Tragis! Mesir Halau Warga Palestina Masuk Negaranya dengan Gas Airmata

Televisi aljazerra menurunkan berita yang sangat mengharukan. Ribuan warga Palestina yang memegang KTP Mesir dihalau oleh aparat Mesir untuk melintasi gerbang Rafah yang memisahkannya dengan Jalur Gaza.

Rezim Mubarak membubarkan para wanita dan anak-anak yang berusaha masuk Mesir dengan gas airmata. Akibat dari tindakan yang menguntungkan Isarel itu, banyak anak-anak dan wanita berada dalam kondisi mengenaskan. Ratusan wanita dan anak-anak itu kini terancam mati kelaparan dan terserang penyakit karena terbakar panas matahari yang mencapai 46 derajat Cc.

Mereka hendak masuk ke Mesir karena berbagai alasan, antara lain untuk melanjutkan kontrak kerja, membeli bahan makanan dan berobat.

Untuk kesekian kalinya, negara-negara yang merasa serumpun dam sebahasa dengan Palestina menujukkan sikap zionis. Alih-alih mendukung Iran, yang bukan Arab, untuk melawan Isarel, malah menganggap Iran sebagai ancaman atas esksistensi dan kekuasaan mereka seraya menganggukkan kepada di hadapan Amerika.

Nasionalisme Arab yang selalu didengungkan para pemimpin Aran tidak lain hanyalah kedok untuk mempertahankan kekuasaan dan kemakamuran yang hanya dinikmati oleh sekelompok orang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 comments

  1. Mereka pasti akan melihat buah dari perlakuan mereka terhadap saudaranya sendiri (seagama). yang semestinya bisa diharap menjadi tempat berlindung. ya Allah… sesunggunya Engkau maha mendengar doa-doa hamba Mu yang tertindas… dan keadilan Mu pasti adanya…

  2. Mesir memang negerinya Fir’aun ? Prilaku para pemimpinnya senada seirama dengan Fir’aun bedanya dulu Yahudi berhadapan dengan Fir’aun hari ini Fir’aun bersama Yahudi menghadapi spirit Musa…

  3. Ya Allah percepatlah datangnya Imam kami Imam akhirul zaman Imam Mahdi tercinta untuk menumpas kejahatan dan menaburkan kedamaian di bumi ini…ya Allah hamba tidak tahan mendengar dan melihat penderitaan umat manusia…ya Rabb..ya..syariar ridho….

  4. MESIR KOQ DIPERCAYA…..ORENG MESIR TERKENAL BANYAK YANG CULAS, TUKANG TILEP & TUKANG TEPU…..
    ADA YANG MAU JAGO NILEP & NIPU ?
    PERGILAH KE MESIR….. DISANA ADA UNIV. nya LHO ?
    GELARNYA UDAH SAMPE S4

    🙂 🙂

  5. “Mesir Berupaya Fasilitasi Bantuan Indonesia masuk Gaza”

    KAIRO–MI: Pemerintah Mesir berjanji akan memfasilitasi Indonesia dalam menyampaikan bantuan obat-obatan, ambulan dan keperluan logistik lainnya langsung kepada warga Palestina di Gaza.

    “Pernyataan pemerintah Mesir itu tentu amat kita sambut baik, dan kita berharap dalam satu atau dua hari ini, sudah ada kepastian untuk bisa membawa bantuan kemanusiaan dari Indonesia langsung ke Jalur Gaza,” kata Direktur Urusan Timur Tengah Deplu RI, Aidil Chandra, yang bersama Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes Rustam S Pakaya memimpin delegasi Indonesia menemui Asisten Menlu Mesir untuk Urusan Negara Arab Abderahman Salaherdin di Kairo, Mesir.

    Aidil Chandra Salim mengemukakan bahwa pernyataan tersebut cukup melegakan,
    mengingat upaya yang sama melalui pintu masuk di perbatasan Yordania-Palestina sebelumnya tidak terwujud akibat kendala yang ada, yakni harus melalui daerah yang masuk wilayah Israel, yakni Tepi Barat.

    Delegasi Indonesia yang diantar langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Mesir AM Fachir itu adalah tim aju awal, yakni Kepala Pusat Pengendalian Krisis (PPK) Depkes Rustam S Pakaya, Direktur Urusan Timur Tengah Deplu Aidil Chandra Salim, Lucky Tjahjono (PPK Depkes), Presidium MER-C Joserizal Jurnalis, Mohammad Mursalim (MER-C), Agus Kooshartoro dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Basuki Supartono (BSMI) dan Arif Rahman (Muhammadiyah).

    Pada pertemuan Senin pagi, sebelum bertemu Asisten Menlu Mesir tersebut, Jose Rizal Jurnalis menyampaikan kepada Dubes AM Fachir bahwa bantuan kemanusiaan dari Indonesia, baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya, hendaknya bisa langsung dipastikan dapat diterima di Jalur Gaza.

    “Setelah kita gagal masuk Jalur Gaza melalui pintu masuk perbatasan Yordania, maka satu-satunya jalan adalah melalui pintu Mesir, yang aksesnya lebih dekat, dan tentu kita semua berharap bantuan dari Indonesia ini dapat dipastikan masuk ke Gaza,” katanya.

    Menurut Aidil Chandra Salim, setelah adanya “lampu hijau” dari pemerintah Mesir yang akan membantu fasilitas dan perizinan masuknya bantuan Indonesia ke Jalur Gaza melalui pintu Rafah, maka ini yang perlu segera disiapkan adalah daftar rinci bantuan kemanusiaan, baik obat-obatan maupun mobil ambulans, yang kemudian akan dibuatkan Nota Diplomatik oleh Kedubes RI, agar Kementerian Luar Negeri Mesir bisa
    segera memrosesnya.

    “Kalau bantuan itu sudah siap hari ini atau besok, mereka (pemerintah Mesir) berjanji akan mengurus izinnya, dan bantuan dinyatakan bisa masuk ke Gaza melalui pintu Rafah,” kata ahli bedah tulang, yang telah berkali-kali melakukan tugas misi kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia maupun berbagai negara itu.

    Pada bagian lain, Aidil Chandra Salim menambahkan bahwa satu sosok lain yang berperan penting untuk memutuskan bahwa bantuan Indonesia bisa “dikawal” masuk ke Gaza adalah Yasser Osman, Ketua Departemen Palestina pada Kementrian Luar Negeri Mesir.

    “Saya pastikan bantuan (kemanusiaan) dari Indonesia ini akan bisa sampai ke Jalur Gaza melalui pintu Rafah,” kata cucu pahlawan nasional H Agus Salim itu mengutip lagi ucapan Yasser Osman.

    Sedangkan Rustam S Pakaya menambahkan bahwa pihak Mesir menyatakan bahwa bila dari Indonesia punya akses langsung ke Rumah Sakit Shifa di Gaza, diharapkan bisa berkomunkasi agar pihak rumah sakit bisa mengirimkan wakil untuk bisa keluar dari Gaza, dan menuju ke perbatasan di Rafah agar bisa menerima langsung bantuan dimaksud.

    “Bagaimanapun juga disampaikan oleh Asisten Menlu Mesir bahwa Jalur Gaza itu adalah wilayah pendudukan Israel, sehingga tidak mudah untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, sehingga perlu dicarikan upaya yang sama-sama bisa diterima,” katanya.

    Aidil Chandra Salim dan Jose Rizal Jurnalis pun menguatkan bahwa memang di perbatasan, meski ada empat pihak yang punya kewenangan untuk izin masuk keluar-masuk orang dan barang, yakni Mesir, pejabat Uni-Eropa, Israel dan Palestina, namun oleh Israel di kawasan itu dinyatakan sebagai zona “darurat militer”.

    (sumber : Media Indonesia, 6 Januari 2009)

  6. Jangan cuma bisa KOMENTAR. Ya….. termasuk saya juga. Yang diperlikan warga PALESTINA itu bukan KOMENTAR tapi tindakan nyata dari kita. Ini semua adalak SUNNAH RASUL yang pasti akan trjadi. CUKUP………

  7. salam
    apa yang pelik
    mesir memang jahat
    suami saya orang mesir
    tentu saya tak terkejut dengan kezaliman mereka
    biasa
    memang biasa biadap pada anak isteri,mertua,jiran dan haiwan
    memang samseng

News Feed