TUHAN, NABI DAN HAMBA-HAMBA LAINNYA

Memperingati kelahiran Nabi berarti menghormatinya. Menghormati Nabi berarti memuliakan sesuatu yang membuatnya dihormati. Yang membuatnya dihormati adalah fungsi, tugas, jasa, ajaran, perilaku, pengorbanan dan semua aspek kehidupannya. Dan yang terpenting, menghormatinya karena ingin mematuhinya.

Bila mematuhi Allah, maka tentulah maksudnya adalah mematuhi Nabi atau mematuhiNya melalui Nabi. Kepatuhan tak horisontal tapi vertikal gradual. Artinya, Allah dan Nabi dan para pemuka agama tak berada dalam posisi sejajar.

Ayat populer terkait dengan tema ini dalam al-Quran, “Patuhilah Allah dan patuhilah Rasul serta para pengemban amanat di antara kamu” bermakna “patuhilah Allah dengan mematuhi Nabi dan Ulul Amr di antara kamu”.

Mengapa kepatuhan sejati bersifat vertikal? Penjabarannya antara lain sebagai berikut:
A. Allah adalah pemilih wujud, bahkan Dialah wujud tunggal, sedangkan selainNya adalah wujud-wujud kopulatif yang secara abadi bergantung kepadaNya. Makhluk yang bergantung kepadaNya tak bisa berhubungan denganNya secara langsung karena Dia tak sama dengan makhluk dalam segala hal kecuali dalam wujud; Artinya, yang menghalangi makhluk berhubungan secara langsung dengan Tuhan adalah sistem gradualitas eksistensi.
B. Kepatuhan kepada Nabi secara vertikal adalah konsekuensi kepatuhan primer dan hakiki kepada Allah, karena semua ajaran dan perintahNya dipatuh melalui wahyu dalam Al-Quran dan Sunnah yang dititipkan kepada Nabi.
C. Andai makhluk dan hamba bisa berhubungan langsung, tentu kenabian yang berfungsi sebagai lembaga mediasi tak diperlukan. Allah maha mampu berhubungan langsung namun keterbatasan makhluk menjadi kendalanya.
D. Andai makhluk yang maha berbatas bisa berhubungan langsung dengan maha tak terbatas, maka hilanglah perbedaan makhluk dengan Tuhan akibat hubungan langsung itu. Bila hilang perbedaan, tak ada lagi makhluk.

Karena itu, kepatuhan kepada Allah sebagai pemilih kewenangan primer hanya bisa terlaksana dan terjadi melalui perantara Nabi via Al-Quran dan Sunnahnya serta para wali suci pilihannya.

Setidaknya, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah ekspresi penghormatan dan tanda keinginan mematuhi Allah melaluinya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed