Transkrip Dialog Larry King – Ahmadinejad (bag 2)

 

LK : Apakah Anda setuju … dan di sini jelas-jelas ada ketidaksepakatan—apakah Anda setuju bersama warga Timur Tengah, termasuk Israel, untuk bekerja pada sejumlah solusi? Anda tidak ingin solusi yang destruktif. Anda tidak menginginkan bom-bom. Anda tidak ingin menghapus sebuah bangsa. Anda menginginkan sejumlah hal secara politik. Mengapa tidak duduk dan berbicara, termasuk Israel?

MAN : Anda tahu, rezim Zionis adalah tamu tak diundang. Ia adalah penjarah. Ia membunuh orang-orang…

LK : Tetapi jika Anda tidak berbicara kepada mereka…

MAN : Izinkan saya, izinkan saya. Saya ingin bertanya kepada kepada Anda, jika seseorang datang dan menduduki Amerika Serikat, sebagai bangsa Amerika, apakah Anda memberikan hak-hak apa pun kepada mereka atau apakah Anda memaksa mereka?

LK : Tetapi dunia menyatakannya sebagai suatu negara. Israel faktanya demikian. Anda tidak akan (bisa) mengubah fakta itu. Israel adalah sebuah negara. Pertanyaan saya adalah mengapa tidak berkumpul sekarang, negara [Iran] dan negara [Israel], dan mendiskusikan ketidaksetujuan Anda dan datang untuk sejumlah perdamaian dan menegakkan keadilan bagi bangsa Palestina? Mengapa Anda tidak bisa? Israel, Anda tidak akan mengubah itu.

MAN : Rezim aparteid Afrika Selatan adalah suatu fakta juga. Di mana sekarang? Uni Soviet adalah suatu fakta juga. Apakah Uni Soviet, apakah Uni Soviet bangkrut sebagai akibat dari pembicaraan atau dialog atau sebagai akibat dari kekerasan, perlawanan, dengan kata lain?

Kadang-kadang, Anda harus melawan. Anda tahu, ratusan rencana perdamaian telah ditawarkan bagi resolusi krisis Palestina dan semuanya itu gagal. Tak satu pun dari rencana-rencana tersebut membuahkan hasil. Sekarang, pemimpin otoritas Palestina, pemimpin Mesir, banyak pemimpin lainnya telah bernegosiasi dengan Zionis berkali-kali. Tetapi adakah hasilnya? Ratusan pertemuan dan perundingan…

LK : Jadi, …

MAN : Sejauh itu apa hasilnya?

LK : Baik. Karena itu, …

MAN : … kecuali ekspansi rezim Zionis, ekspansi pendudukan, eskalasi ketegangan dan teror serta pembunuhan warga. Rezim ini ilegal secara fundamental.

JEDA

LK : Tuan Presiden, karena kekerasan bukanlah jawaban, dan sekalipun, Uni Soviet melakukannya tanpa kekerasan. Afrika Selatan melakukannya tanpa kekerasan juga. Apakah solusinya? Bagaimana kita menciptakan konsep perdamaian ini di mana-mana? Anda tidak ingin melihat bangsa Israel mati. Saya berasumsi, Anda tidak ingin warga Israel mati. Anda tidak ingin melihat warga Palestina mati. Apa jawabannya?

MAN : Izinkan saya menjelaskan dua hal sebagai jawaban pertanyaan tersebut. Ketika kita membicarakan suatu pemusnahan, apa yang tengah kita bicarakan adalah bahwa kejahatan harus musnah. Pembunuh dan pembunuhan harus raib. Teror harus hilang. Agresi dan pendudukan harus hilang.

Akan tetapi, solusi kami adalah, pada dasarnya, solusi yang sangat manusiawi dan sangat demokratis. Maksud kami adalah bahwa sepanjang kawasan Palestina, warga harus berkumpul untuk menentukan jenis pemerintahan yang ingin mereka miliki dan melakukan suatu pemilihan untuk hal itu, pemilihan umum bebas untuk semuanya, di bawah pengawasan organisasi internasional.

Mari kita berikan kepada warga Palestina suatu kesempatan untuk memiliki penentuan-diri. Ini adalah satu-satunya solusi yang mungkin.

LK : Tetapi apakah Israel tetap Israel?

MAN : Biarkan warga yang memutuskan. Mengapa kita harus menutuskan bagi bangsa tersebut? Saya kira ada dua alasan untuk itu – penjelasan untuk kegagalan perdamaian yang ditawarkan bagi bangsa Palestina.

Alasan pertama adalah pengabaian akar penyebab problem tersebut. Bangsa Palestina tinggal di negeri-negeri mereka. Mereka tidak punya masalah apa pun. Adalah pihak lain yang datang dan menciptakan masalah-masalah bagi mereka. Jadi, kita sebenarnya harus mengidentifikasi akar-akar persoalan tersebut. Setelah itu, mencari solusi berdasarkan realitas tersebut.

Alasan kedua adalah bahwa hak bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri telah diawasi. Keduanya telah diabaikan. Saya telah mendengar banyak bahwa, sayangnya, sekelompok orang berusaha menyuntikkan gagasan di tengah-tengah bangsa Amerika bahwa Iran mau menyerang Amerika, bahwa Iran adalah sebuah negeri brutal. Semuanya ini merupakan propaganda palsu. Kemana kami menyerang?

Maksud kami adalah bahwa kita mesti membiarkan pemilihan bebas terjadi di Palestina di bawah pengawasan PBB. Bangsa Palestina, bangsa Palestina yang pindahan, atau siapa pun yang memandang Palestina negerinya, bisa berperan serta dalam pemilihan bebas. Baru kemudian apapun terjadi sebagai hasilnya bisa terjadi.

LK : Tapi Anda tidak ingin…

MAN : Mengapa, kita tidak bisa memutuskan (nasib) bagi bangsa tersebut.

LK : Anda tidak ingin bangsa Yahudi mengganggu?

MAN : Tidak. Anda tahu, kami tidak punya masalah dengan bangsa Yahudi. Banyak orang Yahudi yang tinggal di Iran sekarang. Di Iran, untuk setiap 150.000 orang, kami mempunyai satu wakil di parlemen atau majelis.

Untuk masyarakat Yahudi, sekalipun hanya ada 20.000 jiwa di Iran, mereka tetap punya wakil independen di parlemen yang mempunyai hak prerogatif sama sebagaimana para anggota parlemen lainnya.

Namun perhatikanlah fakta bahwa Zionis bukanlah bangsa Yahudi. Mereka tidak punya agama. Mereka bukanlah Yahudi, Kristen ataupun Muslim. Mereka hanya memiliki, mengenakan topeng keagamaan. Bagaimana bisa Anda religius dan menempati negeri orang lain? Bagaimana bisa Anda menyebut diri Anda sendiri orang beragama, sementara di saat yang sama membunuh kaum perempuan dan anak-anak?

LK : Well, mereka datang dari …

MAN : Perempuan dan anak-anak, perempuan dan anak-anak (tak terdengar) sebagai akibatnya, tidak bisa punya akses ke pengobatan.

LK : Tuan Presiden, apakah mereka tidak—saya tahu Anda telah menolak ini karena sejumlah alasan, tetapi mereka bukan, Zionis sebagaimana Anda sebut mereka, bukankah mereka muncul dari sejumlah kekerasan sejarah? Bukankah mereka muncul dari kematian jutaan perempuan, lelaki, dan anak-anak. Tidak adakah kelahiran? Anda tidak mengira itu terjadi.

MAN : Pertama dan yang utama, mereka tidak membolehkan siapapun untuk secara bebas mendiskusikan yang terjadi. Mereka hanya mengatakan, ini adalah cerita kita tentang sejarah dan inilah apa yang terjadi. Setiap orang hanya mendengarkannya.

LK : Anda katakan itu tidak terjadi?

MAN : Mari kita asumsikan demikian. Apa yang saya katakan adalah mari kita lebih banyak lagi melakukan riset mengenai hal ini, sejarah itu. Ada suatu klaim bahwa tingkat musibah adalah apa yang terjadi. Ada orang-orang yang setuju dengannya. Ada orang yang tidak setuju. Sebagian menolaknya sepenuhnya. Sebagian secara mutlak setuju dengan seluruh kisah tersebut.

Apa yang kami katakan adalah bahwa kita semestinya memiliki pihak yang netral yang melakukan riset mereka sendiri tentang tingkat musibah yang terjadi dan baru menyuarakan hasilnya.

Tetapi sekarang apa yang ingin saya katakan adalah mengesampingkan perdebatan ini sejenak. Mari kita asumsikan bahwa itu terjadi, sampai ke tingkat di mana orang-orang membicarakannya. Di manakah itu terjadi? Apakah itu terjadi di Palestina? Atau, apakah itu terjadi di Eropa?

LK : Hal itu menciptakan Israel.

MAN : Jika itu terjadi…bukan, itu terjadi di Eropa. Jika kejahatan tersebut dilakukan di Eropa, mengapa harus bangsa Palestina dikorbankan sebagai hasilnya? Mengapa tidak bangsa Eropa memberikan kepada mereka suatu teritori? Atau, di Alaska, mungkin. Mereka bisa memberi bangsa Palestina suatu kawasan manapun yang mereka suka. Tetapi mengapa membayar dari dompet sejumlah orang lain? Seolah-olah seseorang, Anda melempari suatu kelompok dari dompet orang lain. Bangsa Palestina tidak punya peran dalam kejahatan tersebut. Mereka sepenuhnya tidak bersalah.

JEDA

LK : Tuan Presiden, apakah Anda khawatir pada Israel ataukah AS menyerang Anda?

MAN : Apakah Anda kira mereka akan melakukannya?

LK : Saya bertanya kepada Anda.

MAN : Saya tidak punya concern pada hal itu karena mereka tidak bisa melakukannya karena hal terburuk yang bisa pemerintah Amerika lakukan adalah sebuah serangan. Saya kira bahwa di AS ada sejumlah orang yang cukup rasional, cerdas, yang tidak akan membiarkan pemerintah AS melakukan kesalahan.

LK : Bagaimana dengan Israel?

MAN : Sama juga. Lebih sedikit kemungkinannya untuk melakukan sebuah serangan. Terlalu kecil. Bahkan ia bukan suatu faktor dalam kebijakan luar negeri Iran. Iran adalah negeri yang besar. Anda pernah berkunjung ke Iran?

LK : Tidak, saya merencanakan (pergi ke Iran) tahun depan.

MAN : Ya, ya. Saya harus mengatakan kepada Anda, saya kira seluruh anggota pers, media, harus datang dan mengunjungi Iran. Bangsa Amerika, saya telah perhatikan bahwa di berita-berita ketika mereka ingin menunjukkan Iran, mereka memperlihatkan sebuah negeri yang tertinggal. Iran adalah negara yang sangat besar dan amat maju dan berjaya juga. Dengan (jumlah) penduduk besar.

LK : Omong-omong, Anda menyebut hak asasi manusia (HAM) di Israel. Tidakkah Anda memiliki sejumlah problem HAM di negeri Anda sendiri, Iran?

MAN : Apa yang dimaksud dengan problem HAM?

LK : Orang-orang memprotes bahwa mereka tidak punya hak-hak yang sama dengan orang lain. Homoseksual—Anda katakan tahun lalu, Anda tolak adanya kaum homoseksual. Ada homoseksual di mana-mana?

MAN : Saya katakan itu tidak sama dengan di sini. Di Iran hal ini dipandang sangat jelas kebanyakan orang tidak menyukainya. Kita sesungguhnya memiliki hukum yang berkaitan dengannya dan hukum tersebut ditegakkan. Ia adalah hukum yang dikeluarkan. Ia diundang-undangkan. itu adalah tindakan yang melawan prinsip-prinsip kemanusiaan. Banyak hal bisa terjadi. Hal itu dapat menyebabkan problem-problem psikologis, problem-problem sosial yang mempengaruhi seluruh masyarakat.

Ingatlah, bahwa aturan-aturan Tuhan bertujuan untuk meningkatkan kehidupan manusia. Dalam agama kami, tindakan ini (homoseksual) haram, sementara Parlemen telah telah melegislasi tentang hal itu. Bukan sekarang, 70 tahun lalu. Ini adalah sesuatu yang terjadi 70 tahun silam sebelum Republik Islam menjadi –

MAN : Lantas, apa yang terjadi pada kaum gay ?

LK : Tentu saja, tak seorang pun melakukan protes. Anda, apakah Anda perhatian pada sekitar 70 juta penduduk Iran ataukah segelintir homoseksual?

Mari asumsikan di Iran—mari asumsikan di AS, tempat 200 juta orang mengendarai mobil dan sejuta orang pelanggar ditahan. Mereka melanggar aturan mengemudi. Apakah kita harus mencemaskan 199 juta orang yang keselamatannya harus Anda perhatikan ataukah satu juta pelanggar? Hukum adalah hukum. Ia adalah hukum. Dan ia harus ditegakkan, tentu saja. Sudah tentu, kita harus memperhatikan bahwa di Iran tak seorang pun mengintervensi pada kehidupan pribadi seseorang. Kami tidak berurusan dengan dengan ranah privat orang-orang. Ini bukanlah moralitas privat, tetapi publik. Di rumah mereka sendiri tak seorang pun ikut campur.

JEDA

LK : Baik, Tuan Presiden, kita punya sedikit waktu lagi. Apakah Anda ingin AS keluar dari Irak sekarang?

MAN : Jika itu adanya, maka ini merupakan skenario terbaik. Namun saya kira ia membutuhkan jadwal. Itulah yang saya pikirkan. Jadwal yang jelas sehingga ia membolehkan penarikan mereka dalam periode waktu terpendek. Karena kehadiran AS di sana tidak mengurangi ketegangan dan ia bahkan tidak membatasi terorisme. Sebenarnya, ia telah memunculkan terorisme.

Jadi, kami kira, hal itu akan menguntungkan semua pihak. Ia akan menguntungkan bangsa Amerika, Irak, dan kawasan tersebut jika penarikan mundur terjadi. Namun hal iti membutuhkan waktu khusus.

LK : Apakah Anda kira hubungan-hubungan di antara dua negera, AS dan Iran, bisa lebih baik?

MAN : Ya, tentu saja. Saya ingin mengingatkan Anda bahwa Amerika memutuskan hubungannya dengan kami secara unilateral sebagai suatu sarana untuk menekan kami. Mungkin para politisi kembali kemudian AS mengira bahwa bersama dengan pemutusan hubungan, Iran akan mati atau ia akan lebih lemah. Namun ketika ini tidak terjadi, alasannya adalah bahwa mereka tidak memahami orang-orang Iran, bangsa Iran.

Bangsa Iran adalah bangsa besar, bangsa yang memiliki peradaban dan kebudayaan tinggi, manusia yang besar di hati, besar secara intelektual. Kami punya sejumlah orang berbakat. Dan jenis orang seperti itu bisa selalu menjalankan urusan-urusannya sendiri dan mengelola dirinya sendiri dengan kehormatan dan baik. Kami telah melakukan hal itu. Adalah pemerintah AS yang memutuskan hubungan dengan kami.

LK : Senator Obama mengatakan demikian—Senator McCain tidak—namun ia terbuka kepada diplomasi. Apakah yang mendorong Anda?

MAN : Kami tertarik pada penjalinan hubungan yang sehat dan bersahabat. Kami memilih itu dan mengusulkannya. Akan tetapi, pemerintah Amerika memutuskan apa pilihan yang mereka buat. Apa pun pilihan yang mereka lakukan, kami pun akan membawa ukuran-ukuran dan mengatur upaya-upaya kami secara tepat.

Tetapi saya kira sebuah hubungan berdasarkan keadilan dan penghormatan akan menguntungkan semua pihak dan itulah pilihan kami. Kami sebenarnya memilih ini. Dan itulah masalahnya.

LK : Anda mengharapkannya?

MAN : Saya kira setiap pemerintahan yang muncul berkuasa di AS harus menyampaikan dua jenis agenda ini. Pertama bahwa ia mesti membatasi lingkaran intervensi AS ke mancanegara karena intervensi dan turut campur ini mengakibatkan biaya besar bagi bangsa Amerika, baik secara materi maupun dalam konteks kehormatan suatu bangsa. Kehormatan bangsa Amerika di seluruh dunia menjadi sulit ketika kalian—bangsa lain tidak mempunyai citra baik atas bangsa Amerika lagi.

Secara materi, Anda bisa mengatakan kepada diri Anda sendiri apa yang telah dilakukan bagi ekonomi Amerika. Saya mendengar bahwa 700 milyar dolar disuntikkan untuk lembaga-lembaga keuangan. Darimana itu dibayarkan? Dompet bangsa Amerika.

LK : Saya tahu mereka membatasi perjalanan Anda di Amerika Serikat. Jika Anda bisa pergi ke manapun, apa yang ingin Anda lihat di negeri ini?

MAN : Saya hanya ingin menambahkan sebuah kalimat menyangkut pertanyaan terakhir sebelum ini, jika Anda membolehkan saya. Pemerintahan Amerika harus melakukan dua hal. Pertama, bahwa ia harus membatasi lingkar intervensi ke mancanegara, cukup di dalam AS saja, alih-alih terlibat di Afganistan dan tempat-tempat lain. Kuncinya adalah menginvestasikan uang bangsa Amerika untuk bangsa Amerika, untuk kesehatan mereka sendiri, untuk keperluan perumahan mereka sendiri, kebutuhan tenaga kerja, kesejahteraan mereka untuk memelihara dan menjaga area-area tersebut yang dipengaruhi oleh bencana alam.

Kedua, yang harus dilakukan oleh bangsa Amerika, pemerintah Amerika adalah memperbaiki hubungan dengan Iran. Karena Iran adalah negeri penting.

LK : Ke mana Anda ingin pergi selama di Amerika?

MAN : Saya ingin mengunjungi beberapa tempat di AS. Pada perjalanan ini melalui misi kami di sini, kami ingin pergi ke California dan Los Angeles, tempat kami bisa berjumpa dengan bangsa Amerika dan mempelajari mereka dan kehidupan mereka. Kami kira mengadakan bincang-bincang adalah cara terbaik.

Pendekatan terbaik, saya kira, bahwa Anda, yang lainnya di media, bangsa Amerika, harus datang dan mengunjungi Iran. Kunjungan-kunjungan ini akan menghubungkan pikiran-pikiran kita. Ia akan menciptakan afinitas. Kita akan mulai saling menyukai nantinya.

LK : Berapa banyak anak Anda? Lelaki dan perempuan?

MAN : Satu perempuan, dua lelaki.

LK : Berapa usianya?

MAN : Yang dua telah menikah. Pertama-tama mereka lulus, baru setelah itu menikah. Satunya lagi masih di bangku kuliah.

LK : Anda kelihatannya tidak cukup tua untuk mempunyai anak-anak yang sudah menikah.

MAN : Di Iran, kami menikah muda.

LK : Saya sangat berterima kasih kepada Anda…

MAN : Di Amerika juga, saya tahu keluarga diberi nilai sangat tinggi.

LK : Kami berterima kasih Pak Presiden karena telah bergabung dengan kami malam ini untuk waktunya yang sangat mencerahkan, yang berlalu sangat cepat. Semoga Anda menikmatinya juga. (diterjemahkan oleh Arif Mulyadi, Pemred Al-Huda, ICC Jakarta)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. ustad labib, kaef haluk? ana dari dulu tertarik dengan tulisan-tulisan antum. dengan blog ini semoga bisa lebih jauh lagi membaca tulisan-tulisan antum. Salam dari albiruni08.wordpress.com

News Feed