“CINTA GILA”

 

Kepada yang menyesatkan bahkan mengkafirkan Syiah karena menuduh mereka memuja Ali, ketahuilah mereka tidak ghuluw kepada Ali tapi justru mereka cinta gila kepada Muhammad. Ketahuilah, tak ada yang berlebihan dalam cinta kepada sumber cinta. Segila apapun cinta kepada Muhammad takkan pernah cukup.

Mereka mengikuti, memuja Ali atau apapun sebutannya karena Muhammad menunjuknya sebagai murid utama, panglima, sekretarisnya. Bagi mereka, Ali dipuja karena dia bangga menjadi budak, tebusan, duplikat dan kader Muhammad.

Mereka bukan hanya tidak menabikan Ali tapi mengimani Muhammad eksistensial sebelum kelahiran Muhammad historis yang pernah hidup 14 abad silam. Bagi mereka, dia telah berpendar sebagai cahaya sebelum dilahirkan. Ketahuilah, Ali adalah purnama yang berpendar karena semata-mata cahaya surya Muhammad.

Mereka menuju kota ilmu melalui gerbang tunggalnya. Gerbang menjadi penting karena kotanya. Bagi mereka, Ali adalah model dan bukti prestasi Muhammad.

Dialah yang menjadi kausa (sebab) kedua terciptanya alam semesta dan Tajalli (Manifestasi) pertama Allah di alam semesta, bukan dia yang meringkuk takluk mengeluh terbelenggu sihir.

Dialah sang konektor (Wasilah), akses tunggal kepada Allah, yang bila pelaksana shalat tak menyebut namanya dan keluarganya, shalatnya hanyalah olahraga, bukan dia yang lupa jumlah rakaat saat melaksanakan shalat.

Dialah yang manusia suci yang benih sucinya berpindah temurun dalam sulbi para pesujud, bukan dia yang dibelah dadanya dan dikeluarkan virus setan lalu dicuci dengan air Zam Zam saat bermain bersama bocah-bocah.

Dialah yang di hadapannya Malaikat Jibril duduk bersimpuh laksana hamba sahaya di depan majikannya, bukan dia yang menerima wahyu tentang hijab karena teguran sahabatnya atau menyisipkan dua kata pujian kepada arca-arca.

Dialah yang jelang wafat, Izrail meminta izin kepadanya untuk masuk ke dalam rumahnya, dan dikawal Jibril bersama armadanya saat terbang menembus lelangit bersua dengan Tuhan, bukan dia yang tidak mengenal Malaikat Jibril dan panik saat Jibril datang kepadanya membawa wahyu.

Dialah sang Insan Kamil, karya teragung Tuhan, prototipe insan, bukan dia yang bermuka masam dan memalingkan wajah dari seorang mukmin yang buta demi mengutamakan tamu saudagar.

Mereka disesatkan, dikafirkan, dizalimi dan ditimpa dengan beragam fitnah dan dusta demi “cinta gila” kepada Muhammad.

Ketahuilah, tanpa Muhammad, tak ada Ali.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed