) ketika halangan itu sirna.

 

Ada pula orang-orang yang beruntung secara finansial, namun kurang memperhatikan perintah-perintah agama, terutama shalat dan puasa. Sebelum mengqadha dan meyelesaikan ‘hutang’ dengan Tuhan, mereka keburu wafat.

Bila ada yang merasa ingin membalas budi orangtua, sanak keluarga atau rekan yang telah wafat dan diketahui pernah meninggalkan shalat wajib dan/atau puasa wajib, baik dengan jumlah yang diketahui maupun diperkiraan, dapat mengkonsultasikannya lebih lanjut tentang mekanisme, tata cara pelayanan kontrak, dan detailnya (tidak untuk mendiskusikannya) dengan kami.

Kami telah membuka lembaga non-profit yang bergerak dalam bidang PELAYANAN JASA QADHA’ SHALAT DAN PUASA, dengan menyediakan para tenaga yang dapat dipercaya. LSM ini hanya menjadi penghubung antara pemohon jasa qadha’ dan pelakunya berdasarkan kesepakatan yang transaparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 comments

  1. Salam Sayyid,

    Biar di nun jauh di sana, rupanya antum masih terus sibuk dengan urusan domestik. Mabruk Sayyid.

    Semoga LSM ini bisa mengurangi beban pikiran sebagian orang yang mungkin bingung untuk mencari solusi seputar qadha sholat dan puasa bagi orang tua atau anak mereka yang telah wafat.

    Sukses selalu…

  2. Yaa Sayyid,
    Bisa tolong informasi lebih lanjut ttg LSM ini (tempat & no telp) ?
    Juga bisa tolong referensi artikel atau buku (bhs indonesia atau inggris, jangan bhs Arab karena ana tidak paham) yang membahas dalil-dalil fikihnya untuk bahan argumentasi ?
    Masykur & mabruk.

  3. Ada buku judulnya Fikih Imam Ja’far Shodiq, saya rasa buku ini cukup untuk menilik dalil-dailnya.

  4. Eh, ini serius? Boleh ya orang lain meng-qadha solat saya yang bolong-bolong, misalnya? Baru tahu loh..
    Labib: menurut saya bukan hanya bisa, tapi harus. Agak mengherankan (juga mungkin menggelikan), bila shalat dianggap sebagai tiang agama dan ibadah yang paling utama tapi tidak ada qadha’nya. Memang, sebagian besar mazhab Islam tidak mengganggapnya wajib. Dalam fikih Ja’fari, setiap shalat wajib yang ditinggalkan secara sengaja dan tidak sengaja, wajib diqadha’. Dalil-dalil naqli dan aqlinya bisa ditemukan dalam buku FIKIH JA’FARI terbitan LENTERA dan beberapa buku fikih Syiah.

  5. ::islamfeminis
    Hehe….santai aja atuh teh….mungkin Mas Hafiz bacanya terburu-buru, jadi mengira org yg masih hidup shalatnya bisa di-qadha oleh org lain.
    Maaf Ust. Labib, numpang lewat…..btw, risetnya dah selesai? Semoga sukses!

  6. Untuk hal sholat & puasa yg terlewat (sengaja/tidak), saya bisa faham bila diwajibkan qadha’ kpd si pelaku itu sendiri.
    Tapi, saya masih alergi (utk tidak bilang anti) dgn konsep amal yg dilakukan oleh seseorang, lalu pahalanya diberikan kpd orang lain yg tidak melakukannya. Saya merujuk ke ayat “Wa an laisa li al-insaani illaa maa sa’aa” yg artinya “Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yg telah diusahakannya”. Makna yg saya tangkap adalah bhw seseorang tidak memiliki/memperoleh balasan pahala kecuali hanya dari amal2 yg telah diusahakannya. Kalimat ini diawali dgn penafian/penolakan bhw seseorang memiliki/memperoleh balasan, lalu dikecualikan dgn apa2 yg telah diusahakannya. Jadi, hanya amal2 yg telah diusahakan si pelakulah -bukan yg diusahakan orang lain- yg membuat si pelaku memiliki/memperoleh balasan pahala. Jadi, transfer pahala tidak bisa. Persis seperti transfer dosa juga tidak bisa berdasarkan ayat “wa laa taziru waazirotun wizro ukhro”.
    Mohon tanggapannya dari sahabat2, terutama dari Pak Muhsin Labib.
    Terima kasih. Assalamu ‘alaikum.
    ML: Sebenarnya, ibadah dg pola ‘ijarah’ ini bukan sesuatu yang baru. Bukankah haji disepakati oleh hampir seluruh mazhab Islam dapat dilakukan oleh pelaku pengganti, yang dikenal dengan ‘haji badal’? Memang benar, tidak ada ‘transfer pahala’ dalam Islam, tapi dalam shalat dan puasa ijarah, yang digantikan tetap dianggap sebagai pelakunya pula dari beberapa pertimbangan. Sal;aha satunya, berkat prilaku baiknya semasa masih hidup, shalat dan puasanya digantikan oleh anak dan orang yang mencintainya. Jadi, secara tidak langsung, dialah pelakunya. Bukankah perbuatan baik tidak terputus pahalanya meski telah wafat, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah riwayat?

  7. Salam…
    Ada usulan juga nih ust…gimana kalau diadakan juga rental nazar, nazar seperti pada Nazar Zainab dengan mengeluarkan uang kepada al-Husaini yang memerlukan dengan kelipatan 69, atau Nazar Ummul Banin yang dengan mungundang makan makan kaum muslimin yang hadiahnya dihadiahkan kepada kepada Sayidah Zainab dan atau Sayidah Ummul Banin…khan selain untuk hajat, dapat pahala dan sekaligus menguntungkan pihak lain yang membutuhkan…gimana tuch ust?
    Wassalam

  8. Jadi pengen tau, kira2 berapa ‘tarif’nya ya untuk jasa spt ini?

    Tarif ‘rental shalat’ bergantung pada jumlah sahalat yang akan diqadha’ yang disepakati olehkesepakatan antara klien dan pelayan jasa tersebut.

  9. aduhhhhhhhhhhhhh
    jantung saya mau copot baca bahwa ada rental shalat n puasa…
    mohon diperjelas arti tulisan anda ustad..
    bedasarkan dalilnya..dan siapa yg boleh mengqadha sholatnya n puasanya…kalau ga bisa salah paham

    ML: santai azaaa. Kenapa sampai mencopot jantung? Ini bukan gagasan baru. Ini memang ada dalam fikih Imamiyah. Ratusan ulama dan pakar fikih telah membahasnya secara argumentatif dalam banyak karya.

  10. ustad…apa yg masih hidup juga bisa mengqadha”kan sholat dan puasanya melalui jasa rental ini..?
    pls jawab dengan jelas..
    masih ga” mudeng nih..mengenai pembayarannya gimana?
    kalau emang bisa aku mau suruh orang gantiin puasaku yg bolong2 n belum sempat aku gantiin…
    plzzz saya tunggu jawaban anda.
    thanks..syiah is the best.

    Sebagaimana tertulis dalam posting tersebut, ini hanya berlaku ketika orang yang berkewajiban melakukan shalat itu telah wafat. Selama masih hidup, maka ia tidak bisa mendelegasikan shalat wajib kepada orang lain.

News Feed