Skip to main content

Tragis! Ramadhan, VCD Porno Tetap Laris…

By August 31, 20095 Comments

Di bulan Ramadhan ini, para pedagang DVD/VCD porno tetap saja bebas menggelar dagangannya di Pasar Harco Glodok, Jakarta Barat. Mereka memang tidak memajang dagangannya secara mencolok di bagian depan pasar seperti biasanya, tetapi juga tidak sembunyi-sembunyi.

Pantauan Kompas.com sepanjang Selasa (9/9) kemarin, para pedagang tidak menggelar dagangan di bawah tangga penyeberangan seperti biasanya. Mereka juga tidak agresif menawarkan kepada setiap pejalan kaki yang melintas.

Akan tetapi, begitu masuk ke lantai tiga, sebuah kios besar tetap saja menggelar film-film dengan gambar seronok itu di sebuah kotakan besar. Pengunjung juga bebas memilih-milih film yang disukai tanpa risih atau takut digerebek polisi.

Berbeda dengan di bawah tangga yang pedagangnya seperti tiarap, di lantai tiga ini para pedagang bebas menawarkan dagangannya kepada pengunjung. “Bulan puasa tetap aja jualan, karena yang mencari juga banyak,”┬ákata Rio, salah satu penjual.

Para pedagang melakukan aktivitas sejak pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Mengenai larangan berjualan film porno, mereka seperti tak peduli dengan alasan peminatnya juga banyak. Soal razia? “Kalau ada sebelumnya kita akan diberitahu,” tambah Rio.

Menurut dia, keuntungan berjualan DVD/VCD, termasuk film porno, sebenarnya tidaklah terlalu besar. Hanya Rp 1.000 per keping. Tapi karena yang terjual bisa sampai 100 keping per hari, keuntungan yang dia dapat lumayan besar, sekitar Rp 100.000 per hari. “Kalau akhir pekan ya lumayan. Biasanya lebih banyak,” katanya.

Rio mengakui, selama bulan Ramadhan aktivitas penjualan film porno memang menurun, dari biasanya sekitar Rp 500.000 atau 100 keping, sekarang tinggal sekitar 75 keping.

Maraknya pedagang VCD porno di depan Pertokoan Elektronik Glodok juga dikeluhkan Imron (37), warga RT 05 RW 02 Kelurahan Glodok, Tamansari, yang juga tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan, keberadaan pedagang VCD porno tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan ketenangan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. “Petugas seharusnya cepat bertindak, jangan membiarkan aktivitas maksiat mengganggu ketenangan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa,” kata Imron.

Sementara itu, Apang (27), salah seorang PKL, menampik kalau para PKL di kawasan tersebut menjual VCD porno, apalagi di bulan Ramadhan. “Tidak benar itu!” katanya.

Namun, setelah dilakukan pendekatan lebih jauh, akhirnya Apang mengakui memang ada sebagian pedagang yang menyediakan VCD mesum tersebut, termasuk dirinya. Hanya saja, VCD-VCD film syur itu tidak dipajang. Paling hanya sebagian gambar untuk menarik pembeli. Itu pun gambar “film semi” (tidak vulgar). “Kalau ada yang tanya baru kita liatin. Kalau yang dipajang cuma sampul yang ‘semi’,” kata Apang.

PKL penjual VCD di kawasan itu memang tidak sebanyak pada hari-hari biasa. Sedikitnya ada tujuh lapak yang berjajar di samping pagar depat pintu masuk Pertokoan Elektronik Glodok. Oleh karenanya, hampir seluruh pengunjung bisa melihat gambar-gambar yang bisa memancing birahi itu.
Camat Tamansari, Rustam Effendi, berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan pedagang VCD porno tersebut, apalagi kegiatan itu dilakukan di bulan Ramadhan. Sebab, hal itu sangat mengganggu masyarakat. “Nanti saya akan kontak Kapolsek Tamansari, kita akan berkoordinasi untuk mengambil langkah penertiban. Karena perbuatan seperti itu sangat menggangu ketenangan masyarakat, apalagi bagi warga yang menjalankan puasa,” ujar Rustam.(kompas)