Warga Malaysia Harus Berhenti Sebut WNI dengan ‘Indon’

Selama ini istilah “Indon” kerap digunakan warga Malaysia, terlebih lagi media, untuk menyebut WNI. Namun kini, Wakil Ketua UMNO Pemuda Khairy Jamaluddin, menyerukan warga Malaysia untuk berhenti menyebut WNI dengan “Indon”.

 

Dikatakan Khairy, sebagian besar warga Malaysia tidak tahu kalau sebutan itu tidak dipakai di Indonesia. Warga Malaysia juga tidak sadar kalau masyarakat Indonesia tidak senang dengan pemakaian kata itu.

 

Demikian disampaikan Khairy dalam acara Dialog Malaysia-Indonesia (Malindo) 2008 di Kuala Lumpur seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Jumat (11/1/2008).

 

Pejabat UMNO itu mengimbau masyarakat Malaysia untuk lebih peka akan perasaan WNI. “Media Malaysia hendaknya merintis hal tersebut dengan membuang istilah itu untuk mencegah timbulnya sakit hati,” kata Khairy.

 

Ditegaskan Khairy, istilah dan kata-kata yang bisa menimbulkan kemarahan atau melukai perasaan orang lain harus dihindari karena itu bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan kebencian. (detikcom/1/01/2008 14:45 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 comments

  1. Tak perlu diambilkira kenyataan maling utama di Malaysia ini, Ustaz. Entah-entah, dialah yang paling kuat dan paling kerap menggunakan istilah Indon.

    Semua itu PR yang busuk dari si muzabzabin.

    Maling bejat ini sebenarnya munafiq of the highest kind. Jika rakan-rakan di Indonesia merasakan Malaysia adalah saudara serumpun, mohon doakan negara saudara serumpun anda diselamatkan dari bala besar dan jahat ini. Dia bercita-cita menjadi Perdana Menteri Malaysia selewat-lewatnya ketika berumur 40 tahun. Na’uzubillahi min zalik!

    ML: Wow… mengerikan!! Thank’s atas commentnya. Salam utk saudara serumpun di Malaysia.

  2. Hm…..
    Rasanya ga hanya “Indon” yang bikin ga seneng ma Malingsia, ups Malaysia.

    ML: Saya sangat setuju dengan comment anda. Ada yang lebih besar ketimbang panggilan sinis itu. Thank’s

  3. awak sambut baik lah, tak perlu antar tetangga lempar telusr busuk, kebaikan itu pantasnya di bangun dengan amal kebajikan. Itulah Islam membangun pergaulan.

  4. Assalamualaikum

    Sebetulnya hidup bertetangga itu seperti dua belah tangan sakit tangan kiri tangan kanan membantu, begitujuga sebaliknya sakit tangan kanan tangan kiri tanpa di minta bantuan sepontan tangan kiri membantu tangan kanan.

    Tidak seperti dua telinga, hidup bertetangga tidak perna saling teguran
    dari syaiful pekanbaru rumbai http://syaiful-pbb.blogspot.com

News Feed