“TUDUHAN MULIA”

Tak fair mencemooh orang yang mengaku pengikutnya hanya karena ingin mengikutinya. Mengaku pengikut Ali tak berarti dituntut menjadi Ali.

Mengaku mengikuti Ali AS tidaklah salah dan tak nisvaya berarti klaim kesombongan tapi berarti ikrar untuk berusaha mengikuti dan terus menyempurna dengan mengakui hak kepemimpinannya dan kewajiban diri mematuhinya.

Mengaku sebagai pengikut Ali AS bisa bermakna deklarasi hak takwininya sebagai penjelas tunggal ajaran suci Nabi SAW sepeninggalnya.

Jangan menyembunyikan identitas pengikut Ali AS karena malu atau menghindari risiko kecil karena itu bisa dianggap berandil menutupi hak takwininya sebagai Jubir Muhammad SAW.

Jangan mendeklarasikan diri pengikut Ali AS hanya untuk menyombongkannya atau menonjolkan perbedaan atau memancing ketegangan.

Batas minimal mengikuti Ali adalah mengakui hak takwininya sebagai penjaga “One Gate Islam”.

Yang lebih agung dari Ali AS adalah ajaran yang karena itu dia menjadi agung.

Mendeklarasikan diri sebagai pengikut Ali sembari berusaha memperlihatkan perubahan prilaku yang lebih baik adalah tugas ideologis pengikut tanpa perlu menjajakan atau mengajak orang lain menjadi pengikut.

Tak perlu mendeklarasikan diri sebagai pengikut Ali tapi tak perlu mengelak dianggap pengikutnya dengan alasan “belum mencapai derajat pengikut”. Tentulah kita mungkin hingga akhir hayat sulit menjadi pengikut dalam pengertian prima, tapi jangan menolak tiara “tuduhan mulia” itu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed