YOU ARE NOTHING!

Pandangan gradualisme Sadra memadukan dua klaim ekstrem; monisme (ketunggalan wujud) kaum sufi dan pluralisme (keragaman wujud) kaum mutakallim.

Para sufi menganggap eksistensi hanyalah tunggal. Karena hanya ada satu eksistensi, maka mereka memastikan hanya Tuhanlah yang eksis.

Para teolog menganggap eksistensi sebagai ragam realitas, karena andai wujud tak beragam, maka Tuhan dan makhluk tak berbeda.

Sadra memastikan wujud sebagai tunggal sekaligus beragam. Menurutnya, ketunggalan dan keanekaan hanya belaku dalam wujud atau eksistensi atau realitas. Karena itu, wujud Tuhan dan makhluk tidaklah berlainan. Hanya saja, Tuhan sebagai pemilik sejati wujud bahkan Ia adalah wujud itu sendiri, sedangkan selainnya justru ada karena kebergantungannya kepada Sang Wujud. Dengan kata lain, keberadaan Tuhan berasal dari diriNya, sedangkan keberadaan makhluk berasal dari Tuhan.

Bila baru diartikan sebagai sesuatu yang sebelumnya tak ada dan tak berlaku, Sadra tak menciptakan sesuatu baru. Dia justru mengukuhkan realitas aksiomatik. Mulla Sadra sudah sangat berjasa dengan menerjemahkan mutiara hikmah Ali bin Abi Talib dan jejiwa suci dalam sebuah samudra peradaban transenden yang tak berpantai.

Sadra ingin menyadarkan kita untuk tak melihat diri kita masing-masing sebagai sentra bagi selain kita. Dia ingin setiap manusia sadar bahwa ia adalah satu kesatuan dalam altar wujud dengan yang terlihat di luar dirinya sebagai bagian dari wujudnya. Sadra ingin kita tak melihat Tuhan sebagai “pihak kedua” dalam kontrak dan komunikasi, sekaligus melihat diri masing-masing dalam sebuah “diri besar” bersama semua entitas kopulatif yang bergelantungan dalam wujud tunggalNya. Sadra ingin berkata kepada kita “Selesailah dengan dirimu!”

Biang semua kekacuan dan degradasi adalah hilangnya kesadaran eksistensi. Saat dia yang maha kerdil dan dekil memposisikan diri sebagai “sesuatu”, manusia mengkudeta Tuhan dengan anggapan-anggapan imajinal tentang dirinya yang pada hakikatnya bukan miliknya dan bukan wujudnya sendiri. You are nothing!

“Saat bersama Allah anggaplah orang lain tiada. Saat bersama orang lain, anggaplah dirimu tiada.” (Imam Ridha AS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed