BISNIS “TAS KRESEK”

BISNIS “TAS KRESEK”

Sebagian orang mengarahkan keberserahan (yang merupakan inti ajaran Tuhan) itu kepadanya dengan kedok agama.

Ajakan menolak akal untuk memahami agama hanya bisa ditafsirkan sebagai modus pembodohan dengan kedok kepatuhan kaffah.

Agama yang diceraikan dari akal hanya berisi anjuran kepatuhan formal yang diharapkan bebas dari kritik bahkan dari “mengapa”.

Demi mempertahankan privilege, para penikmat kuasa gigih mewartakan agama tanpa akal demi memastikan semua dalam kendali.

[ads1]

 

Para penikmat kuasa itu mengalihkan manusia dari kesadaran tentang kemestian kesucian para panutan lalu mengambil dan mengklaimnya.

Semua anjuran intoleransi bersumber dari kehendak kuasa. It’s all about business. Agama dan mazhab hanyalah tas kreseknya.

Itulah agama kuasa segelintir manusia tak bertuhan tapi mengajak semua yang dikuasainya untuk bertuhan melalui kepatuhan kepadanya.

Khalayak yang memecat akal memantapkan relijiusitas dengan mengikuti celoteh irrasional dan ujaran benci mereka.

Kampanye anti akal melahirkan kepatuhan tanpa “tapi”. Agama kebencian ini membuat umat memenjarakan diri dengan gembira dan ikhlas.

Selanjutnya Penyerbuan, penjarahan, pengusiran, pembantaian pengkafiran dan penyesatan dibanggakan sebagai tanda cinta agama.

[ads1]

 

News Feed