BERDAMAI DENGAN DIALEKTIKA

Kadang dengki dan benci yang muncul dalam gunjingan dan prejudice adalah bukti sebuah perhatian. Terimalah itu sebagai karunia terselubung dan ujian kesabaran.

Cinta dan benci adalah dua efek niscaya dari aneka citra mental, mindset, perspektif dan kesan subjektif dari rangkaian pengalaman sepihak. Keduanya mustahil musnah sekaligus musnah berhimpun dalam kesatuan.

Jadikan dadamu seluas Senayan agar menerima fakta adanya pembenci dan pecinta. Itulah hukum dialetika dalam dunia yang terasa makin sesak akibat kerumunan manusia yang berebut mata rantai makan dan dominasi.

Pengalaman merasakan derita dan pengalaman merasakan bahagia adalah karunia dan bukti bahwa kehidupan tak hanya berisi rasa nyaman, aman dan mudah yang menghibur, namun juga rasa sengsara yang melejitkan kesadaran di atas jalan terjal, berliku penuh tikungan.

Berdamailah dengan realitas konkret yang compang camping ini. Dan jadikan dialektika determinan dan pergulatan tiada jeda ini sebagai peluang transubstansi dan perjuangan melawan gravitasi dalam iluminasi yang senantiasa berpendar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed