FALASI “KHILAFAH ISLAMI”

Mungkin banyak yang tersentak membaca pernyataan “khilafah itu islami tapi mengancam NKRI-Pancasila”, tapi bisa dipastikan tak banyak berani menyikapi apalagi mengkritiknya karena mempertimbangkan posisi keagamaan dan politik pelontarnya. Mengkritik sebuah pernyataan tak berarti merendahkan posisi mulia subjek pembuatnya selama kritiknya proporsional dan objektif. Hanya karena seorang agamawan menganggap sebuah utopia sebagai islami tak berarti ia memang islami atau sebaliknya karena kebenaran ditentukan oleh “apa” alias konsep, bukan “siapa’ alias figur.

Bila telah mengakar, sebuah doktrin meski dipendam akan tercetus dalam ucapan dan sikap. Itulah dahsyatnya narasi nirlogika yang terlanjur diagamakan.

Doktrin nirlogika adalah falasi, yaitu premis yang mengandung subjek dan predikat yang tak koheren. ‘Islami’ dan ‘mengancam NKRI” adalah dua hal yang tak bisa dipadukan. Sesuatu dianggap islami karena sesuai dengan Islam. Sesuatu dianggap mengancam NKRI karena tidak sesuai dengan Islam.

Tak bisa dipungkiri bahwa khilafah terlanjur dipahami oleh banyak orang sebagai bagian dari ajaran agama karena ia pernah disebut dalam sejarah umat Islam bahkan dianggap sebagai produk khazanah pemikiran teologi dan politik. Tapi hanya karena dipraktikkan dalam sejarah Islam tak berarti ia islami. Praktik umat bukan jaminan keislamian. Karena mindset itulah banyak bantahan terhadap ide negara khilafah terkesan tidak ampuh dan hanya bersifat reaktif.

Bila khilafah adalah sesuatu yang islami, niscaya takkan mengancam NKRI. Justru NKRI itulah yang islami. Karena Negara berdiri di atas kesepakatan dan karena Tuhan mewajibkan komitmen terhadap kesepakatan, maka negara dengan Pancasila adalah sistem Islami.

Menganggap khilafah sebagai islami juga menganggapnya mengancam NKRI bisa ditafsirkan sebagai a) menolak sesuatu yang Islami, b) menerima sesuatu yang tak islami.

Kesimpulannya, a) menolak sesuatu yang islami adalah menerima yang tak sesuai Islam; b) menerima sesuatu yang tak sesuai dengan Islam berarti menolak sesuatu yang islami.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed