Wow! Qardhawi Keluarkan “Fatwa Gaul” Soal Alkohol

Syekh Yusuf al Qardhawi mengeluarkan sebuah ‘fatwa gaul’. Qardhawi membolehkan Muslim meminum minuman alkohol berkadar 0,5 persen. Kontan saja fatwa ini menimbulkan kontoversi di Qatar.

“Fatwa yang terbaru menyebabkan kebingungan di masyarakat,” tulis Editor harian Qatar Ash Sharq, Abdullatif al Mahmud seperti dilansir AFP, Jumat (11/4/2008).

Perdebatan dimulai saat Qardhawi mempublikasikan fatwanya di koran Qatar, Al Arab, pada Selasa 8 April 2008. Ulama Mesir ini mengatakan meminum minuman yang mengandung sejumlah kecil alkohol yang dinilai alami dari proses fermentasi, tidak melanggar hukum Islam.

“Keberadaan alkohol dalam proporsi 5 per seribu (0,5 persen) itu tidak dilarang karena itu adalah jumlah minimal, khususnya ketika itu dihasilkan dari fermentasi alami. Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan meminum minuman itu,” tulis Qardhawi.

Editor Ash Sharq, Mahmud, menilai, fatwa Qardhawi akan membuka pintu bagi mereka yang ingin meminum alkohol dengan alasan Al Quran dan Sunnah tidak menyebutkan proporsinya. Mahmud juga menilai adalah sulit mengukur kadar alkohol dari proses fermentasi.

Qardhawi kepada AFP mengatakan fatwanya menimbulkan kontroversi karena belum dipahami secara utuh. “Fatwa ini untuk merespons pertanyaan mengenai sebuah minuman berenergi yang beredar di pasaran Qatar,” tegas Qardhawi.

Dukungan datang dari mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Qatar, Abdul Hamid al Ansari. Kepada AFP, dia membenarkan argumen Qardhawi.

Sementara saat diminta tanggapannya soal fatwa itu, Said Agil Siradj, Ketua PBNU, mengatakan, fatwa minuman beralkohol ini harus dipahami secara komprehensif, termasuk pemahaman yang utuh terhadap figur Syekh Yusuf Qardhawi sebagai penganut mazab Imam Hanafi, yang mengedepankan kelonggaran dalam urusan pribadi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 comments

  1. ustad kalo dalam kaidah mahzab ahlul bait gimana pendapatnya nih.
    ini kaitannya dengan tape/ketan…yg kalo di biarkan lama kelamaan kan bakalan terjadi fermentasi kemunkinan ada alkoholnya…walaupun benar agak sulit menghitunggnya….
    mohon pencerahanya..

  2. menurut usatdz gimana nich “tentunya bukan sebagai rujukan tapi sebagai sudut pandang dari seorang yang pernah mendalami fatwa dan jalurnya” ?

  3. ustad apa beda nya yang dengan alkohol yang terjadi karena fermentasi dan yang di buat untuk konsumsi minuman keras dan tolong fatwa mengenenai hal ini dari ayatulloh ali khamenei karena ana cuma percaya dfatwa dari beliau aja deh

  4. Dear …

    Gak nyangka kalo PIKUN’ sedemikian jahat pengaruhnya terhadap kemampuan intelegensi seseorang.
    Nggak nyangka juga tinggal di negeri yang makmur bisa bikin PIKUN seseorang sedemikian sehingga negeri2 miskin bisa “berbangga” karenanya.
    Juga nggak ‘ngira kalo SALAH GAUL seorang ulama’ bisa bikin KEBLINGER’ sedemikian sehingga ada “kemungkinan” maksiat-maksiat si “awam” menjadi lebih ringan dimata ALLAH dibandingkan mereka.
    Tak dinyana’ jikalau SETAN La’natullah teruuusssss … mengejar seseorang hingga usia di paruh waktu akhir.

    Sudah ku kira siapa mereka, yang telah menyepelekan BENIH CINTA (mahabbah) kepada Keluarga Mulia, sehingga tandus dan gersang terasa di akhir hidup mereka.
    Juga mudah terbaca siapa mereka, yang tak pernah mengisi DADA dengan air mata cinta milik Al-Mustafa dan Keluarga Tercinta.

    Allah … Allah …
    Aku berlindung kepada Mu dengan “menyebut-nyebut” nama Mereka Saaw.
    Aku memohon kepada Mu untuk sedianya diberi Cinta Mereka hingga Akhir MASA.

    Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ali Muhammad

  5. saya sih setuju aja………..bukan apa2……dasar filosofis dilarangnya minum alkohol itu kan “hilangnya ingatan seseorang”, maksudnya disini si peminum itu akan kehilangan kontrol terhadap akal pikirannya sehingga dapat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi kalo hanya segitu dan itu muncul karena fregmentasi/ secara alamiah ya………GAK PAPA TO? ya intinya kita jangan stag disitu aja dalam menafsirkan ayat2 Al-Quran, tapi kita harus tau juga dasar filosofis kenapa diberlakukan demikian……..oke!

  6. Lho, dimana masalahnya? Yang diharamkan khamar (minuman keras) atau alkohol? kalau khamar, sedikit atau banyak, memabukkan atau tidak, ya tetap haram.

    alkohol tidak (selalu) sama dengan khamar. Antum makan tape? dalam tape kandungan alkoholnya sampai 5%. Antum minum kratingdeng? Atau Sprite? atau Cocacola? pernah mencek berapa kadar alkoholnya?

    Antum pernah menghisap narkotik? tentu tidak, karena dia termasuk zat yang memabukkan, setiap yang memabukkan adalah khamar dan khamar adalah haram. Antum pernah menghisap morfin sekali isapan saja? tentu antum tidak akan mabuk. mengapa antum tidak mau menghisapnya? karena banyak atau sedikit, antum mabuk atau tidak, tetap haram, karena yang diharamkan pada khamar adalah zatnya, bukan efeknya. tapi, berapa kadar alkohol pada narkotik? NOL persen.

    khilafiyah pada kosmetika misalnya, terletak pada masalah najis hakiki atau tidak khamar itu? tapi siapa yang berkosmetik dengan minuman keras?

    Apakah Rasulullah mengharamkan C2H5OH? Yang Rasulullah haramkan adalah khamar, yang kebetukan kita yang hidup di jaman kemudian tahu bahwa salah satu unsur yang memabukkan di dalam khamar adalah alkohol.

    Tapi ada makanan dan minuman lain yang juga mengandung alkohol tapi bukan khamar kan?

News Feed