Breaking News

IBADAH YANG DIBID’AHKAN

Peringatan Maulid Nabi SAW yang diisi dengan pembacaan al-Quran, shalawat dan zikir adalah ibadah.

Maulid Nabi SAW adalah pesta bersama Sunni dan Syiah minus para pembid’ah Maulid.

Peringatan kelahiran Jaddal Husain SAW adalah momen membangun kesadaran tentang titik temu para pengiman risalahnya.

Ada gerombolan yang mengaku paling Islam bahkan satu-satunya yang Islam tapi mensyirikkan berdiri menghormati pembawanya dalam peringatan Maulid.

Kalau benci tradisi mayoritas Muslim seperti Maulid tapi mengaku Sunni, setidaknya berpura-puralah suka Maulid.

Meski alergi Maulid tapi mengaku Sunni, setidaknya berdirilah bersama mayoritas Muslim berpura-pura menyeru Nabi Ya Jaddal Husain.

Kalau benci Maulid yang diperingati mayoritas Muslim tapi mengaku Sunni, setidaknya kuatkan hati mendengar pujian kepada Jaddal Husain.

Andai ghuluw (kultus) itu fakta dan benar, maka kita perlu ghuluw kepada Nabi Teragung ini, bukan kepada Ali dan sahabat lainnya.

Selama Maulid Nabi diperingati di bumi Indonesia, mazhab yang kini dikafirkan para pembid’ah Maulid ini akan lestari.

Check Also

ZARADUSTRA

API ZARADUSTRA

API ZARADUSTRA Ucapan monumental filsuf eksentrik dan jenius Nitzche “Also Sprach Zaradostra” membangkitkan rasa keingintahuan …