YAHUDI BELUM TENTU ZIONIS

YAHUDI BELUM TENTU ZIONIS

Terlahir sebagai orang dengan ras yahudi dan ras apapun bukanlah kesalahan dan aib.

Orang-orang Yahudi kelahiran Eropa dan Amerika yang datang ke Palestina dan mendirikan Israel adalah turis tanpa visa.

Zionisme tak identik niscaya dengan ras dan agama Yahudi. Zionisme adalah ideologi rasisme dengan manipulasi terhadap kitab suci.

Tak sedikit rabi yahudi dan warga Eropa dan Amerika yang aktif mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menentang Zionisme.

Zionisme adalah penyakit lintas agama. Zionisme berjubah lebih berbahaya dari zionisme berdasi. Takfirisme adalah zionisme berbalut relijiusitas.

“Quds adalah hak pengikut agama-agama Ibrahimik. Ia adalah milik pengikut Musa, Isa dan Muhammad, bukan gerombolan penjajah rasis.”
Gibran Basil, Menlu Lebanon.

Palestina memang negara multikultur dan etnik. Siapapun yang lahir di Palestina sebelum okupasi, penganut agama Islam, Kristen dan Yahudi, dari suku Arab, Yahudi dan lainnya adalah warga sah Palestina.

Isu Palestina memang bukan isu agama, karena ia adalah tanah yang dihormati agama-agama Ibrahimik. Tapi itu tidak berarti isu Palestina hanya boleh dipandang sebagai isu kemanusiaan semata, dan tidak berarti orang Muslim tidak berhak meyakini membela rakyat Palestina sebagai kewajiban keagamaan, dan tidak berarti bangsa Arab tidak berhak mengklaim Palestina sebagai bagian dari wilayah Arab berdasarkan prosentase penduduknya baik Muslim maupun Kristen.

Referendum adalah opsi demokratis bagi seluruh warga legal Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.

News Feed