Wow! Tokoh-tokoh Muslim Indonesia Temui Simon Perez di Isarel

kok-tampang-mrk-ga-meyakinkan.jpg

Mungkin berita dan analisis di bawah ini agak ‘usang’ karena terjadi tiga bulan lalu di penghunjung 2007. Tapi, seiring dengan meningkatnya ketegangan di Gaza akibat serangan tentara zionis yang menelan banyak korban, artikel ini masih layak untuk disimak.

Situs harian Jerusalem Post pada Jum’at (8/12/2007) menurunkan sebuah berita berjudul “Indonesian Peace Delegation Meet With Peres” (Delegasi Perdamaian dari Indonesia Temui Shimon Peres). Berita ini ditulis oleh Greer Fay Cashman.

Di awal artikelnya Cashman menulis, “Walau tidak ada hubungan diplomatik formal antara Israel dan Indonesia, lima orang anggota Delegasi Perdamaian Indonesia menemui Presiden Israel Shimon Peres, Jum’at (8/12) di Yerusalem. ”

Kelima orang Indonesia tersebut berasal dari Yayasan LibForAll, sebuah yayasan swasta yang berasal dari Amerika Serikat yang tujuannya untuk memerangi Islam Kafaah dan mempromosikan Islam yang bersekutu dengan Zionis-Israel. Abdurrahman Wahid menjadi pelindung yayasan LibForAll dan anggotanya antara lain Yeni Wahid, Abdul Munir Mulkhan, Ahmad Dani (Dewa19), dan sederet aktivis JIL lainnya. Perjalanan mereka ke Tanah Palestina yang diduduki Israel bekerjasama dengan Simon Wiesenthal Center, sebuah LSM Amerika pendukung utama Zionisme.

Lima orang tersebut oleh Jerusalem Post dianggap merepresentasikan dua ormas terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki anggota sebanyak 70 juta rakyat Indonesia, dari 195 juta rakyat Indonesia yang Muslim.

Di depan kelima orang Indonesia, Peres sempat mengatakan bahwa kedatangan mereka akan menimbulkan spekulasi di Indonesia, karena selain Israel tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, setiap ada orang Indonesia yang ke Israel selalu saja menjadi berita kontroversi.

C. Holland Taylor, pimpinan dari yayasan LibForAll yang sangat pro-Zionis, menyatakan kepada Peres bahwa Abdurrahman Wahid baru-baru ini mengeluarkan sikap yang menolak dan menentang HAMAS dalam persoalan di Palestina. Taylor juga berkata bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia di mana HAMAS ditolak oleh ormas Islam terbesar di dunia.

Jpost kembali menulis, “Syfiq Mugni (Syafiq Mugni?), tokoh Muhammadiyah, berbicara dengan Peres yang mengenakan kippa dengan tulisan “shalom” dalam bahasa Ibrani dan Latin, begitu gembira dengan orang-orang Indonesia yang mengunjunginya dan bahkan mereka menyerang HAMAS serta mendukung Zionis-Israel, sehingga Peres mencopot kippa yang dikenakannya dan mengenakannya ke kepala tamunya tersebut.

Pertemuan itu diisi dengan berbagai topik pembicaraan antara lain bidang ekonomi, politik, regional, dan peringatan 60 tahun berdirinya Israel di Tanah Palestina.

Kepada Peres Mugni antara lain menyatakan, “Kita berharap suatu waktu Muslim di Indonesia bisa bersikap lebih toleran dan mengutamakan demokrasi. Hal ini bisa dilakukan antara lain lewat jalur pendidikan, untuk mengubah mental Muslim di Indonesia agar bisa bersikap lebih terbuka. ” Maksudnya jelas, agar Muslim Indonesia bisa menerima Zionis-Israel sebagai sekutu, sama seperti dirinya dan kawan-kawannya dari LibForAll.

Ulama NU yang disebut dengan nama Abul A’la (bisa jadi nama-nama ini merupakan nama alias), mengamini Mugni dan menyatakan bahwa di Indonesia ada segolongan Teroris Muslim. “Namun hal itu tidak mencerminkan keseluruhan Muslim di Indonesia. Kami akan secepatnya menghadapi itu dan mempromosikan Islam yang penuh kedamaian. Kami tidak bisa hidup tanpa kedamaian. ”

Kelima orang Inadonesia ini juga menyatakan bahwa mereka telah mencoba untuk berbicara dengan Kubu Mahmud Abbas yang juga pro Israel agar tercipta kerjasama saling menguntungkan antara Palestina, Israel, dan mereka sendiri. “Kami mendoakan itu, ” ujar Mugni.

Peres bercerita bahwa Juni lalu, di Bali telah diselenggarakan konferensi besar yang menentang sikap Iran atas penafikkannya terhadap Holokous yang dihadiri oleh Gus Dur, dan beberapa tokoh agama lain termasuk dari Israel.

Oktober lalu, tambah Peres, tujuh delegasi wartawan dari Indonesia juga datang ke Israel dan bertemu dengannya.

Kelima orang Indonesia anggota LibForAll itu selama di wilayah pendudukan Zionis-Israel ditemani oleh Dean Rabbi Abraham dari Wiesenthal Center dan C. Holland Taylor, CEO LibForAll. Mereka ikut merayakan ritual Yahudi Hanukka, menikmati tarian di Kiryat Shmona, mengunjungi Betlehem dan juga Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, setelah bertemu Peres. Selain itu, mereka juga mengunjungi sebuah sekolah di Sderot dan memantau wilayah Jalur Gaza dari kejauhan.

Kunjungan lima tokoh ini ke Shimon Peres ini menjadi berita hangat di sejumlah media Islam dunia. Dalam artikelnya berjudul “Normalisasi Memalukan Indonesia” (8/12), media ‘Friend of al-Aqsha’ yang diterbitkan Muslim London dan beredar luar di Ibukota Inggris, lewat tangan Khalid Amayreh menulis bahwa kunjungan lima orang Indonesia ke wilayah pendudukan Israel di Palestian sungguh-sungguh memalukan mengingat Indonesia merupakan negeri Muslim mayoritas terbesar di dunia. (disarikan dari http://www.eramuslim.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 comments

  1. Innalillahi…….Kagak Penting dengan mereka…….mereka boleh ke ISRAEL tapi jangan sebagai representative umat Muslim Indonesia…..Cari FULUS KALEEEE

  2. saya kok berfikirnya sih dalam perspektif yg agak berbeda, bisa salah dan bisa juga benar. Menaklukan israel bisa dilakukan 2 hal pertama lewat perang solusi win loose atau di ubah oleh masyarakatnya sendiri cara berfikir pemerintahnya.

    kalau saya berfikir cara yg paling realistis saat ini adalah palestine duduk berdampingan dgn israel, eksistensi palestina yg memiliki tanah dan pemerintahan harus ada dahulu. bukan berarti manut dengan kebijakan israel tapi independent.

    org2 itu, mungkin berfikir bahwa dengan menambah kelompok anti perang dalam pemerintahan maka perang 2 negara ini yg mengorbankan rakyat bisa di hindari.

  3. luar biasa…… plesir gratis, mudah-mudahan dapat uang sangu dari Peres, kerjasama yang sangat menguntungkan jika bisa menyiasati….. he he he

  4. Innalillahi wa inna ilaihiraji’uun… Bukan sekedar memalukan tapi sangat menyakitkan umat Islam. Jangan-jangan mereka non ….

  5. astaga…sebagai muslim gw malu, hina, ada orang muslim indonesia yg begitu…
    ternyata emank bener si gusdur ga bisa ngeliat baik ngeliat yg benar dan yg buruk…

  6. wah bleh juga tuch jalan-jalan gratis….!!! tapi saya jadi ragu dengan keislaman mereka. eh temen-temen kira2 mereka masih islam ga ya…..???

  7. gila betul Gusdur ni! kok dia selalu dijadikan sebagai tolok ukur representatif masyarakat indonesia ya? Padahal dia selalu bertindak seenak perutnya sendiri. (dia tidak bisa bertindak untuk mengikuti pandangannya) ana hanya mau omong nih, dan ane yakin banyak masyarakat indonesia bersama saya yang sepakat dengan omongan ane ini. Ana umumkan bahwa dia tidak merepresentasikan diri ana yang juga masyarakat muslim indonesia.

  8. WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH
    Rupanya Abdurrahman wahid itu PENGHIANAT
    Moga ja laknat ALLAH menimpa mereka yang menghianati agamaNya dan juga mereka yang mengajak orang-orang awam ikut dengannya
    AMIN

  9. ass….

    siapa pun dia yang mengaku bahwa ada DIN(sistem hidup,ideologi) selain islam yang akan jaya atau yang paling baik dan benar, maka ia tak pernah dapat kebahagiaan dunia wal akhirat…meskipun ia mengaku muslim apalagi ULAMA..ulama ada2 -ULAMA khoir(pewaris nabi) -ULAMA SUU(penyebar fitnah)..

    maka kita tanya hati nurani siapakah ulama yang baik n siapa ulama suu..

  10. wong berita disini cuman copy paste dan sampeyan cuman punya hati yang selalu curiga dengan orang lain emange sampeyan dapat berita ini darimana??? kok bahasanya kalo di cerna kurang masuk di akal??? kayakE sampeyan kurang refrensi, Abul A’la saja disebut alias, halah cuman copy paste dari era muslim ternyata. jelas satu sudut pandang informasi, wah kurang bermutu beritanya.

    ML: memang berita yang dicopy. Kan di bwh disebutkan sumbernya. Copy paste tidak terlarang selama menyebutkan sembernya. Baru tau ya? Saran kulo, sampeyan perlu baca “zionis-zionis mini” di blog ini. peace!

  11. Keep fighting mr. ML. Fuck zionis and zionis mini. Kebenaran akan terungkap…dan orang-orang munafik akan terlihat. Mereka yang tidak peduli dengan urusan umat Islam, maka ia bukanlah termasuk dalam golonganku, kata Rasulullah…

News Feed