Yesus, Firman Tuhan

yesus.jpg

Yesus, bersama para nabi, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Muhammad saw, memiliki status khusus dalam Islam sebagai nabi-nabi terbesar, ulu’ al-‘azm, para duta luar biasa, yang membawa hukum ilahi. Yang terakhir diturunkan di antara mereka merupakan konfirmasi dari yang diturunkan kepada yang lainnya. Kebenaran wahyu tidak ditemukan di dalam partikularitasnya tetapi di dalam universalitasnya. Kita segera memahami ini ketika memahami ajaran-ajaran para nabi. Kenapa Al-Qur’an memberikan perhatian begitu banyak kepada nabi-nabi terdahulu?

Semua nabi telah membawa ajaran cinta, cinta Allah dan cinta tetangga serta bahkan cinta terhadap makhluk-makhluk-Nya yang terkecil sekalipun. Maka, dalam teks-teks Islam, kita mendapati Yesus memberikan beberapa makanan kepada makhluk-makhluk di laut. Pada saat yang sama, bagaimana pun juga, cinta ini tidak dibingungkan dengan sentimentalisme yang mencegah pelaksanaan hukum ilahi. Yesus melihat kesalahan orang-orang Yahudi munafik bukan karena kepedulian mereka terhadap bentuk-bentuk lahiriah agama, tetapi karena ketidakpedulian mereka terhadap bentuk-bentuk batiniahnya, yaitu karena mereka bersikap munafik.

Dalam al-Qur’an, terdapat sebuah ayat yang menggambarkan penghormatan yang begitu tinggi kepada Perawan Suci Bunda Maria, sedangkan Yesus digambarkan sebagai sebuah Kalimat dari Allah: “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah memberikan kepadamu kabar gembira tentang sebuah Kalimat dari-Nya, namanya al-Masih putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan akhirat dan salah seorang yuang didekatkan (kepada Allah).” (3:45)

Tentu saja penafsiran mengenai logos dalam teologi Kristen berbeda dengan penafsiran kalimah oleh ulama Islam. Bagi Kristen, menurut Gospel John, Kalimah Allah dan Kalimah menjadi daging. Di lain pihak, bagi umat Muslim Kalimah adalah makhluk, bahkan sementara ia merupakan prinsip kreatif, karena ia berada dalam ucapan Allah dari kata “Jadi!” maka jadilah ia. Menyebut Kristus sebagai Kalimat Allah bukanlah untuk mendewakannya, tetapi untuk mentahkikkan statusnya sebagai nabi. Karena statusnya tinggi sebagai nabi, Yesus menjadi manifestasi sempurna dari Allah, orang yang menyampaikan pesan Allah, orang yang dapat berbicara atas nama Allah dan karenanya menjadi Kalimah Allah. Yesus menjadi Kalimah Allah bukan karena inkarnasi dengan jalan mana dagingnya bersifat ketuhanan (divine), tetapi karena ruhnya dibersihkan sedemikian rupa sehingga menjadi cermin yang dengannya Tuhan dikenal. Biara menjadi suci bukan karena kesucian dalam bangunannya, tetapi karena ia merupakan tempat menyembah Tuhan.

Selain digelari ‘Kalimat Allah’, Yesus juga disebut sebagai ‘Ruh Allah’, dan dalam beberapa narasi diriwayatkan dalam hadis Syi’ah istilah ini juga digunakan. Allah swt berfirman Sesungguhnya Al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya dan Ruh-Nya.” (4:171)

Kata ‘Ruh Allah’ memberikan signifaksi pengertian universal, bahwa poros moral Kristen dan Islam itu sama. Umat Kristen dewasa ini berada dalam situasi pergolakan moral. Secara khusus gagasan-gagasan modern tentang apa yang benar dan yang salah dapat ditemukan dalam berbagai pemahaman para teolog, khususnya mengenai etika, bahkan tercermin dalam film-film futuristik produk Hollywood seperti Matrix dan X-Man.

Salah satu persoalan penting dalam teologi Kristen adalah: “Siapakah Yesus Kristus itu?” Formulasi berbagai jawaban terhadap pertanyaan ini disebut sebagai Kristologi. Dalam wilayah teologi ini, umat Kristen telah memperdebatkan pentingnya sejarah Yesus yang bertentangan dengan gambar Yesus yang terdapat dalam tradisi-tradisi Gereja-gereja Kristen dan pandangan Injil mengenai Yesus. Saatnya bagi umat Islam untuk mulai memperhatikan masalah ini juga. Melalui pengembangan Kristologi Islamiah kita dapat mencapai suatu pemahaman yang yang lebih baik tentang Islam sebagai pembanding atau pembeda dengan Kristenitas, dan Islam dalam persesuaiannya dengan Kristenitas juga. Sebenarnya al-Qur’an sendiri telah membimbing kita dalam mengambil langkah pertama dalam arah ini, seperti disebutkan dalam ayat-ayat tersebut di atas dan ayat-ayat lainnya.

Usaha bersama dalam ruang lingkup Kristologi Islamiah memang jarang dilakukan. Para penulis Kristen telah condong untuk menekankan pada hal fungsi Yesus sebagai juru selamat yang tampaknya tidak memiliki tempat di dalam Islam, dimana mengarahkan persoalan-persoalan pluralisme agama ketika umat Kristen saling bertanya apakah Kristus bisa menjadi juru selamat terhadap umat Islam dan umat lainnya yang bukan Kristen. Mesti diingatkan juga bagi umat Kristen bahwa umat Islam menerima Yesus sebagai juru selamat, bersama semua nabi lainnya, karena fungsi kenabian adalah untuk menyelamatkan manusia dari malapetaka dosa lewat penyampaian pesan petunjuk yang diturunkan oleh Allah. Perbedaan penting antara Islam dan Kristen di sini tidak melebihi isu mengenai apakah Yesus menyelamatkan, Islam menyangkal penyelamatan itu melalui penebusan melalui penyaliban, alih-alih membelokkan perhatian terhadap perintah yang diberikan dalam kehidupan para nabi.

Berkenaan dengan Yesus, lingkup pengetahuan Kristen, sebagaimana terdapat dalam Islam, cenderung menolak hadis dan hanya terfokus pada al-Qur’an. Seringkali penelitian menjadi polemik, para penulis berusaha mendukung sebuah penafsiran al-Qur’an sehubungan dengan Kristen ketimbang akidah Islam. Sebuah tinjauan umum dan pengantar terhadap masalah ini dapat ditemukan dalam Christ in Islam and Christianity karya Neal Robinson. Di lain pihak, umat Islam cenderung menghasilkan karya-karya polemik mereka sendiri-sendiri dengan menunjukkan berapa banyakkah di dalam Injil yang bersesuaian dengan pandangan Islam mengenai Kristus sebagai seorang nabi ketimbang sebagai seorang pribadi ber-Trinitas.Sehubungan dengan ini Ahmad Deedat menggarisbawahi hal-hal yang banyak menarik perhatian. Wawasan yang mendalam lagi mengenai berbagai perbedaan antara Islam dan agama lainnya, termasuk Kristen, dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan Frithjof Schuon, Syekh ‘Isa Nur al-Din Ahmad, yang menghadirkan permulaan Kristolgi sejati perspektif Sufi dalam Islam and the Perennial Philosophy. Juga dalam The Muslim Jesus: Sayings and Stories in Islamic Literature, Tarif Khalidi telah mengumpulkan referensi-referensi Islam tentang Yesus dari abad kedelapan sampai delapan belas, termasuk karya-karya mistik, teks-teks historis tentang para nabi dan orang-orang suci (wali) dan berbagai seleksi dari hadis dan al-Qur’an.Sebagaimana digarisbawahi oleh Khalidi, tulisan-tulisan ini, membentuk suatu pola terbesar mengenai teks-teks yang berhubungan dengan Yesus dalam literatur non-Kristen.

Mungkin salah satu cara terbaik umat Kristen dapat menemukan landasan dalam berdiskusi dengan umat Islam adalah agar mengenal potret seorang Yesus yang terdapat dalam sumber-sumber Islam, yang terpenting adalah dari Al-Qur’an dan hadis, dan setelah itu, tak masalah apakah orientasi relijius seseorang.

Mungkin ada orang-orang Kristen yang akan menolak mengenai hal-hal yang berkenaan dengan Yesus dalam narasi-narasi Islam karena perdebatan utama tentang Kristologi kontemporer di antara umat Kristen adalah, apakah penelitian tentang sejarah Yesus itu relevan dengan agama, ataukah pengetahuan tentang Yesus membutuhkan perhatian atas peranan yang ia mainkan dalam Gereja dan dalam teologi. Riwayat-riwayat Islam, berabad-abad kemudian setelah masa hidup Kristus (dan dalam beberapa peristiwa lebih dari seabad setelah masa hidup Muhammad saw) juga akan ditolak oleh umat Kristen liberal dalam mencari potret Yesus yang berdasarkan pada tolok ukur penelitian sejarah yang belakangan justru diterima di Barat. Kristen Neo-Ortodok menyatakan bahwa Juru Selamat itu tidak ditemukan dalam sejarah tetapi di dalam Gereja, maka tidak mengherankan jika ia memperlihatkan ketidakpeduliannya atas apa yang Islam katakan tentang Kristus. Namun, Kristen dapat menemukan bahwa perspektif Islam menggarisbawahi landasan pertengahan antara penekanan sejarawan atas natural dan kependetaan atas supernatural. Kemanusiaan Yesus jelas dalam riwayat-riwayat Syi’ah, tetapi sebagai kemanusiaan yang bertranformasi, dan seperti tidak ada yang menyangkal mengenai dimensi supernaturalnya.

Menurut Nasr, apa yang dibayangkan kesarjanaan Barat mengenai dunia Islam yang sesungguhnya tidaklah sepenuhnya sama dengan konsepsi orang-orang Muslim sendiri tentang tradisi mereka dan perkembangan historisnya. Demikian pula dengan apa yang menjadi landasan penting untuk sebuah dialog yang berhasil. Bagi Islam, bukti kuat adalah bukti kepermanenan, yang meliputi realitas pusat Islam. Ka’bah masih tetap Ka’bah. Haji adalah apa yang ditunaikan Nabi Muhammad. Salat lima kali sehari seperti yang dilakukan Sang Nabi, dan syari’ah sebagaimana dikodifikasi atas dasar al-Qur’an dan Sunnah Nabi masih menentukan realitas kehidupan keagamaan orang-orang Muslim. Malah rincian-rincian lebih kecil tentang kehidupan sehari-hari yang diatur oleh Hukum Suci, yang lebih sentral daripada formulasi-formulasi teologis dalam Islam, tetap ada untuk sebagian besar sepanjang zaman.

Karena itu, membangun dialog antar agama tidak mesti diasarkan pada tujuan menciptakan satu formulasi baru dari agama-agama yang memang memiliki sejumlah titik beda dan temu. Itu berarti, yang mungkin dan relevan dilakukan adalah dialog antar pemuka atau pemikir agama-agama, bukan mendialogkan agama-agama yang berbeda-beda itu demi melenyapkan kendala-kendala bagi terciptanya toleransi.

Perayaan Natal semestinya tidak dipandang sebagai hanya sebagai hariraya kelahiran Yesus sebagai putra Bapak dalam persepktif teologi Kristen yang –agar tidak terkesan ekslusif-, namun juga perlu dipandang sebagai hari raya kelahiran Yesus, Sang Kalimat Allah dan Ruh Allah. Dengan demikian, tensi kecurigaan dan sinisme antar kedua penganut agama ibrahimi ini –terutama di Indonesia- dapat dikurangi bahkan diturunkan sampai titik rendah. Orang Kristen perlu memaklumi keyakinan orang Islam yang enggan menyalip’ Yesus, dengan tetap menghormatinya bahkan turut merayakan hari kelahirannya. Orang Islam pun demikian, perlu tidak merasa ‘murtad’ bila sekedar menyatakan kegembiraan atas kelahiran Isa yang diyakini sebagai salah satu Nabi dalam the big five (ulul-azmi).

Tentu kesadaran holistik ini perlu dibarengi dengan peningkatan pengahayatan terhadap agama masing-masing dan kesadaran tentang perbedaan antara agama suci dan persepsi subjektif tentang agama itu sendiri mungkin dapat dijadikan salah satu cara alternatif untuk meredam kekerasan struktural atas nama agama, mazhab dan paham keagamaan.

Ibnu al-‘Arabi, The Bezels of Wisdom (Fushus al-Hikam), terj. R.W.J. Austin (Lahore:Suhail,1988), hlm.177.

Neal Robinson, Christ in Islam and Christianity (Albany: SUNY,1991), Bab.2. Buku ini juga berisi tinjauan luas tentang bagaimana para sejarawan Muslim dan para apolog melakukan pendekatan-pendekatan yang berkaitan dengan Kristus dan Kristen, dan dan terdapat sebuah tinjauan terhadap berbagai tafsir Al-Qur’an mengenai ayat-ayat yang berkenaan dengan Yesus.

Misalnya, lihat Ahmed Deedad, Was Yesus Crucified? (Chicago:Kazi, 1992).

Frithjof Schuon, Islam and Perennial Philosophy (Lahore: Suhail,1985)

Tarif Khalidi, The Muslim Yesus: Sayings and Stories in Islamic Literature (Cambridge: Harvard University Press, 2003).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 comments

  1. Sebagai hamba Tuhan saya hanya bisa berkata Seperti perkataan yesus kepada Thomas”Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya”

  2. sangat bagus saudara bisa menjembatani perbedaan yang ada antara kekristenan dan islam, dan memang seharusnya keputusan final (akhir ) adalah kembali dalam diri kita masing-masing

  3. hanya satu yang bisa saya ingat dalam kehidupan ini mengenai YESUS….SANG JURUSLAMAT DUNIA….dan saya sangat mempercayai perkataan YESUS kepada thomas :’berbahagialah yang tidak melihat namun percaya”. hanya orang yang diberkati bisa melihat dengan hati, tetapi melihat dengan mata semua orang pasti bisa…..untuk memahami siapa YESUS kita harus bisa melihat dengan hati….

  4. Hanya ada satu tekad, percaya dan tidaknya kepada Yesus, bukanlah satu kewajiban, itu tergantung pada setiap pribadi.

    1. Allah itu tidak mungkin tercapai oleh akal manusia,….tetapi hanya firmannya yg dapat dicapai akal manusia,…..sedangkan Allah sendiri berfirman Sesungguhnya Al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah dan Kalimat-Nya dan Ruh-Nya,…itu suatu pengakuan dari Allah,…bahwa Allah menciptakan manusia serupa dengan diriNya,…begitu juga Allah datang kedunia akan serupa dengan manusia,…..

      BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT TETAPI PERCAYA SEPENUH HATI,DAN TIDAK LAGI RAGU….!!

  5. Anda diberi akal, dan akal itu fitrah semua manusia.
    Ingin tahu siapa Yesus? gunakan akal anda!

    kalau kebenaran hanya didasarkan perasaan, maka tidak akan pernah ada yang namanya kebenaran.

    kalau keyakinan akan ketuhanan didasarkan perasaan, maka semua orang hanya kan melihat dari sudut pandang masing-masing. dan insya allah tidaka kan pernah ketemu.

  6. kita memiliki cukup banyak stok agama untuk saling menyakiti, tapi tidak kehabisan stok agama untuk saling menghormati dan menghargai. Bagaimana jika orang yang tidak beragama melihat orang-orang beragama saling menyerang, menyakiti, menjatuhkan, dsb? apa surga telah tercermin dalam kehidupan orang2 beragama? selamat beragama!!!!!!

  7. sori, maksud saya…………..kita kehabisan stok agama untuk saling menghormati dan menghargai………………………..

  8. Yesus adalah utusan Allah Swt, sebagaimana Muhammad SAW. Sy cuman heran, orang2 barat itu kan dikenal mengutamakan akal, tetapi kenapa tdk mencoba mencerna dgn akal sehatnya ttg kemanusiaan Yesus. Yesus sama sekali bukanlah Tuhan.

  9. Iman tidak bisa diukur dengan akal sehat atau logika.

    ML: Thank’s atas commentnya. Cuma saya bingung bagaimana saya mengimani (mempercayai) comment ini tanpa akal sehat dan logika?

  10. HUEHEHE..ML: Thank’s atas commentnya. Cuma saya bingung bagaimana saya mengimani (mempercayai) comment ini tanpa akal sehat dan logika…..MARI DUDUK DI KAFE, SECANGKIR CAPUCINO ATAU EKSPRESSO KOPI AKAN MEMBANTU KITA MENEMUKAN LOGIKA…..TUL NGA USTAD ?

    ; )

  11. Tidak mungkin bertemu antara kearifan dan kejahilan, kearifan mencerna segala sesuatu dgn kebijaksanaan. Sementara kejahilan tidak mungkin menerima apapun diluar jangkauannya kendati demikian si jahil berpuas diri dgn
    apa yg dirasakannya. Disitulah letaknya kedunguan, kereNdahan, dan kedurjanaan “jahil”.

  12. Perayaan Natal semestinya tidak Ke-Eropa-an. Toh Yesus lahir bukan dengan suasana sejuk dan kemewahan gereja lengkap dg lampu-lampu yang ditempel di pohon cemara. Apalagi penebangan pohon cemara tidak baik secara ekologis jika dilakukan terus menerus. Toh Yesus tidak lahir pada musim salju, maka tampilkan saja “kesejukan” Natal secara substansial; bahwa setelah lahir Yesus dikejar-kejar untuk dibunuh, bahwa bangunan agama yang dibawanya diporak-porandakan oleh Paulus yang semula biadab tapi kemudian menjadi pemimpin orang-orang Nasrani.
    Yesus sebagai kalimat Allah, hanya bisa dipahami oleh orang berakal waras. Yesus sebagai kalimat Allah hanya bisa diteladani oleh orang berhati bersih.
    Saatnya simbologi Natal menjadi keindonesiaan; tidak perlu sosok imajiner Santa Claus lengkap dg kereta kencana dan rusa-rusa kutubnya. Para Pdt tidak hanya gagah di mimbar sambil teriak-teriak penyembuhan penyakit pada misa Natal, tapi giringlah umatmu ke masalah keindonesiaan, bukan ke-Vatikan-an. ini Indonesia, bukan Eropa.
    Jika mungkin untuk dilakukan oleh para penganut agama Nasrani, hilangkan stigma yang melekat pada masyarakat Indonesia bahwa agama Nasrani adalah agama para penjajah; Portugus, Inggris, Belanda, Perancis dsb. Sekali lagi, ini Indonesia. Kita semua tahu… Yesus bukan Penjajah.

  13. Bapa Kami, Salam Maria, kami aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa
    pencipta langit dan bumi
    dan akan yesus putra nya yang tunggal
    yang dikandung dr roh kudus
    di lahirkan oleh perawan maria
    aku percaya akan roh kudus
    persekutuan roh kudus
    pengampunan dosa
    kebangkitan badan
    kehidupan kekal
    amin

    Ini ada lah salah satu cuplikan doa “AKU PERCAYA” yang biasanya dibawa dalam MISA KUDUS. Disini dapat kita lihat bagaimana seorang katholik sebenarnya tanpa disadari percaya bahwa Bapa/Tuhan adalah satu yakni Allah, dan setelah itu salam atas Wanita suci Bunda Maria/Maryam as
    sebagai media penghantar / wasilah untuk mendekatkan diri seorang hamba melalui keutamaan/karamah Bunda Maria dan bertawasul juga kepada Sang Putra Tunggal dari Maryam as yakni Isa Al Masih as. Al Masih as memang adalah sosok manusia suci yang dikandung dalam ruh suci Bunda Maria as.
    Dan dalam 4 bait terakhir doa tersebut adalah pengukuhan atas kebenaran akan…adanya RUH SUCI, AMPUNAN DOSA DARI ALLAH, ADANYA KEBANGKITAN SETELAH KEMATIAN, ADANYA KEHIDUPAN KEKAL….

  14. “Hendaklah yang punya mata melihat dan yang punya telinga mendengar……” bagi yang percaya dengan adanya Allah yang katanya menciptakan langit dan bumi beserta isinya, apakah anda mempercayai ini dengan logika? apakah Allah dan rencana-rencana rahasiaNya masuk dalam logika anda?…….
    Benar kata si Atheis “..kita kehabisan stok agama utk saling menghormati dan menghargai….”
    Ironisnya agama-agama itu punya klaim sebagai pembawa damai….
    Kalau boleh usul pada pada yang merasa punya logika, gunakan logika anda bagaimana caranya agar umat manusia ini bisa saling menghargai dan menghormati………

  15. ingat! hanya ALLAH-lah yg MAHA KUASA.
    Dan hanya ALLAH-lah yg wajib kalian sembah!
    Apa kalian tidak sadar bahwa yesus itu hanya sebagai nabi biasa, yaitu nabi yg slalu menjalankan semua perintah ALLAH, dan menyembah-NYA?
    Kalian sudah salah tanggap dan semua pendeta juga sudah salah tanggap tentang agama Nasrani. Memang dulu agama Nasrani adalah agama Tauhid yg dibenarkan oleh ALLAH. tapi agama Nasrani itu sudah tidak dibenarkan lagi, karena kebanyakan Ahli kitab yg menyalah gunakan semua perintah Allah. Sekarang begini, apa kalian (umat Nasrani) tahu bahwa nabi Isa itu lahir dibawah pohon apa? Mungkin kalian semua menjawab bahwa nabi Isa itu lahir dibawah pohon Cemara. Dari hal itu saja sudah SALAH, sebenarnya Nabi isa atau yg disebut Yesus itu lahir dibawah pohon Kurma.
    Yang benar saja masa hari Natal kebanyakan pohon Cemaranya seh??
    Ga logis dunk???
    Maaf bukannya gue mau mencemarkan agama Nasrani, tapi gue hanya ingatkan kalian kalau sebenarnya Tuhan yg wajib kalian sembah itu hanya ALLAH, bukan yg lainnya!
    Sadarlah wahai saudaraku….
    Surga dan Neraka itu hanya milik ALLAH bukan milik Yesus, dan bukan milik yg lainnya!
    Taukah kamu bahwa sekarang nabi Isa atau Yesus itu masih hidup? Beliau masih hidup dan tinggal di langit keempat.
    Dan taukah kamu bahwa yg mereka Salib pada waktu dulu itu hanya umat manusia biasa, bukan nabi Isa atau Yesus.
    Coba kalian tanyakan pada pendeta kalian masing-masing.
    Dan mudah-mudahan kalian mendapatkan petunjuk dari ALLAH melalui mimpi yg berasal dari ALLAH agar kalian semua sadar dan mau bertaubat di hadapan ALLAH.
    Amien….
    Dan coba kalian baca Asyhadu Alla Ilaa Haillallah wa asyhaduanna muhammadarasulullah.

    1. saudaraku. apakah kamu pernah bertemu allahmu sehingga sedemikian ucapanmu?????memang aku tidak tahu dimana Yesus lahir.apakah Dia begini dan begitu tapi yang aku tahu YEsus itu baik untukMu dan untukku.semoga kamupun diberi petunjuNya.Amin.

  16. saya berasal dari keluarga pdt kristen keturunan ke 3 di indonesia. tapi untuk masalah ke Allahan, saya sepakat dengan beberapa pandangan kalau ALLAH itu hanya satu, dan YESUS itu bukan ALLAH, tapi utusan ALLAH (yohanes 17 : 3). bukan maksud berdebat, tapi memang pengertian tritunggal yang dipahami mayoritas kristen saat ini bukan lah warisan pengajaran dari yesus sendiri, maupun Paulus. melainkan warisan konsili nicea pada abad ke 4. sedikit kasi masukan, Paulus justru mengajarkan tentang ke Esaan Allah secara radikal. paulus tidak pernah mengajarkan tentang Tritunggal. Paulus adalah seorang monotheisme radikal. maaf, itu saja dulu dari saya. semoga para keturunan ibrahim hidup dalam ke damaian.

  17. setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda tentang suatu hal.
    jadi kita sebagai manusia harus maklum jika orang kristen menganggap bahwa Yesus adalah Tuhan
    atau orang islam yang menganggap bahwa yesus hanyalah seorang nabi yang diutus oleh Allah mereka
    tetapi yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita sebagai umat beragama yang mempunyai kepercayaan bahwa tuhan atau Allah itu ada
    wajiblah kita berbuat sesuai dengan ajaran dan perintah-perintahnya

  18. 🙂 Saya tetap bersyukur kepada TUhan bahwa saya tetap pada kepercayaan saya. Melalui pengalaman saya, dan talenta saya yang telah saya miliki, saat saya sakit dan hampir mati, saya telah dikuatkan dengan kedatangan-Nya. Saya tidak perduli apa kata manusia, karena Yesus pernah berkata,”Semua manusia adalah pembohong,…” Dan untuk tau apakah saya berkata jujur dan berbohong, saya tetap menyadari semua orang takkan percaya karena perkataan saya ini. Tapi sebenarnya Nas tersebut ingin mengingatkan kita bahwa kita harus percaya kepada Tuhan saja dan bukan kepada manusia yang berkata menurut kemanusiaan mereka. Yesus yang merupakan Putra Allah, telah ditakdirkan sejak awal penciptaan hingga kematiannya di zaman Pontius Pilatus, akan menanggung sengsara demi menyelamatkan manusia, bukan secara materi ataupun duniawi, memerintah sebagai raja ataupun di era pemerintahan, tetapi menyelamatkan manusia dari teladan-Nya yang berani mati demi manusia, yang karena-Nya manusia disadarkan untuk bertobat dari dosanya.

    Saya tidak memasalahkan berbagai macam versi tentang Yesus (Isa Almasih) menurut kitab-kitab suci. Tetapi yang saya tau Yesus tak pernah menyangkal keberadaan-Nya sebagai manusia di dunia, karena dia terlahir sebagai manusia. Namun melalui kemanusiaan-Nyalah Allah dapat menurunkan karya-Nya kepada manusia. Dengan mengorbankan putera-Nya yang tunggal untuk membuka mata semua manusia, bahwa Allah adalah pencipta yang teramat baik, bagian dari surga diturunkan-Nya hanya demi manusia atas cinta-Nya. Saya juga tidak terlalu heran, banyak pertentangan akan Yesus Kristus (Mesias), karena banyak orang akan menyangkal dia dan pengikut-Nya karena mata manusia yang semakin tertutup pada-Nya.

    Sejak dahulu, ada kaum yang bertentangan dengan Yesus tentang adanya Mesias. Kaum Farisi yang patuh pada Agama, namun tidak menjalankan ajaran-Nya dan kaum yang pro pada Kristus. Manusia tetaplah manusia, tidak akan pernah mengerti misteri ilahi. Untuk kaum Farisi, Yesus amat prihatin, di mana agama pada saat itu(Yahudi) sungguh2 memerlukan imam yang benar2 memperhatikan umatnya pada saat itu. Mereka hanya membelot pada agama tanpa memperhatikan nuraninya. Itulah salah satu alasan mengapa Yesus dilahirkan.

    Sungguh, manusia ngga akan pernah mengerti bahasa TUhan. Karena manusia hanya memakai kemampuan terbatasnya sebagai manusia saja. Yesus yang dikaruniai sifat keilahian-Nya saja mengerti hati manusia, tapi manusia tidak akan pernah mengerti tentang hatinya sendiri. Karena itu, bagi saya, rahmat paling nyata, tidak memaksakan sesuai dengan kemanusiaan manusia adalah ajaran Yesus yang berpatok pada Hukum Cinta Kasih.

    Apapun gejolak yang terjadi di dalam agama, saya fine fine aja. Karena saya tidak hidup dari agama saja, tetapi iman saya kepada TUhan Yesus saja. Bukan dari sering tidaknya ukuran manusia beriman kepada sang Khalik, tetapi betapa sungguhnya iman itu terlaksana melalui perbuatan seseorang dalam hidupnya… Nabis Yesaya pernah Berkata: Iman tanpa Perbuatan adalah kosong…. Good luck para Pendebat agama…. ada2 aja, agama aja didebatkan… zaman purba dulu ngga ada agama cuma nyembah Sang Pencipta secara abstrak nuraninya aja bisa mampu hidup, kenapa kita yang modern gini aja gara2 muncul agama2 lalu mau main hakim ndiri, padahal sesama manusia…dewasa deh…jangan terlalu fanatik…karena ngga ada gunanya. Yang belum pernah ke surga, jangan sok pernah ke surga…karena surga di mata kalian itu adalah surga di dunia… bukan saya berpendapat agama itu tidak penting, tapi ingat sekali lagi… bagi yang ingin mengetahui Tuhan dengan benar, kuatkanlah perbuatanmu dengan perbuatan baik, sebagai contoh: membunuh adalah dosa dan tiada alasan membunuh itu tidak dilarang, karena selamanya membunuh adalah dosa… Gunakan kemanusiaanmu untuk jalan terbaik..renungkanlah… anak kecil aja tau, kenapa anda semua ngga? Aneh…. Tuhan memberkati kalian semua….

  19. Ada yg bilang memahami Yesus harus dgn akal, n pengertian manusia.
    Sya ga setuju, karena seperti orang islam percaya pda Muhammad sbg nabi n Allah sbg TUHAN mreka, sya yakin mreka percaya dengan iman bukan menggunakan logika.
    Benarkan?
    Begitupun untuk kita percaya pda Yesus sbg TUHAN n juru selamat, harus menggunakan iman bukan hanya logika, dengan itu kita dpat mengenal Yesus dgn benar.
    Hanya orang pilihan NYA yg dbri iman n percaya pdaNYA

  20. Pak Muhsin,

    yang harus bapak garis bawahi…
    bahwa Alkitab itu sama sekali bukan buku sejarah… apalagi Standard Operating Procedure…
    harus dengan jiwa berpasrah dan menyelami ajarannya, baru anda bisa mengerti… apa makna tersirat dan tersurat di dalam setiap bait Alkitab.

    jangan pernah mengatakan rasanya buah mangga, bila anda tidak suka mangga… jangan pernah mengatakan pahitnya buah Maja, bila sama sekali anda tidak pernah mengecapnya…

    syalom

    1. untuk pieter Allah memang tidak beranak. tapi kenapa Yesus disebut Anak Allah padahal Allah tidak beranak.
      kalau boleh cerita neh kenapa Yesus disebut Anak Allah:
      pada mulanya Roh Allah itu turun kedunia mengambil wujud manusia (Yesus), terus Allah yang menjadi menusia itu lahir sebagai manusia yaitu yang dikenal dengan nama Yesus. Jadi Yesus disebut Allah anak atau Anak Allah.gt

  21. kenapa kita harus memperdebatkan agama masing-masing yang kita anut dan kita yakini dengan imam kita. cobalah kita berhenti untuk saling mencela dan merendahkan satu sama lainnya. bagiku agama semua itu mempunyai tujuan yang sama ISLAM…KRISTEN….HINDU…..BUDHA….KATOLIK…….SEMUANYA BENAR….
    tanpa cela. teman-temanku yang baik marilah kita menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing DENGAN IMAN KITA. siapa yang kalian percaya itulah yang kalian sembah. thx

  22. kenapa sih kalian harus menperdebatkan masalah ini, kesatuan dan persatuanlah yang harus kalian jaga karen semua agama itu benar menurut umatnya masing-masing, dan ingatlah “untukku Agamaku dan Untukmu Agamamu.

  23. Tiba-tiba aku terjebak pada tulisan-tulisan kalian, aku terjebak atau kalian yang menjebak? I don’t Care lah
    Sebuah kata pada search engine aku tuliskan hari ini yaitu “Tuhan” maaf bukan mencela apa yang sudah kalian tulis tapi buat nyari Tuhan ya mentok2nya disini selalu mentok ke literatur keimannan kita, lucu ya?
    (pertama) Tuhan Allah gak memilih siapa yang bakal dapat iman, ya kita sendiri lah yang mencari keimanan kita kepada Tuhan Allah kita, dengan rasio otak kita kita menelaah Agama ataupun aliran kepercayaan yang juga kita rasa baik buat kita, Ibarat milih buah lha wong kita gak doyan kesemek tapi kata orang enak kok kita beli yang akhirnya mubazir buat kita. kita kan doyannya apel misalnya ya pupuklah rasa itu agar ketika melihat apel kita tidak akan pernah muak sekalipun terkadang didalamnya ada ulat mari kita sisihkan ulatnya dan kita nikmati yang manis/
    (kedua) Asyhadu Alla Ilaa Haillallah wa asyhaduanna muhammadarasulullah. setuju banget gua dengan arti maksud n kaedah kdua kalimat syahadat itu, menjadi tidak setuju jika dalam forum yang indah ini kita jadikan ajang promo bahwa agama n kepercayaankulah yang paling baik. SAW berkata Aku Tinggalkan untukmu dua perkara. Tidak akan sesat selamanya selagi kamu menuruti keduanya. Yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, sesuatu yang cerewet yaitu Al-quran dan yang bisu untuk mengingat kematian, saya rasa gak ada tertulis bahwa kaum diluar Islam yang beragama di dalam Al-quran sebagai kaum Kafir dan dibenci Allah, Bahkan Seorang nasrani dituliskan sebagai Ahli Kitab, itu juga yang mempelajari kitab taurat injil dan jabur banyak juga seorang nasrani yang tidak mempelajari kitab2 tersebut.
    (ketiga) Kalaupun islam menjadi Agamaku kelak biarlah iman tentang ke isaan yang membimbing bukan karena promo kesemek enak dengan harga murah hehehe…., agar aku tidak akan Murtad kelak biarlah mesias yang tunjukan jalanya lewat gelombang Kosmis bukan literatur tulisan dan karya manusia dan jika kelak kita masuk dalam surga secangkir kopi iman akan disajikan kekita untuk melampiaskan kerinduan Allah pada kita UmatNya yang Ia muliakan daripada mahklukNya yang lain Amien

  24. aku gak ngerti kenapa banyak orang saling menghina satu agama dengan yang lain. padahal agama mengajarkan untuk saling mangasihi toh????????
    yang aku taw YEsus tetaplah Yesus siapapun Dia. hanya saja yang aku taw YESUS ITU BAIK UNTUKMU DAN UNTUKKU.remembe it Ok guys

  25. Temen2, kalo menurut saya, semua agama adalah baik, karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kejahatan, jadi tidak ada yang lebih benar ato lebih tinggi, soo… lakukan yang terbaik yang menurut temen2 baik dan jangan saling menjelek2kan ato merendahkan agama yang lain.
    Dunia akan damai kalo semua mau saling mengalah dan saling menyayangi.

  26. Ayoo.o.o..,berpikir dengan akal yang sehat,renungkan teman teman,tuhan mana yang benar,allah swt atau yesus..,ada yang pernah dengar siapa yang menciptakan allah swt,jika tidak ada,mari kita sembah dia (ALLAH SWT),karna dia yang awal dan yang akhir.

  27. salah satu kesalahan utama dari muslim ketika mencoba memahami siapa itu Yesus adalah anggapan bahwa Kristen percaya Yesus itu Allah…padahal itu salah besar..yang benar Yesus itu Allah dan juga Manusia.

    Muslim yang tidak belajar Kristologi secara mendalam pun bila mencoba membaca Alkitab akan dengan mudahnya langsung mendapatkan ayat kemanusiaan Yesus dan sayangnya kemudian anggap itu bukti yang cukup untuk membenarkan keyakinannya bahwa Yesus itu manusia..padahal orang Kristen juga meyakini Yesus itu manusia

    Tapi Alkitab tidak hanya berisi ayat-ayat kemanusian Yesus..banyak sekali ayat ketuhanan Yesus disana.Kebuntuan dialog muslim-kristen biasanya akan terjadi dalam pembahasan ayat-ayat ini.Alih-alih berdialog dengan pikiran terbuka mengenai seperti yang dicontohkan pak Muhsin tentang Firman/Kalimat Allah, yang kemudian biasanya terjadi adalah tuduhan-tuduhan yang membuat semakin tidak jelas ujung pangkalnya dialog tersebut.

    Selamat merayakan kelahiran Yesus Kristus..sang Firman/Kalimat Allah 🙂

News Feed