BEBAN BERAT SHN MENGAWAL VISI RESISTENSI

Mestinya pagi saya tidur hingga jam 2 siang. Ini new normal saya sejak 4 itikaf dalam rumah kontrakan. Tapi pidato SHN tadi merampas kantuk. Meski baru tidur 2 jam mata saya menolak tidur dan kepala berdenyut kencang pertanda spaneng sama panas di teras yang mengalami iluminasi langsung dari matahari yang serius melotot.

Pidato itu tidak seperti biasanya. Sebagian besar menyoroti situasi internal Lebanon yang kerap disampaikan dalam bahasa Arab non gramatikal alias bahasa masyarakat umum. Ada selembar kepedihan bercampur luapan kegeraman di paras pria paling di segani di masyarakat Arab itu.

Partai pimpinannya yang telah berhasil dengan gemilang menorehkan prestasi monumental mengusir Israel dari Lebanon Selatan selalu dijadikan sasaran fitnah, disinformasi, pembunuhan karakter, dan aneka strategi jahat serta konspirasi sistematis dalam skala global, regional dan lokal dalam negeri.

Orang ini dan komunitas hezb yang setia kepadanya menghadapi dua kategori tantangan eksternal:
1. Tantangan global (AS, rezim perampas Quds dan sekutu Eropa) dengan sanki, penghentian kerja sama dan semacamnya
2. Tantangan eksternal regional (rezim-rezim sekutu AS di Teluk Persia dan Timur Tengah).
3. Tantangan eksternal lokal (para politisi bayaran Saudi) dalam negeri yang sedang berjuang merusak citra mulia Hezb dengan penggiringan opini manipulatif, merekayasa kerusuhan dan merencanakan konflik horisontal Syiah-Sunni (yang telah hidup berdampingan) dengan menciptakan kelompok mencaci maki Aisyah istri Nabi SAW di kawasan berpenduduk mayoritas Sunni dan menyuruh sekelompok onasir bayar melakukan aksi mencaci maki Ali bin Abi Talib di daerah berpenduduk mayoritas Syiah dan aneka tipu muslihat lainnya.

Sedangkan tantangan dan gangguan internal adalah :
1. Individu-individu Syiah dan sebagian pemuda (yang secara temuruan dan biologis lahir dalam lingkungan Syiah) yang tidak merasa terikat oleh sistem kepatuhan keagamaan dan organisasi.
2. Individu-individu (sebagian dari mereka dikenal ulama namun berpandangan sektarian dan sengaja menciptakan gangguan terhadap hezb dan Amal sebagai dua organisasi yang memayungi mayoritas Syiah karena kedengkian personal dan penolakan terhadap prinsip otoritas Faqih serta visi resustensi.
3. Individu-individu penyusup yang bekerja untuk pihak-pihak ketiga di medsos demi menyudutkah Hezb dengan menyebarkan opini-opini manipulatif seperti tuduhan Hezb menjadi kaki tangan Iran dan sebagainya dan tidak mengutamakan kepentingan nasional Lebano.

Sungguh berat yang dihadapi mahapejuang ini dalam mengemban tugas mulia mempertahankan eksistensi mazhab ini dan mengawal komunitas penganutnya di tengah kepungan multidimensional. Tujuan akhirnya adalah melucuti senjata Hezb yang hanya digunakan dalam mempertahankan wilayah Lebanon dari agresi rezim fiktif dan mendukung gerakan resistensi.

Situasi yang dihadapi komunitas pengikut jalan suci ini di Lebanon tak jauh berbeda dengan situasi di berbagai wilayah lainnya. Diperlukan kesadaran yang relatif merata tentang pandangan dunia dan wawasan lainnya yang sangat menentukan nasib eksistensinya di tengah bangsa sedang membentuk jatidirinya ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed